home
Entrepreneurship, Inspirasi, Tips Bisnis

Berbagi Malah Untung

Posted on August 2, 2009

commentsComment: 29 Comments

Beberapa kali dalam beberapa kesempatan saya dapat pertanyaan mengenai blog Virtual Consulting yang secara berkala menulis berbagai strategi pemasaran di dunia maya.  ”Apa tidak khawatir kalau tulisan itu dibaca pesaing, sehingga mereka makin pintar dan bisa menjadi pesaing tangguh? Apa tidak takut jika blog itu justru melahirkan perusahaan-perusahaan baru seperti Virtual Consulting?” Pertama kali mendengar pertanyaan itu beberapa tahun lalu saya terkaget-kaget lantaran tidak pernah sekali pun pertanyaan itu terlintas di benak saya.

Namun, setelah sekian banyak bertemu dengan banyak orang, termasuk para pengusaha kecil menengah, saya baru sadar bahwa ada diantara mereka yang berpikiran seperti itu. “Saya tidak mau berbagi ilmu dengan karyawan saya pak. Kapok. Sekali mereka pintar, mereka membangun usaha sendiri dan menjadi pesaing langsung.”

Di acara Milad kedua TDA (Tangan di Atas) Malang, Minggu 2 Agustus 2009, pun ada kisah serupa. Seorang pengusaha kesal karena karyawan andalannya dibajak (bahkan kemudian dinikahi) pesaingnya. Dalam tempo cepat, pesaingnya itu bisa melakukan banyak hal seperti usahanya berkat dukungan mantan karyawannya itu.

Ya, apa boleh buat, pernik-pernik cerita seperti itu akan selalu ada. Namun itu tidak mengurangi niat saya, juga banyak pihak yang saya kenal seperti Roni Yuzirman dan  pengusaha TDA lain, untuk terus berbagi ilmu dan inspirasi.

Kenapa saya dan lainnya tidak takut? Ini jawaban pribadi saya ketika diundang sebagai pembicara di acara Milad kedua TDA (Tangan di Atas) Malang kemarin, dengan tema Online Entrepreneurship.

nl_tdangalam

Pertama, karena dengan berbagi kita malah kian pintar.

Saya ceritakan betapa saya sangat pintar ketika SMP namun agak bodoh ketika di Perguruan Tinggi. Ijazah SMP saya didominasi angka 10, 9 dan 8. Sebaliknya, nilai kuliah saya didominasi oleh D dan C. Mengapa itu terjadi? Antara lain,karena pada saat SMP saya memiliki teman yang selalu memaksa saya untuk mengajari mata pelajaran yang kurang ia pahami. Saya terpaksa belajar lebih banyak agar bisa menjelaskannya dengan mudah dan cepat. Saya merasa bersalah dan malu kalau tidak bisa mengajarinya.  Karena terpaksa belajar ekstra, saya cepat paham apapun materi pelajaran di kelas. Saya termasuk siswa pintar saat itu.

Namun, ketika masuk Perguruan Tinggi, semua teman saya pintar-pintar, bahkan sebagian besar lebih pintar dari saya. Akibatnya, saya tidak dipaksa belajar untuk mengajari orang lain. Celakanya (dan bodohnya), saya jarang mau belajar ke orang lain. Hasilnya, Indeks Prestasi (IP) saya di bawah rata-rata.

Artinya apa? Di saat kita memberi (ilmu) ke orang lain,  tentu saja ilmu kita harus lebih tinggi dari ilmu orang yang meminta. Membagi (ilmu) memaksa kita untuk lebih pintar. Silahkan ganti kata ilmu itu dengan kata lain, misalnya harta.

Kedua, karena dengan berbagi itu malah meringankan kita.

Menjadi pengusaha itu ibarat masuk penjara. Mengapa? Karena banyak perusahaan yang akhirnya tidak jalan ketika ditinggal sang pengusaha. Sebagian besar karyawan sangat tergantung pada pengusaha (owner yang sekaligus jadi CEO). Ditinggal sebentar saja manajemen jadi kacau lantaran satu lapis di bawah CEO nya tidak dapat (berani) mengambil keputusan.

Ya, itulah penjara pengusaha: ketergantungan hampir 100% kepada dirinya sebagai pemilik sekaligus top manajemen.

Satu-satunya cara lepas dari penjara itu adalah membangun SDM yang hebat. Lapis pertama di bawah CEO harus diisi oleh orang-orang yang memiliki ilmu yang tidak terpaut jauh dari CEO nya. Plus, mereka harus memiliki semangat dan visi yang nyaris sama.

berbagi

Tugas  pemilik sekaligus top manajemen perusahaan itulah yang membangun ilmu dan etos kerja mereka. Dan itu kuncinya ada di kemauan untuk berbagi.

Bagaimana kalau kemudian orang-orang pintar didikan kita itu pergi? Sepanjang kita sudah melalukan berbagai upaya pencegahan, dan tetap tidak bisa ditahan, ya relakanlah pergi. Dukunglah dia agar sukses di tempat barunya. Karyawan itu ibarat air. Jika air itu cenderung mencari tempat yang lebih rendah karena gravitasi, maka karyawan itu cenderung mencari tempat yang lebih tinggi dari kombinasi berbagai faktor, baik dari sisi gaji, kenyamanan kerja, citra perusahaan maupun yang lainnya.

Ditinggal mitra kerja, karyawa dibajak pesaing, adalah risiko pengusaha. Dan pengusaha harus melakukan banyak hal untuk memperkecil risiko itu. Namun kalau pengusaha pelit ilmu, dia akan selamanya terjebak dalam penjara pengusaha: yakni ketergantungan 100% dari seluruh karyawan dan organisasi terhadap dirinya sebagai pengusaha dan top manajemen.

Tentu saja, selalu ada batas dalam berbagi. Ada hal-hal yang tidak boleh atau tidak bisa dibagi, baik itu dari segi etika maupun strategi bisnis. Silahkan Anda tentukan sendiri batasnya.

Bookmark and Share

29 Responses to “Berbagi Malah Untung”

  1. mantab

  2. Setuju,

    Senior satu ini punya persepsi yang sama dengan yunior ini perihal ilmu.

    Saya sudah mengalaminya berkali-kali, dan bukan hanya dalam segi ilmu saja, bisa juga kata ilmu di ganti dengan harta, rejeki, kebahagian, dll.

    Allah memiliki software accounting yang maha dahsyat, tidak akan secuilpun yang dilewatkannya.

    Saya pernah membagikan seluruh ilmu saya pada salah satu mantan direktur saya dan alhasil orang tersebut kini membuka bisnis yang sama dan di kota yang sama dan mengondol order dalam jumlah M pula, seluruh karyawan lain menyalahkan saya dan dianggap saya telah mengajarinya terlalu dalam.

    Tapi Alhamdulillah apa yang terjadi, satu bulan setelah direktur tersebut hengkang, perusahaan mendapat ganti dari order lain dengan jumlah lebih.

    Jadi, membagikan ilmu pada orang lain sudah pasti akan digantikan oleh Allah secara berlipat dan tidak selalu dalam bentuk ilmu, terkadang kita akan digantikan dengan harta atau kebahagiaan, dan sebaliknya.

  3. Harus ikhlas kan pak yah
    Biar manfaat juga untuk orang lain

  4. kalau saya berbagi link disini bukan berarti saya lebih pintar dari Pak Nukman loh…
    cuma melihat kesamaan cara pandang:
    http://blog.cybergl.co.id/2009/03/30/coopetition-dalam-network-economy/

  5. article yang sangat bagus pak…. thanks

  6. Sekedar tambahan, Pak. Pembaca blog kan tidak semuanya pesaing. Bisa jadi ada calon klien/prospek yang ikut membaca. Dengan berbagi dan menuliskan apa yang kita ketahui, mereka pun bisa ikut menyerap apa yang kita tulis. Meski akhirnya nanti ada pesaing yang akhirnya membuat serupa, klien akan cenderung memilih yang memang lebih ekspertis di bidangnya, yaitu mereka yang menuliskan hal tersebut pertama kali di blognya.

  7. menarik banget

    klo orang yg ngeliatnya ke dunia aja emang pasti mikirnya rugi klo ngasi ilmu ke orang lain, trus nanti orang lain itu jadi sukses bahkan lebih sukses dari kita

    klo mikir akherat mah pasti untung namanya bagi ilmu… :)

  8. Setuju, Pak Nukman. Lagi pula, ilmu kan harus dibagi. Jangan sampai nikmat ilmu yang kita miliki pada akhirnya dihilangkan karena kita tidak sudi berbagi.

    Very inspiring, Pak :D

  9. Sharing nya bagus banget Pak..
    saya sendiri setuju dan mengalami sendiri ketika sharing dan berbagi pengetahuan.. malah pengetahuan kita semakin berkembang

  10. subhanallah..indah banget dan banyak sekali hikmah yang di ambil..sedih kemarin ga bisa ikut karena faktor kesehatan…kalo ada kesempatan TDA di Malang,InsyaAlloh saya sempatkan ikut..

  11. Subhanallah…sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain..

    keep inspiring us, pak :)

  12. Alhamdulillah..masih bs dpet bocoran nih..ketinggalan seminarnya.

  13. berbagi ya om… :D
    itu kata kuncinya. terus terang, pertanyaan di postingan ini yg ttg kekhawatiran disaingi itu kena banget sih. palagi kl di bisnis kreatif macam distro itu kan, rawan jiplakan/pencurian ide.

    tp gak perlu takut/khawatir ya…

  14. Semakin banyak berbagi, bukan berkurang tapi malah bertambah. Saya setuju!

  15. #13. Meong:
    ingat kalimat penutup saya di atas:

    “Tentu saja, selalu ada batas dalam berbagi. Ada hal-hal yang tidak boleh atau tidak bisa dibagi, baik itu dari segi etika maupun strategi bisnis. Silahkan Anda tentukan sendiri batasnya”.

  16. Ya sih Pak, walau org2 yg suka bajak membajak ide kreatifitas kita, atau mantan karyawan yg bikin bisnis sama (eh…lebih sukses,lagi!) nggak bisa dihindari, dan pasti selalu ada,TAPI…PASTI ada dong caranya supaya nggak terjadi begitu terus, kan jadinya cape deh..ntar.

    Ngasi resep/bumbu rahasia misalnya, ya jelas jangan kalo sama karyawan, walau yg udah paling setiap sama kita sekalipun..

  17. Berilah 70%, maka kau pun akan punya 30% cadangan untukmu. Bukan berarti gak ikhlas sih, tapi sebagai bentuk batasan yang Pak Nukman maksud :D

  18. Rahasia produk ya tetep jadi rahasia kita donk pak hehe…

    tapi saya percaya, bisnis itu sudah ada rejeki masing2..
    Toh kalopun ada karyawan sedikit “melenceng” bukan jadi halangan. Karena customer lebih tahu mana yang lebih berpengalaman dengan yang baru saja “terlahir memaksa” :D

  19. Ilmu itu milik Allah, bukan milik kita.

    Berbagi ilmu adalah fase tertinggi setelah mendapatkan dan mengamalkan ilmu.

  20. Berbagi dan terus membawa manfaat untuk banyak orang.
    walau kadang ada yang beberapa ahli IT yang
    sangat sulit untuk berbagi ilmu nya.

  21. BERBAGI TAKKAN MATI ;)
    *sedikit revisi, ini Milad 2 TDA Ngalam om, bukan yang Pertama*
    NL: terima kasih, langsung saya revisi ya

  22. ya…biasanya jadi konsultan makin pinter aja, krn byk terima permasalahan dari perusahaan lain. Dan yang lebih duluan, selalu punya cara yang lebih baru…

  23. Menurut saya kita memang harus berbagi. Nah untuk bisa berbagi tentu saja kita harus punya sesuatu yang harus dibagi.

    Resepnya bukan kita punya 100% dibagi 70% dan kita simpan yang 30%. Tapi kita punya 100% kita bagi 100% dan kita cari 100%. he….he…he… bingung.

    Ini sebenarnya analogi dengan fenomena “zakat” dan “infak”. Kenapa dua hal itu disebut-sebut menumbuhkan perekonomian alih-alih “bunga/riba”? Karena dengan semakin banyak, orang ber-zakat dan ber-infak maka daya beli masyarakat akan naik. Akibatnya keuntungan perekonomian secara umum akan naik, termasuk orang/perusahaan yang ber-zakat/infak.

    Kalau ditarik ke bidang ilmu, mustahil akan ditemukan sepeda/mobil/pesawat terbang. Kalau orang-orang semacam Newton, Bernoulli, dst tidak berbagi ilmu yang ditemukannya.

    Kalau di bidang Om Nukman, mustahil Om Nukman akan dapat banyak order kalau orang tidak sadar akan produk yang Om Nukman hasilkan.

    Jadi menurut saya proses berbagi ini adalah proses edukasi calon pelanggan. Tentu saja muaranya nanti adalah datangnya order kepada kita. Ya meskipun tidak seluruh order semua datang pada kita, tetapi juga datang pada pesaing kita langsung. Lagi pula kalau seluruh order datang kepada kita, apakah kita akan mampu mengerjakan semuanya? tidak mungkin tuh! sebesar apapun perusahaan kita/dimana kita kerja.

  24. ada pepatah arab mengatakan “ilmu tanpa pengamalan bagai pohon tanpa buah”

    ilmu itu titipan Allah.
    tidak perlu khawati masalah dibajak dll. karena rezeki itu sudah ada bagiannya masing2. tinggal bagaimana memaksimalkan nilai tambah diri kita.

  25. Selalu berbagi tidak akan pernah membuat kita miskin. BErbagi ilmu kita akan tambah ilmu, berbagi harta kita akan tambah sejahtera, berbagi kebaikan kita akan tambah saudara…

  26. ini yang mesti ditiru … sebelum membuka usaha baru boleh meniru setelah perusahaan berjalan, ilmunya di bagi

  27. Setuju sekali perihal berbagi yang menuntut kita untuk memiliki lebih. Tapi soal menjadi pengusaha ibarat terpenjara karena enggan berbagi, ini barang baru buat saya. Terima kasih sudah berbagi, Pak :)

  28. iyah, saya percaya itu. sud bisa kira2 menentukan batasa. jadi, untuk apa yang bisa dibagi. pasti saya bagi.. memberi (membagi) menciptakan kehidupan..

  29. Saya setuju sekali, berbagi seharusnya bisa memotivasi kita untuk lebih kreatif lagi. Kita terus dipacu untuk mencari ide bisnis baru yang tentu saja lebih maknyus dari ide bisnis yang sudah kita ajarkan kepada bawahan atau teman kita.

    Dengan begitu kita tidak akan pernah ketinggalan dan malah selalu menjadi yang terdepan…

Leave a Reply

Follow   

Twitter FB Email RSS

Search   


Recent Comments   

Rahmat Miftahul Habib:

Well, good luck, Sir… Nice to hear that.. Hope you will be more successful in the...

budi hadmajaya:

feed burner sdh dicentang pak

omagus:

di tunggu artikel kerennya..!

lukman:

wah sampai ada yang berbentuk surat :D tapi yang modusnya seperti ini pasti sudah ada langkah `mempelajari...

greatponco:

Mantaf Bang….