home
Inspirasi, Life Style, Manajemen Personal

Facebook di Tangan Para Pendekar

Posted on February 28, 2010

commentsComment: 9 Comments

Sebulan terakhir ini media massa lumayan gencar memberitakan Facebook dari sisi negatif, dengan judul yang kadangkala bombastis, seperti “ABG Korban Facebook Ngaku Bersebadan 3 Kali”, “Korban Facebook Makin Banyak”, “Remaja Korban Penculikan via Facebook”, dan sejenisnya. Judul-judul yang menyudutkan Facebook itu bukan hanya mendominasi media cetak, tetapi juga teve. Bahkan Kompas.com pun, yang terkenal dengan kehati-hatiannya, juga terjebak pada judul yang sejenis, seperti Lagi, Remaja Jadi Korban Facebook. Facebook tiba-tiba menjadi biang masalah. Media Social ini dituduh sebagai penyebab celaka.

Padahal Facebook hanyalah medium. Tanpa ada yang menyalahgunakan, medium itu bersifat netral.

fbimage

Ibarat pisau, Facebook dapat digunakan untuk hal-hal yang negatif.

Mereka yang biasa menipu dengan medium lain, misalnya lewat SMS dgn mengirim SMS berhadiah jutaan rupiah tapi sesungguhnya menggerogoti uang korbannya, akan menggunakan medium apapun untuk mencari korbannya. Demikian juga para penjaja prostitusi, penjaja mimpi kaya mendadak, penyuka seks anak-anak dan lainnya. Facebook yang sedang digandrungi merupakan medium baru ampuh untuk menjerat calon korban. Maka para korban ini bukanlah korban Facebook, tetapi korban penjahat via Facebook.

Ibarat pisau, meski berniat positif jika tidak tahu cara menggunakannya, maka juga bisa berakibat negatif.

Orang tua sering melarang anak-anak di bawah umur atau balita bermain pisau karena bisa melukai anak tersebut. Pisau hanya boleh digunakan oleh mereka yang berhak. Sama juga dengan Facebook. Aturan Facebook sudah jelas dan terang benderang. Hanya mereka yang sudah berusia 13 tahunlah yang boleh menggunakannya. Anak-anak tidak berhak menggunakan Facebook!

Bahkan orang dewasa pun, ketika menggunakan Facebook, harus mau belajar bagaimana cara menggunakannya. Sebagai contoh, dalam hal social networking, Facebook lebih tepat digunakan untuk berkomunikasi dengan teman-teman lama yang sudah kita kenal ketimbang mencari teman sebanyak-banyaknya yang sesungguhnya tidak kita kenali sama sekali. Teman-teman baru inilah yang dalam banyak kasus terbukti merugikan. Maka saran saya, jika belum pernah bertemu darat, janganlah menerimanya sebagai teman di FB. Contoh lain, karena tidak paham etika, kita seringkali menyampahi halaman FB orang lain dengan iklan, tag foto, dan sejenisnya yang tidak ada hubungannya dengan orang tersebut sehingga menjengkelkan mereka.

Semakin paham kita menggunakan FB, semakin banyak dampak positifnya. Semakin sering kita berlatih menggunakan pisau, semakin ahli kita menggunakannya, dan semakin hebat pula dampak positifnya. Pisau di tangan pendekar, akan jauh berbeda hasilnya dengan pisau di tangan amatir.

Facebook di Tangan Para Pendekar

Selain untuk memperkuat tali silaturahim yang terputus karena jarak dan waktu, di tangan para pendekar, FB dapat dimanfaatkan secara positif. Ini beberapa contohnya:

1. Seorang eksportir mebel asal Jepara misalnya, menyediakan rumah besarnya secara cuma-cuma sebagai kantor “Facebook Jepara”, sebagai tempat belajar bagi para pengusaha Jepara agar bisa meningkatkan ekspor mebel via online, sekaligus memanfaatkannya sebagai forum untuk mendidik anggotanya untuk meningkatkan bisnis mereka. Dari kantor inilah lahir banyak pengusaha mebel online yang menembus pasar Eropa dan belahan dunia lain, menyumbang devisa yang cukup besar ke negeri ini.

2. Para produsen, terutama kerajinan tangan seperti batik, tas, sepatu, baik terbuat dari kulit maupun non kulit, banyak yang memanfaatkannya untuk menjual produknya. FB digunakan sebagai kanal baru penjualan. Ada yang mengaku bisa membeli mobil baru hanya menjual batik via FB. Bahkan seorang produsen herbal bisa meraih omset sangat tinggi di jejaring sosial ini.

3. Bagi yang haus ilmu, FB adalah tempat istimewa mendulang ilmu. Dengan mengikuti grup-grup yang kita minati, kita bisa belajar banyak dari anggota grup tersebut. Atau, dengan berteman dengan orang-orang yang istimewa dan bernilai plus, kita dapat menyerap ilmu dan kebijakannya yang sering dibagikan melalui status maupun notes-nya.

4. Bagi para simpatisan gerakan tertentu, dapat memanfaatkan FB untuk menggerakkan simpati. Gerakan mengumpulkan koin untuk membela Prita yang diancam penjara karena dituduh mencemarkan nama baik dalam kasus melawan RS OMNI dengan mudah digerakkan lewat FB. Demikian juga gerakan mengumpulkan koin untuk membantu operasi Bilqis, balita yang mederita kelainan hati, gerakan mengumpulkan beasiswa, gerakan mengumpulkan dana untuk Dompet Dhuafa , Dompet Umat dan sejenisnya berjalan bagus di medium ini.

5. Bagi yang sadar citra diri, FB dapat dimanfaatkan sebagai medium untuk personal branding. Kita ingin dikenal sebagai apa, dapat dibangun secara konsisten di medium ini.

fbplus

Hal-hal positif itulah yang antara lain saya sampaikan ketika menjadi bintang tamu di acara eLife Style di MetroTV, Minggu 28 Februari 2010 kemarin.

Dari sudutpandang inilah saya menyarankan para pengguna FB untuk memahami FB lebih baik lagi agar tidak salah menggunakannya. Syukur-syukur bisa menjadi pendekar-pendekar FB yang bisa memanfaatkan FB seoptimal mungkin untuk hal-hal positif. Atau bahkan kalau bisa menciptakan jurus baru yang bisa dibagi ke pengguna FB lainnya.

Bookmark and Share

9 Responses to “Facebook di Tangan Para Pendekar”

  1. Teknologi memang seperti pisau bermata dua, tinggal bagaimana kita aja memanfaatkannya….

    jadi jgn salahkan teknologinya, salahkan penggunanya jika terjadi penyimpangan…

    Eh…Pertamax ya…hehehehe

  2. Bagi pelaku UKM dan juga pemasang iklan aktif di FB, saya melihat FB merupakan media marketing yang sangat bagus, dan terjangkau.

    Diam-diam, FB memang sejatinya banyak membantu pergerakan bisnis UKM di tanah air. Ini yang mestinya diangkat juga oleh media.

  3. bagi saya, banyak mafaatnya kok timbang mudaratnya…. Sukses, om…

  4. wah pak nukman jadi juru bicara facebook sekarang.
    Setuju banget, facebook layaknya lingkungan kita sehari-hari dalam wujud yang berbeda, ada yang baik, bermanfaat dan ada juga yang berdampak negatif.
    Layaknya sebuah lingkungan, lama-lama anggotanya akan belajar sendiri dan mengerti bahwa hal-hal yang negatif atau positif bisa terjadi kapan saja di Facebook ini. Akan lebih baik lagi jika ada Polisinya kali yah, yang dalam hal ini adalah divis cyber crime dari Polri.
    Seperti kata bang napi: Kejahatan terjadi bukan hanya terjadi karena niat pelakunya, tapi juga karena adanya kesempatan.

  5. Social comments and analytics for this post…

    This post was mentioned on Twitter by kampung_ugm: Facebook di Tangan Para Pendekar http://bit.ly/bIhCba...

  6. siipp..
    nunut share di fb ya pak nukman..
    trims..

  7. saya berharap jadi salah satu pendekarnya pak :)

  8. saya juga termasuk korban facebook, akun saya ada yang ngebajak dan bikin status yang nggak sopan

    Sudutpandang:
    Itu bukan korban Facebook, tetapi korban pembajak. Hati-hati dengan user id dan password. Sebaiknya ganti password minimal sebulan sekali, password sebaiknya kombinasi angka dan huruf

  9. FB merupakan sarana promosi termurah dan terukur untuk produk-produk UKM seperti http://taskertas.com dengan page http://www.facebook.com/pages/taskertascom/201160557592

Follow   

Twitter FB Email RSS

Search   


Recent Comments   

Rahmat Miftahul Habib:

Well, good luck, Sir… Nice to hear that.. Hope you will be more successful in the...

budi hadmajaya:

feed burner sdh dicentang pak

omagus:

di tunggu artikel kerennya..!

lukman:

wah sampai ada yang berbentuk surat :D tapi yang modusnya seperti ini pasti sudah ada langkah `mempelajari...

greatponco:

Mantaf Bang….