home
Review

Hybrid, Mobilnya Orang Mapan dan Berpendidikan Tinggi

Posted on August 1, 2009

commentsComment: 12 Comments

Indonesia International Motor Show (IIMS) 2009 kali ini sungguh berbeda dengan tahun lalu. Kali ini pamerannya di arena PRJ Kemayoran, cukup jauh dari pusat kota. Padahal tahun lalu digelar di pusat kota, di JCC, Jl Sudirman, Jakarta. Tahun lalu saya diundang Toyota Astra Motor beserta para blogger lain untuk melihat stan Toyota. Tahun ini saya juga diundang, namun diberi kesempatan untuk menjajal mobil hybrid andalan mereka, yakni Toyota Prius, selama beberapa hari.

Saya sesungguhnya pengguna dan penggemar mobil SUV, yang sesuai dengan karakter. Namun, karena mesin hybrid didengung-dengungkan sebagai mesin yang irit bensin dan akrab lingkungan karena memadukan bahan bakar dan listrik untuk menggerakkan mesin mobil. Saya ingin betul merasakan, sejauh mana kemulusan perpindahan dari bensin ke baterai. Tentu saja, saya juga ingin bersensasi-ria dengan mobil hybrid yang digemari para selebritis top dunia seperti Tom Hanks, Meryl Streep, Sting, Cameron Diaz, Tim Robbins dan Leonardo DeCaprio ini.

2010-prius-full

Maka saya simpan mobil SUV saya sementara waktu,  dan saya kendarai Toyota Prius generasi kedua untuk berbagai kesempatan. Pertama kali, saya menjemput Hana pulang sekolah di SMA Labschool Kebayoran. Setelah mengendarai cukup jauh menelusuri perjalanan pulang ke rumah, Hana langsung melemparkan usulan: “Ayah beli aja mobil ini,” katanya. Mengapa? tanya saya. “Kan untuk melestarikan lingkungan, menyelamatkan bumi. ” ujarnya. Aha….

Saya sendiri sepanjang jalan sambil memperhatikan panel energy monitor. Ketika saya menginjak gas dan melaju kencang atau melewati tanjakan, roda digerakkan oleh mesin hasil pembakaran bahan bakar. Ini saya rasakan ketika berlari kencang di jalan tol. Namun, begitu jalan menurun, atau kecepatan berkurang, maka yang bekerja adalah baterai yang selalu di-charge ketika mesin hidup. Komputer akan menentukan sendiri apakah mesin mobil digerakkan oleh bahan bakar, elektronik (bateri), atau gabungan keduanya. Yang jelas, dengan kombinasi itu, mobil memang jadi irit bahan bakar. Saya bisa menempuh 30-an km hanya dengan 1 liter bensin. Dengan demikian, otomatis juga makin kecil polusi yang ditebar ke jalanan.

6_interior_navigation

Soal lain-lain, kehebatan interior, exterior, kehalusan dan kehandalan mesin rasanya Toyota tidak ada masalah. Boleh dibilang, ketika mencoba mobil hybrid, yang saya pikirkan adalah soal lingkungan. Persis seperti yang disampaikan Hana: beli mobil hybrid terutama karena alasan pelestarian lingkungan.

Hasil penelitian Ken Kurani, Tom Turrentine, dan Rusty Heffner of UC Davis’s Institute of Transportation Studies bahkan menujukkan hal yang lebih mendasar. “Mereka membeli mobil hybrid untuk mengekspresikan visi mereka mengenai dunia yang lebih baik untuk anak cucu mereka, sekaligus mengajak seluruh dunia agar menjadikannya sebagai tujuan bersama.”

Tidak mengherankan jika demografis pembeli mobil hybrid itu mereka yang sudah mapan secara ekonomi. Pada 2004, J.D. Power melaporkan pendapatan pemilik mobil hybrid di Amerika Serikat $100,000 per tahun, lebih tinggi dari pembeli mobil rata-rata yang $85,000 per tahun. Pada 2007, riset terhadap 118 pembeli Totoya Prius oleh Topline Strategy Group, menunjukkan, 71 persen responden bergaji lebih dari $100,000 per tahun. Pada tahun yang sama, studi Scarborough Research terhadap sekitar 1,000 pembeli mobil hybrid - bukan hanya Prius- menunjukkan bahwa 42 percen memiliki pendapatan lebih dari $100,000 per tahun.

Fakta juga menunjukkan, pembeli mobil hybrid  berpendidikan tinggi. Walter McManus dari the University of Michigan’s Transportation Research Institute sampai ternganga, “Empunya mobil hybrid memiliki latar belakang pendidikan yang lebih tinggi dari empunya mobil jenis mana pun”. Menariknnya, mereka juga memilihi habit lain yang amat sehat, seperti makan makanan organik, yoghurt, kopi tanpa kafein, juga suka olahraga sehat termasuk yoga. Coba simak behavior mereka di sini.

Usulan Hana yang hanya mengacu pada satu faktor utama, yakni pelestarian lingkungan, sungguh tepat.  Faktor lain, termasuk  harga yang mahal, urusan berikutnya.

Maka saya pun mencoba Toyota Prius ke mana-mana tanpa memikirkan hal-hal teknis. Sudah pasti nyaman. Sudah pasti enak di pakai. Ekteriornya bagus, apalagi dengan hatchback-nya. Mobil pinjaman Toyota Astra Motor itu pula yang saya pakai untuk berangkat dan pulang ke seminar online strategi saya ke dua tahun ini, yang bertajuk “Strategi Manajemen Krisis Online, dengan Studi Kasus Lokal” di hotel Interkontinental Jakarta, Rabu 29 Juli 2009.

img_0307

Bookmark and Share

12 Responses to “Hybrid, Mobilnya Orang Mapan dan Berpendidikan Tinggi”

  1. Yah, saya ndak diajak muter2 pake Prius. Tapi sampeyan jadi beli kan?

  2. jadi.. beli apa enggak om.. :)

  3. Bagus pak Nukman mobilnya :-)

    Saya jadi ingin mencobanya juga, hehehe..

  4. Mungkin lebih tepatnya mobil buat Pak Nukman kaleeeee… udah mapan banget…he he he

  5. wah enak bgt…mau donk…:D

  6. Perkataan anak kecil itu terkadang lebih mirip sabda seorang begawan/resi, mereka lebih mengetahui hakekat kehidupan dari pada orang yang dewasa..
    beli aja pak.. hehehehe

  7. saya doakan pak moga cepet punya.

  8. Saya tetap melihat sisi PR & Marketing dari Toyota ini. “Memanfaatkan” para blogger untuk mereview produk mereka setelah merasakan sendiri (self experienced, bukan “katanya”) produk tsb… Efek dari review ini akan bergulir seperti bola salju, apalagi nantinya juga terindex oleh Google, dilink sama blogger lain, dishare di Facebook dsb…. gak heran, Toyota kan kliennya pak Nukman juga, he..he..he.. Top markotop lah…!!!

  9. Semoga saya bisa cepet punya..hehehe

  10. saya setunju dengan putri anda mas… mobil hibrid itu betul memang hemat energi.. saat besin untuk membakar mesin tidak berfungsi maka secara otomatis akan dipindahkan ke energi electrik…

    saya juga pernah menulis artikel yang sama di blog saya /science-technology/hybrid-car/… kupas tentang keunggulan dan kelebihan..mobil hybrid si Green Cars…salam kenal mas…

  11. Kapan ya bisa nyicipin mobil kayak gini … keren!

  12. kalo harga gak ada masalah memang kudu mikir lingkungan pak. apalagi nanti muncul mobil magnet, bakal lebih ngirit bensin lagi.. 300km per liternya.. :-D

Leave a Reply

Follow   

Twitter FB Email RSS

Search   


Recent Comments   

Rahmat Miftahul Habib:

Well, good luck, Sir… Nice to hear that.. Hope you will be more successful in the...

budi hadmajaya:

feed burner sdh dicentang pak

omagus:

di tunggu artikel kerennya..!

lukman:

wah sampai ada yang berbentuk surat :D tapi yang modusnya seperti ini pasti sudah ada langkah `mempelajari...

greatponco:

Mantaf Bang….