home
Inspirasi

WS Rendra: Hidup Tidaklah untuk Mengeluh dan Mengaduh

Posted on August 6, 2009

commentsComment: 17 Comments

ws_rendra_007

Hidup tidaklah untuk mengeluh dan mengaduh.

Hidup adalah untuk mengolah hidup.

Bekerja membalik tanah.

Memasuki rahasia langit dan samodra.

Serta mencipta dan mengukir dunia.

Kita menyandang tugas.

Karena tugas adalah tugas.

Bukan demi sorga atau neraka.

Tapi demi kehormatan manusia.

Karena sesungguhnyalah kita bukan debu.

Meski kita sudah reyot, tua renta dan kelabu.

Kita adalah kepribadian.

Dan harga kita adalah kehormatan kita.

Tolehlah lagi ke belakang.

Ke masa silam yang tak seorang pun kuasa menghapusnya

sajak oleh WS Rendra.

catatan:

WS Rendra meninggal dunia Kamis, 8 Agustus 2009. Sang burung merak Indonesia itu terbang selamanya pada malam hari pukul 20.30 WIB.

“Hidup Tidaklah untuk Mengeluh dan Mengaduh” adalah sajak yang baru saya baca saat Rendra meninggal. Meski baru sekali membaca, sajak ini langsung menyentuh saya.  Sangat menginspirasi saya. Mohon izin bang Rendra untuk saya bagi di sini, barangkali dapat menginspirasi ke pembaca Sudutpandang.com.

Bookmark and Share

17 Responses to “WS Rendra: Hidup Tidaklah untuk Mengeluh dan Mengaduh”

  1. benar-benar puisi yang dahsyat..

  2. [...] dari Sudut Pandang, dan kemudian tersentil oleh isi puisi Sang Burung Merak ini (setelah jutaan keluhan dan makian [...]

  3. Saya termasuk orang yang tidak terlalu kenal Rendra secara pribadi. Tapi saya ikut kehilangan salah seorang tokoh sastra Indonesia yang terkemuka. Innalillahi wa inna ilaiho rojiun.

  4. Dulu saya merasakan puisi2 Rendra aneh, setelah diresapi ternyata menggetarkan.
    Favorit saya (waktu SMP): Balada Terbunuhnya Atmo Karpo.

  5. Ini puisi yang dikutip koran Kompas kemaren, menakjubkan dan harus saya akui meski saya nggak suka puisi, pak :)

  6. selamat jalan Bung Rendra.

  7. sajaknya bagus dan dalem..
    pas kebetulan kemarin sempat down, habis baca ini jadi sedikit terangkat lagi.. :)

    selamat jalan, ws rendra..

  8. Rinaldi Rumapea Says:

    Karya sastra yang indah dan bagus,
    Selamat jalan bung Rendra, karyamu akan kami ingat selalu.

  9. karya yg baguss…..
    slmt jalan bwt rendra

  10. Wahhhhhh KEREN2,

  11. Dia adalah seorang Maestro yang sangat aku cintai. Dia adalah guruku dalam hdiup, sehingga aku mempunyai daya hidup. Selamat jalan Mas Wily, selamat jalan Sang Guru. Semoga Allah menerima amal baktimu. aamiin.

  12. ga pernah kenal Rendra sebelumnya, tapi dia memang fenomenal sebab rajin menggugat hal yang secara humanisme tidak pada tempatya. tapi siapa yang tahu thoh?

    setidaknya, karya-karya Rendra mengajak orang-orang untuk tetap bertahan hidup, apa pun keadaannya..

  13. percuma mengeluh dan mengadu karena tak akan membawa perubahan apa apa, yang diperlukan adalah tindakan dan perjuangan…..

    tetap semangaddd
    http://edelweisbox.com/

  14. Saya sudah lama membacanya, bahkan mendengarkan kaset kumpulan puisi yang ia bacakan. Terus terang puisi dahsyat ini masih selalu jadi pergumulan pemikiran sehari-hari buat saya. Penyemangat juga.

  15. S’lmt jalan Sang Burung Merak Indonesia…..

  16. luar biasa ya puisinya,
    semoga amal ibadahnya diterima disisiNya..
    amiin

  17. barangkali ada buku yg berisi kumpulan puisi ws rendra. minta judulnya dan dimana bisa membelinya. saya kagum dg bebrapa puisi yg pernah saya baca…

Leave a Reply

Follow   

Twitter FB Email RSS

Search   


Recent Comments   

Rahmat Miftahul Habib:

Well, good luck, Sir… Nice to hear that.. Hope you will be more successful in the...

budi hadmajaya:

feed burner sdh dicentang pak

omagus:

di tunggu artikel kerennya..!

lukman:

wah sampai ada yang berbentuk surat :D tapi yang modusnya seperti ini pasti sudah ada langkah `mempelajari...

greatponco:

Mantaf Bang….