home
Life Style, Menulis Itu Gampang

Twitter Luna Maya, Jarak Antara Teks dan Konteks

Posted on December 17, 2009

commentsComment: 89 Comments

Dua hari terakhir ini, yang sedang marak dibahas oleh social media, media online, dan infotainment adalah teks Luna Maya di Twitter. Bunyinya sebenarnya biasa saja, setidaknya buat saya. “Infoteinment derajatnya lebh HINA dr pd PELACUR, PEMBUNUH!!!! may ur soul burn in hell!!…” Namun tanggapan publik sangat beragam, dari yang biasa saja hingga yang ekstrem. Detik.com misalnya, membuat berita berjudul “Luna Maya Ngamuk di Twitter“. Masyarakat pun mencerca Luna, mengapa seorang seleb semacam dia berkata kotor di ruang publik. Ya, Twitter dianggap ruang publik. Bahkan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), yang juga menaungi para wartawan infotainment, mungkin saja bakal menuntut seleb cantik ini. Namun, ada juga yang membelanya, dengan alasan bahwa Luna Maya sedang dalam kondisi emosional karena ruang privasinya diganggu oleh wartawan infotainment dengan cara yang arogan.

Dari sudut pandang saya, semua ini terjadi semata-mata karena ada jarak yang sangat panjang antara teks dengan konteks di dunia social media yang maya. Mengapa seperti itu?

Akan saya mulai dulu dengan menjelaskan seperti apa sih makluk yang disebut sebagai Twitter memusingkan Luna Maya ini. Twitter memang sedang fenomenal saat ini, digandrungi insan seleb dan non seleb di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Twitter adalah sebuah medium online berjejaring, yang hanya mengijinkan pemilik akunnya menulis apapun maksimal 140 karakter.  Apapun yang ditulis oleh pemilik akun Twitter, seketika itu juga berpotensi dibaca oleh seluruh follower-nya. Ibaratnya, kita mengetik 160 karakter SMS dan seketika tersebar ke semua orang yang menjadi fans kita.

140 karakter adalah jebakan konteks. Sangat sulit menyelipkan konteks di dalam teks yang dibatasi oleh 140 karakter itu. Celakanya, teks Luna Maya yang berbunyi “Infotemnt derajatnya lebh HINA dr pd PELACUR, PEMBUNUH!!!! may ur soul burn in hell!!…” adalah teks tanpa konteks. Tanpa ada pengantar apapun, teks itu muncul begitu saja di halaman Twitter follower Luna Maya.

lunamaya_sudutpandang

Mereka yang tidak faham konteks dari teks Luna Maya tersebut berhak  membangun konteks di kepala masing-masing sesuai dengan latar belakang, kehendak dan kedewasaan mereka sendiri.

Maka, terjadilah potensi keliaran konteks di mana-mana. Para pelacur dan pembunuh bisa jadi merasa bangga, karena di mata Luna Maya, status mereka kini lebih tinggi ketimbang wartawan infotainment. Atau bisa jadi juga sebaliknya, para pelacur dan pembunuh justru marah karena stratanya dianggap rendah, dan menjadi benchmark untuk tingkat kehinadinaan.

Sebagai pihak yang tersengat, sebagian dari insan media merespon dengan sengatan balik, yang tidak kalah pedasnya, dengan menuduh Luna lupa kepada media yang membesarkannya dengan bertindak arogan. Namun, sebagian insan media juga ada yang mengkritisi rekan infotainmentnya dan menyarankan sebaiknya para wartawan infotainment ini segera melakukan introspeksi diri.

Teks tanpa konteks itu berbahaya. Semakin jauh jarak antara teks dengan konteks, semakin liar konteks yang dibangun oleh setiap kepala, yang belum tentu benar. Yang kemudian terjadi adalah penghakiman terhadap teks secara semena-mena.

Saya tidak akan memojokkan atau mendukung Luna Maya maupun PWI serta para para pendukung/penghujatnya. Tulisan ini hanya untuk mengingatkan, ketika kita hidup di social media yang bergemuruh dan ceriwis ini, kita sedang hidup di dunia teks yang serba terbatas. Kita hidup di dunia yang komunikasinya hanya dengan huruf, kata, kalimat yang amat pendek.

Di dunia yang pendek itu, hanya mereka yang cerdas memuat konteks dalam tekslah yang berpontensi terbebas dari keliaran konteks yang dibangun oleh masing-masing kepala pengguna social media.

Maka, tip sederhana hidup di dunia teks social media ini cukup satu: sisipkan konteks dalam teks. Contohnya, kalimat Luna Maya yang menghebohkan tanpa konteks itu dapat berkonteks bila ditulis menjadi seperti ini:

“Dasar infotainment bedebah, mengapa memaksa interview di saat nonton film sampai melukai anak pacarku? dasar turunan setan!”

Pembaca akan mendapat konteks: Luna Maya ngamuk karena privasinya diganggu insan infotainment bahkan sampai calon anaknya terluka.

Kalimat itu sekaligus tidak melukai pihak lain yang tak berkepentingan, seperti pelacur dan pembunuh. Pihak lain itu diganti dengan sesuatu yang imaginer seperti setan.

Selamat datang di dunia teks kawan.

Bookmark and Share

89 Responses to “Twitter Luna Maya, Jarak Antara Teks dan Konteks”

  1. Sekarang ini tidak cuma pepatah “Mulutmu harimaumu” yang berlaku, tetapi “Keyboard dan Keypadmu adalah Harimaumu” juga… :-D

  2. wow…. tulisan yang sangat bijak. Satu hal, Luna Maya adalah manusia biasa yang juga punya emosi, akal dan jiwa….

  3. Social comments and analytics for this post…

    This post was mentioned on Twitter by berusaha: Twitter Luna Maya, Jarak Antara Teks dan Konteks: Dua hari terakhir ini, yang sedang marak dibahas oleh social .. http://bit.ly/8ivN9H...

  4. dan, baru saja ada berita, bahwa wartawan infotainment akhirnya resmi melaporkan luna ke polisi atas tuduhan pencemaran nama baik. pak nukman siap ya kalau diminta jadi saksi ahli hhehehehehe

  5. Saya mendukung Luna Maya, wartawan infotainment memang sedikit kurang ajar dalam meliput cerita..

  6. Semua tergantung kedewasaan dalam bersocial media dimanapun tempatnya. Tidak hanya dari yang memiliki social media, tetapi melainkan orang lain yang melihat, membaca, dan memahami bahasa yang digunakan.

    Karena disocial media, secara tidak langsung ‘baik dan buruk’ kebiasaan seseorang akan dilihat banyak orang melalui hanya 140 character.

    So, be wisely dalam menggunakan social media and i’m agree with om Nukman.

  7. hayo pak nukman harus mau loh jadi saksi ahli, mosok bapak itu lagi yang jadi saksi, ntar doi bakal bilang twitter hanya trend sesaat :-)

  8. @mumu wartawan infotainment harusnya belajar dari @tifsembiring. Kayak apa dia di maki. Toh yg maki dapat hadiah.

    Kalo dikit2 tuntut nggak usah mainan twitter. Saya setuju konteksnya harus difahami. Wong emmahami Al Quran saja harus tahu asbabul nuzulnya (konteks).

  9. .
    Sungguh mencerahkan, Gan…

  10. saya ga pernah lg nonton infotainment indonesia… isinya memang SAMPAH, remeh temeh ga penting, tp pasti disukai pengiklan.

  11. Dalam usaha saya mendapatkan konteks dari cerita ini, saya sampai membaca Kode Etik Jurnalistik. Ada yang pernah baca?

  12. Sepertinya intinya adalah peta pemikiran kita mas alias sesuai dengan domainnya mas balik lagi ke sudut pandang.
    Terima kasih atas pencerahan sudut pandangnya

  13. atau mungkinkah bola liar itu memang agak “sengaja” digulir2kan dan “dikemas” oleh infotainment supaya menjadi produk baru yang siap mendongkrak rating? mungkin saja sebetulnya teman2 infotainment tidak lah setersinggung yang digambarkan atau sebetulnya mereka sadar itu sangat sepele, hanya saja mereka memilih utk memanfaatkan situasi (kesulitan) seseorang utk mengambil keuntungan darinya?

    ain’t that typical?

  14. ehmmm….keren bahasannya…..sekaligus pencerahannya….yup…paling tidak keduanya bisa saling memahami profesinya masing2….cape deh klo udah saling tuntut menuntut…, yang pasti berdamai akan lebih baik….

  15. Saya setuju dengan bapak…

    kasihan luna maya.. dia waktu itu emosi saja.

    wartawan juga yang selalu memuat berita kian memojokkan. infotainment murahan.

    memutar balikkan fakta.

  16. Tulisan ini mengingatkan saya waktu mata kuliah Ilmu komunikasi dulu. Memang terkadang dalam bentuk komunikasi teks, konteks sering menjadi kabur hingga menjadi kesalahpahaman. Belum lama ini, di milis yang saya ikuti juga begitu. Kekaburan konteks.

  17. Seandainya dia nulis “Infotainment derajatnya lebh HINA dr pd MIYABI!!! may you burn in compact disk!”
    Pasti lain ceritanya

  18. bahasan yang menarik pak krn seringkali yang kita ya semau gue. asal ngetik aza

  19. mangkanya saya tiada pernah puas hanya dengan 140 karakter saja. saya butuh berpanjang2 kata untuk menjelaskan emosi saya. mangkanya saya tetap lebih milih buat nulis di blog :D

  20. Tadinya mau ikutan serius komentar eh malah baca yang ini

    “Dasar infotainment bedebah, mengapa memaksa interview di saat nonton film sampai melukai anak pacarku? dasar turunan setan!”

    Jadi ngakak.. Jadi biar ngga bingung nanti saya usulkan biar twitter support 1400 karakter atau kalau perlu 14000 karakter sekalian.

  21. Manusia punya batas kesabaran
    seperti mbak luna dia hanya manusia biasa yg sewaktu2 emosinya meledak hanya karena gosip yg memojokkan dia ya kalau gosip itu benar tapi kalau gosip itu salah akan menimbulkan fitnah seperti pepetah mengatakan ” Fitnah Lebih Kejam dari Pembunuhan”

  22. mungkin luna maya sekedar kesel aja, di tumpahin di twitter. sayang keselnya luna maya mah beda sama keselnya orang biasa.. urusan bisa panjang.. :D

  23. kok bisa lho ya ngomong gitu…
    ga punya kaca kali ya…

  24. k’luna yg sbr ya,..mg mslhnya cpt selesai nh hanya cobaan dr Allh,..n saran q lakukn klarifikasi aj,….q ngefans bgt am kak luna,….byk yg msh syg am k’Luna kok…..

  25. badaipastiberlalu Says:

    Emg bener yah infotainment tuh busuk..hal yg ga penting mereka kasih tau ke org2

  26. sayang, undang-undang kebebasan bagi jurnalis,tidak berlaku bagi orang lain.

  27. Pisahkan saja wartawan Infotainment dengan Wartawan Professional [Non Infotainment]

    Bisa buka organisasi sendiri. Karena yang diperjuangkan sangat beda dengan perjuangan teman-teman wartawan yang sebenarnya.

  28. setuju banget… namanya manusia, kalo diganggu terus kan bisa marah juga…. wartawan juga manusia toh…? coba deh banyangin kalo kalian para wartawan jadi luna maya ato seleb laen yang sering kalian kejar2 untuk dapat berita….. kumaha?

  29. Siswo Nugroho Says:

    No comment
    Cuma yg saya tau infotainment acara tak bermutu lg menjijikan.

  30. mengutip kata2 salah satu tokoh negeri ini, ‘gitu aja koq repot?’, infotainment and artis saling membutuhkan.. harus saling pengertian dunk.. yang damai gt.. :D

  31. Kata-kata pembunuh kepada infotainment mungkin bisa diartikan “pembunuh karakter” karena memang infotainment sering membunuh karakter sumber beritanya. Kata-kata pelacur bisa diartikan melakukan apa saja demi uang. Wartawan infotainment memang akan melakukan apa saja termasuk memberitakan aib orang agar beritanya laku dijual. Jadi bisa disebut pelacur juga dalam konteks yang lain.

  32. yhhh,,kita hidup sama2 butuh makan…sama2 ingin di hargai…jangan jadi pelacur melaukukan sesuatu hanya untuk uang…jangn jadi pembunuh yang membunuh langkah..dan keinginan seseorang

  33. Mas, sampeyan gak takut dituntut setan ya nyama2in setan dgn infotainment ?!

  34. wow kk wow kata2nya sangat menarik banget tuh..menurut saya sih mba luna munking marah karena anak pacar mba luna kena kamera jd wajar2 aja sih klo kata saya mah.saya juga kalo di posisi mba luna munkin akan begitu,nanti klo anak itu kenapa2 gmn ayo nanti malah di putusin kan ga mau tuh…yang sabar aja mba luna nama nya juga cobaan munkin ya….

  35. Semestinya wartawan lebih arif, kalo dalam kemarahan luna bisa berkata begitu bercermin dong, gimana SOP yang wartawan pake. Bener ga?

  36. Nice Posting…

    saya sendiri sih menilai kedua pihak salah, dan saya tidak membela pihak manapun..

    Luna maya tidak belajar dari kasus prita yang terjebak oleh sesuatu yang bernama internet dan UU ITE, internet seharusnya dimanfaatkan untuk yang berguna bukan untuk yang aneh-aneh.

    Wartawan Infotaintment juga tidak bisa melihat situasi, waktu dan kondisi dengan baik pada awal (penyebab) mula kasus ini.

    saya sendiri melihat kasus ini sebagai pembelajaran untuk menggunakan media internet dengan benar dan tidak gegabah, juga lebih memperhatikan logika daripada perasaan.

    thanks atas pencerahannya. saya simpan ya, sebagai referensi dan dokumentasi..salam..

    again, great posting..

  37. terimakasih Om Nukman,
    saya belajar lagi.

  38. Low menurut q ci Luna Maya jg ga spenuhnya bisa disalahin dunkz…….
    Coz emang kadang yg nama na Paparazzi tu bikin stres…..
    Kita gak boleh men-judge Luna Maya gt ja dunkz….
    truz harus na tu para wartawan sadar diri…..
    ga sah bwat gosip yg aneh2…..
    Low dah gini bsa na cuma nyalahin orang….
    “Maling teriak maling….”

  39. DASAR!!! NGOMONG TUH DIJAGA DONK……..JGN ASAL NGOMONG AJAAAAAAAAAAA!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

  40. Brovo Boz Nukman.Ulasan yg sangat tepat dan bisa memberi inspirasi bagi para tweep agar bisa selalu berhati-hati ngetwet. Salam

  41. saya mendukung luna…
    jgn trlalu gegabah lah…pikirkan knp artis bisa bilang gt?apa sebabnya?
    luna jg manusia biasa,yang ga jauh dr khilaf…punya bts kesabaran…N klo mau meliput brita yg sabar,liat kondisi artisnya..

  42. oh ada konteksnya to……. kirain :-D…
    nice post…memandang suatu masalah dengan sudut pandang yang lain

  43. wah parah bgt tuh lunmay,
    udah kyk jalang aj omongannya,
    dasar ga taw dri,
    ntar di kutuk jd batu baru taw rsa,
    utk org yg ngebela lunmay tlong periksa otak lo smwa..

  44. sebagian besar dari kita masih belajar mengemukakan pendapat dan perasaan secara terbuka, jadi kurang dewasa ketika disodorkan ‘data’ di twitter lunmay.

    ironisnya, ini justru terjadi pada wartawan infotainment yang merupakan pekerja informasi.

  45. Waduh, susah juga menyelipkan suatu konteks pada ‘lahan sempit 140 karakter’ pada saat emosi sedang menguasai diri ^_^. Mungkin kalo dikasih 1000 karakter masih bisa sedikit dipikir konteksnya hehehe.

  46. Yay, intinya sih jangan diartikan secara harafiah aja semuanya. Seperti kata Oom tadi, harus liat konteksnya juga lah yaw.

    Akan tetapi saya fikir ini kan masalah oknum tertentu dengan Luna Maya. Jadi gak bisa juga digeneralisasikan ke semua Jurnalis. Kasihan yang memang bener2 memegang prinsip dan kode etik jurnalistik.

    Intinya sih,artis / public figure saling membutuhkan atau simbiosis mutualisme. Jadi gak perlu juga saling ungkat-ungkit jasa di sini. Kerja sama yang baik, harmonis dan tentunya mendidik publik dunkz..

    Ya gak,ya gak….???

  47. saya prihatin, masalah kecil kok dibesar2in. damai sudah.

  48. Tulisan saya ini membahas text dan konteks, mohon kalau berkenan, komentar mendukung/menghujat LunaMaya, PWI maupun pekerja infotainment sebaiknya tidak perlu disampaikan di sini.

    Akan lebih berharga jika membahas soal teks dan konteks ini.

    Terima kasih

  49. sekedar sharing,

    Prita Mulyasari dan Luna Maya: Opera van Internet Khas Indonesia

    http://ictwatch.com/internetsehat/2009/12/21/prita-mulyasari-dan-luna-maya-opera-van-internet-khas-indonesia/

    mudah2an bermanfaat.

    -dbu-

  50. Sesuai dengan judul tulisan sebelumnya,”Facebook dan Twitter Menjadi Pencatat Amal Baik dan Buruk”

    apa yang telah dituliskan oleh Luna Maya akan tercatat, dan terserah pembaca menilainya.

    apakah itu baik atau buruk?

    terserah mereka menilai dari “sudutpandang” yang mana?

  51. Ulasan yang cukup bagus dari sudut pandang yang lain……namun kalu Saya melihat ini dari sudut pandang saya pula bahwa ini adalah sebuah TREND dari fenomena yang timbul dimasyarakat kita saat ini, dimana begitu gampang nya menuntut secara hukum sebuah “uneg-uneg” (entah itu 140 karakter atau 14 juta karakter, atau berkonteks maupun tanpa konteks) yang disampaikan seseorang melalui ketikan kalimat disebuah alat canggih yang namanya komputer yang terintegrasi dengan suatu jaringan masa depan yang disebut internet — yang nota bene uneg2 itu sebenarnya bersumber dari hasil interaksi antara 2 pihak ini, yang satu pihak mungkin mengalami kekesalan yang memuncak yang tidak dapat disalurkan ketika mereka masih berhadapan,dan akibatnya untuk
    menumpahkan akumulasi kekesalan tersebut, konon terdapatlah benda ajaib ini (komputer),untuk menampung semua kalimat yang disalurkan melalui jari-jari lentik (tak ada mulut yang berperan disini—sehingga pepatah “mulutmu harimau mu”, sudah mulai bergeser monopoli makna nya). Kalaulah si Lunayan atau si Pittauli menumpahkan kekesalannya kepada batu, tentu dia tak akan dituntut batu tersebut, karena batu akan diam seribu bahasa. Separah apapun ungkapan kekesalan yang ditumpahkan ke batu, batu tak akan membalasnya. Namun realitanya masyarakat kita sekarang tidak lagi hidup di ZAMAN BATU…namun sudah hidup di ZAMAN CYBER yang tentu pula dengan segala konsekwensi nya harus kita hadapi. Entah itu latah atau apalah namanya itu….hal ini memang sedang zaman nya atau bahasa gaul nya TREND. Kadang jadi kepingin hidup ini kembali ke zaman batu…..hi..hi….hi…

  52. ya…marah lah para awak media di katain si luna gitu apa lagi sumpah serapah ibu-ibu yang melahirkan anak yang sekarang bekerja jadi awak media..ya walau aku penyiar biasa belum jadi artis…tapi kalau baca posting si luna, agak ketar-ketir juga aku….satu kata aku
    “dah nggak beres lagi cewek satu ne”….

  53. masih belum puas ne….buat luna maya dan rekan se profesinya kalau mau curhat mending buat account jejaring yang sesama artis aja…jangan yang untuk fans atau apalah, mungkin mereka lebih ngerti masalah cerita,coz nggak ada satu kerjaan pun yang nggak membo0sankan. president sekalipun….one more..agak iklan
    add ya…ndynata ega/facebook.buat orang medan yang punya event dan cari MC murah….gw siap.

  54. hehehe, komentarnya ada yang lucu ^_^.

    Menyambung comment saya sebelumnya, terkadang sulit memang menuliskan sesuatu dengan space yang sekecil itu dan harus menggambarkan sebagian besar konteks atau problem domainnya. Mungkin kalo nulisnya dengan kondisi pikiran jernih, dan emosi stabil seharusnya bisa ya :)

  55. [...] takut dengan tren yang ada sekarang ini. Mulai dari kasusnya Prita Mulyasari sampai dengan kasusnya Luna Maya, semuanya bikin aku mikir, sebuah akun personal di Internet tidaklah lagi bisa dihormati dengan [...]

  56. ya seharusnya luna maya menjaga emosi.. klo emg mulis di twitter spt itu berarti da maksud br diketahui orang bnyk. kasian wartwn kn jg nyari uang, skg cr kerja susah !! pa lagi pelacur tu kan himpitan jaman. sgt disayangkan !!

  57. analisa yang menarik,
    xaman sudah banyak berubah. seseorang bisa menjadi apasaja hanya dengan internet dan imajinasi. hhe

  58. Ide dengan memberi Kontek Twitter yang Tepat ke Mbak Lunanya cukup mantap mas :)

  59. Ada Kasus Pritha…?
    ada Kasus Luna MAya….?
    Gi mn Klo Aq bikin Kasus Biar Tren Gitu…???
    SEmua-Nya Bodoh….
    Bodoh Amat ……? Aq lebih suka Nonton TV Luar Dari Pada TV LOKAL…?
    Kecuali TVRI
    Semua Tidak Mendidik……………………?
    Persis Yang Katakan Luna Mayang

  60. Menurut saya, kejadian ini membuat dua-duanya bakal lebih laris, minimal dua hari (berapa karakter ini?, dan beruntunglah yang membaca postingan pak Nukman ini

  61. ya maklum kan yang bikin sensasi cakep and lagi booming jadi digede gedein.coba kalau yg nulis seleb jaman dulu. ga bakalan di gubris…
    cuek aja lun…!

  62. eehh…
    jan salah…yang ribet sok buat ruwet yang gak seharusnya diadain kog diada adain tuh siApaaa?????
    kita bebas ngomong mas

  63. ya, begitulah kalau jadi orang tenar, ngomong apapun bisa jadi bahan untuk dijual.

    infotainment bisa laris, ada bahan buat ngisi blog, ada pemikiran baru, akan lahir tatanan bahasa di jejaring sosial.

  64. Makin heboh aja nih kasus Luna..
    Memang bener deh kata pepatah
    Mulutmu harimaumu

    Ya harus lebih berhati2 aja..
    Semua ada hikmahnya koq (H)

  65. Infotainment disukai ibu-ibu sampai remaja, bahkan jadi trend-setter… Padahal kadang2 informasinya ditambah dan dikurangi supaya makin laku, makin naik rating dsb..
    Kalau ingin tayangan yg mengumbar ‘aurat’ semua selebriti ini berenti maka, cegahlah anak, ibu dan saudara2 kalian untuk menonton tayangan infotainment ini di televisi..
    Yakin, tayangan infotainment-nya bakalan brenti!!

  66. kasus ini kalau menimpa orang biasa, maka pasti gak akan terjadi apa-apa,
    untuk itu bagi yang merasa bukan orang biasa, perlu hati-hati memijat keyboard

    berbahagialah orang biasa
    mau ngapain aja gak ada yang peduli

    kawin cerainya orang biasa banyak banget tuh, kasusnyapun kadang aneh-aneh, tetapi ya nggak ada yang mempermasalahkannya, wongmereka hanya orang biasa

    salam dari orang biasa-biasa saja
    salam

  67. sharusnya para artiz bza memberi contoh xg baek bgi WNI karna pra artiz adalah sumber contoh bagi org bysa.n shrznya infotaiment jg nayangin hal2 xg pzitif.n gk perlu lah nayangin hal xg bwt org tersinggung,gk prlu jg lah trllu mngobrak ngabrik khidupan pribadi para artiz.krna it akn mnimbulkan konflik bgi pra artis n media infotaiment xg sharusnya bza krja sama dg baik

  68. peace.. aja deehh…Orang khilaf kali ya. :)

  69. sebenarnya kan dengan kasus ini infotainment juga kebanjiran rejeki kan? :D

  70. Maaf baru liat postingannya Pak Nukman. Komen bapak teridentifikasi sebagai spam di tempat saya. Entah kenapa.
    Tipsnya jitu sekali pak. Menyelipkan konteks. Memang orang lain tidak mungkin mengetahui konteks pemikiran kita kecuali yang kebetulan berada di sekitar kita saat itu. Jadi, kitalah yang mesti memberitahukan konteksnya. :)

  71. Zaman skrg sudah gila, kehidupan sudah bisa diibaratkan seperti kehidupan Rimba. siapa yang kuat dia yg berkuasa…, siapa yang lemah dia akan dirugikan

    Menurut saya undang-undang seperti pencemaran nama baik sering sekali disalah gunakan oleh pihak2 yg ingin meraih keuntungan…
    Saya gak pernah setuju dengan UU yang satu ini. krn sangat rentan.

    coba diPikir2…, apa bagusnya Infotaiment itu? bukannya itu GHIBAH, Penyebar AIB manusia. memang pantas untuk di hapuskan.. Jadi jaman skrg sudah susah untuk membuktikan mana yang benar mana yang salah.. !

  72. jangan keterlaluan kalo nggomong kalo g ada infotaiment g mngkn bs kyk skrng…

  73. jadilah orang yang sabar….krn jadi orang besar banyak gangguannya….

  74. orang yang bijaksana mengerti apa yang akan dilakukan dan akibatnya nanti.

  75. no Comment …

  76. saya suka teks berkonteks versi pak Nukman :-) mungkin nanti perlu diadakan ada kursus ber-tweet yang baik :-)

  77. Tetep q suka luna,hebat sich..

  78. aq sie kalau ada luna ama ariel di rcti dll baru nonton infotaiment, kalau tidak ada berita tentang luna maya ya… mendingan nonton metro tv aja. karena gosip artis2 yang lain enggak sreg (alias gosip murahan)

  79. luna…, kami tetap sayang ama kamu…

  80. aku sayang kamu luna meski kamu jelek……
    aku cinta sama kamu luna……………

  81. i love you luna,,,pertahankan,,,?

  82. luna maya tersandung dunia maya lagi … .

  83. Cuma mau sumbang pemikiran utk. mengkritisi tulisan yg sudah dituangkan didalam “Twitter Luna Maya, Jarak Antara Teks dan Konteks”.

    Walaupun saya tidak setuju dgn pendapat bahwa kedua profesi ini adalah lebih rendah dari profesi lainnya, namun apakah mayoritas masyarakat Indonesia bisa berpendapat demikian. Adalah “Hipokrit” kalau dibilang “Para pelacur dan pembunuh bisa jadi merasa bangga, karena di mata Luna Maya, status mereka kini lebih tinggi ketimbang wartawan infotainment. Atau bisa jadi juga sebaliknya, para pelacur dan pembunuh justru marah karena stratanya dianggap rendah, dan menjadi benchmark untuk tingkat kehinadinaan” Cara pandang orang Indonesia-lah yg justru menempatkan kedua profesi ini ditempat yg paling rendah derajatnya, Jadi pandangan Luna Maya tidak lah salah kalau menurut konteks pandangan orang Indonesia, malah saya beranggapan pihak infotainmentlah yg justru berupaya ingin menarik posisi Luna Maya ini untuk dimasukkan kestrata yg paling hinadina itu tadi. :(

  84. sekarang terbukti siapa yang palacur kan luna???

  85. Yang sabar ya Luna.. wa ga salahin kata2 itu, seorang publik figur bukan hanya artis juga bisa mengungkap itu kalau mereka merasa tertekan..
    Namanya artis juga manusia pasti punya batasan..
    Tapi Buat para pemburu berita kadang batasan itu di buang..coba kalo kalau di balik jadi artis..
    Kalau semua menghujat Luna karena tulisannya..
    Kalau Luna Mau lepasin unek2 kemana..
    mau teriak entar di bilang Luna dah gila..
    mau nangis.. mungkin ga ada lagi air mata..
    sementara pancingan emosi terus berdatangan..
    orang nyetir mobil lagi nyantai aja kalau di potong orang kita bisa berbuat pidana ko..
    sekarang pertanyaannya:
    pencari berita itu sama enggak ya sama paparazi..?

  86. hah lebay bgt si orang2* tapi tetap semangat ya… luna aku selalu memberi dukungan pd mw yang sabar pasti gosip ny nanti juga ilang sendiri
    CUEXS AJA ….

  87. no comment aja lah

  88. Meidi Dwi Cahyo Says:

    Setiap Musibah Pasti Ada Jalan KeluarNya,
    Buat Luna Maya Yang Kuat Untuk Menghadapi segala cobaan………….

  89. Meidi Dwi Cahyo Says:

    Ingat Jasa Luna Jangan Mengingat Hal yang Tak Perlu Diingat…(Hal Nagatif)

Leave a Reply

Follow   

Twitter FB Email RSS

Search   


Recent Comments   

Rahmat Miftahul Habib:

Well, good luck, Sir… Nice to hear that.. Hope you will be more successful in the...

budi hadmajaya:

feed burner sdh dicentang pak

omagus:

di tunggu artikel kerennya..!

lukman:

wah sampai ada yang berbentuk surat :D tapi yang modusnya seperti ini pasti sudah ada langkah `mempelajari...

greatponco:

Mantaf Bang….