home
Inspirasi

Memutar Krisis Ekonomi Menjadi Titik Tinggal Landas

Posted on March 1, 2009

commentsComment: 16 Comments

 

oleh: Taufiqur Rahman, CEO Dot System Indonesia.

Ini habis baca-baca tentang krisis ekonomi, yang mengatakan krisis ekonomi saat ini lebih parah daripada Great Depression 1930-an.Tiba-tiba aku teringat, bahwa setiap grafik penurunan, selalu ada titik balik. Krisis ekonomi di Indonesia tahun 1997 ada titik baliknya. Great Depression pun juga ada titik baliknya. So, krisis ekonomi global ini pun aku yakin akan ada titik baliknya juga.

Mungkin aku tidak bisa menjelaskan seperti apa titik balik itu (kapan dan bagaimana situasinya). Hanya satu hal yang jelas, sekiranya kita bisa memanfaatkan, seiring dengan titik balik dunia itu, kita juga bisa memanfaatkannya.

Secara mikro, untuk diterapkan di diri masing-masing, yang paling mendasar adalah: JAGA KEYAKINAN. Selalu yakin lah bahwa krisis akan ada titik balik.

Kedua, baru kita membuka mata, mempertajam analisa untuk melihat peluang apa yang bisa dilakukan.

Ketiga, bertahanlah hingga titik balik itu muncul. Bertahan artinya: bertahan hidup dan terus mengasah kemampuan untuk full push pada saat yang tepat.

Itu adalah point-point sederhana yang bisa aku sarikan. Pada prakteknya, tergantung dimana teman-teman sekarang beraktifitas, baik yang bergerak di IT, advertising, manufaktur, dan lainnya.

Secara umum, ekonomi Indonesia selama ini mengandalkan buruh dan hasil alam. Secara sederhana bisa dikatakan bahwa ekonomi yang menggerakkan bangsa ini adalah mesin ekonomi dengan margin rendah. Saat krisis seperti sekarang ini, saat dimana pertumbuhan ekonomi negara-negara maju mengkerut, adalah saat dimana orang-orang Indonesia mengupayakan menggeser dari margin rendah ke margin lebih tinggi.

Secara sederhana, ketika orang-orang di negara maju mengurangi pembelian barang-barang branded yang berharga mahal, itulah saatnya para designer-designer kita meluncurkan produk dengan harga lebih murah namun dengan selera desain yang setara dengan barang-barang bermerek. Ini bagi Indonesia tetaplah suatu peningkatan, dari sebelumnya hanya sebagai kuli, meningkat sedikit masuk ke pasar designer. Wajarlah kalau pada saat awal belum bisa sekelas dengan papan atas dunia. Tapi, inilah saat memulai!

Designer diatas adalah suatu permisalan untuk berbagai bidang. Bisa designer baju, mebel, IT, maupun produk-produk lain. Intinya: shifting dari level operator ke level supervisor, planner ataupun designer. Itu adalah shifting dari jenis pekerjaan.

Yang kedua adalah dari kualitas. Untuk produk-produk kualitas rendah, inilah saatnya untuk mengasah diri, shifting ke produk berkualitas tinggi. Peningkatan kualitas ini cenderung akan meningkatkan margin. Ini berlaku tidak hanya untuk yang bermain di pasar ekspor saja, tetapi juga yang bermain di pasar lokal. Hilangkan pikiran, bahwa lokal hanya mampu membayar kualitas rendah. Sekiranya ada kualitas yang lebih tinggi dengan harga yang sedikit lebih mahal (syukur2 tetap), aku yakin pasar akan mau membayar harga yang layak.

Yang ketiga, dari sisi jenis produk. Ketika selama ini mengandalkan hasil alam, sudah saatnya kita menggeser untuk memberi nilai tambah. Jangan menjual hasil alam begitu saja. Tambahkan sedikit proses lah pada produk itu.

Ini adalah analisa umum. Aku yakin temen-temen bisa memanfaatkan ini di bidang dimanapun bergerak, baik yang dalam posisi berbisnis ataupun sebagai karyawan. Akhirnya kembali pada kita semua, mau memandang krisis sebagai ancaman atau peluang? Saya memilih berdiri di kata peluang 

Maka sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan; sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan (Q.S 94, ayat 5-6)

note:

Taufiqur Rahman, yang biasa dipanggil Tara, adalah seorang pengusaha tulen, yang begitu lulus dari Teknik Industri ITB langsung membangun usaha sendiri di bidang Information Technology. Berkantor di Bandung, Dot System Indonesia yang dibangunnya delapan tahun lalu merintis usaha dengan membangun aplikasi ERP untuk industri tekstil kemudian melebar ke perangkat keras pendukung efisiensi di industri tekstil. Di bawah komandonya Dotindo kini melakukan banyak riset untuk chip.

 

Bookmark and Share

16 Responses to “Memutar Krisis Ekonomi Menjadi Titik Tinggal Landas”

  1. Pertama saya pun ikut berdiri disamping Mas Taufik sebagai orang yang menatap kesulitan ini sebagai peluang.

    Setuju sekali saya, keadaan sekaran ini adalah sebuah siklus yang akan kembali normal menjadi kemudahan, yang penting tetap menjaga keyakinan untuk sukses.

    Semoga Allah menjaga kita selalu menjadi orang-orang yang sukses.

  2. Saya sangat setuju mas. Memang sudah saatnya kita tidak selalu mengkambinghitamkan yang namanya krisis ekonomi. Jangan menjadikan krisis ekonomi untuk menutup-nutupi kelemahan kita sendiri.

    Kalau kita ingin maju, kita harus berusaha semaksimal mungkin dan jangan pernah menyerah sebelum usaha kita berhasil.

    Dan jangan lupa untuk berdoa. Bagaimana pun juga antara usaha dan doa harus seimbang.

  3. Krisis:
    Lebih susah? Iya!
    Impossible? No!

    Kita harus lebih kreatif dalam mengahadapi masalah. Apa yang anda ungkapkan di atas semua itu benar koq. Caranya saja perlu dirubah dikit, dan bertahan selama mungkin sampai saatnya titik balik.

  4. kehidupan memang seperti itu,

    ada siang ada malam,
    ada panas ada dingin,
    ada naik ada turun,
    dst…
    semuanya saling melengkapi.

    jadi, mengapa harus ditakuti?

  5. kata R.A Kartini habis gelap terbitlah ternag, kata Tagore saat-saat fajarlah sat tergelap, ada kata-kata bijak bilang tiap awan gelap ada sinar terang di tepinya. Tinggal percaya atau tidak, itu saja :)

  6. Setiap saat selalu ada perubahan dan saat kini kita bagaimana menyikapi perubahan ini, itu yang dikatakan orang bijak. Contoh kita dari kecil kan pasti berubah menjadi dewasa seperti ini, dan sudah berapa banyak cobaan dan tantangan yang selalu kita hadapi, maka tetap teguh(Bukan nama orang ya!!) dan semangat. Peace man

  7. anwar sulaiman Says:

    Jangan jadikan krisis ekonomi, sebagai alasan untuk tidak maju, tapi coba lihat peluang yang tersamar dari kejadian tersebut. Karena peluang tidak datang sendiri melainkan diciptakan, oleh karena itu berhentilah menunggu peluang, tapi ciptakanlah peluang dan kesempatan.
    setiap kegagalan yang kita alami adalah down payment untuk kesuksesan kita dimasa yang akan datang, jangan menyesali kegagalan tapi bersyukurlah karena kita diberi kegagalan, karena setiap kesuksesan dimulai dari kegagalan!!!so jangan berkecil hati tingkatkan kualitas diri dan raih kesuksesan.

  8. Salam.

    Karena sering mendengar kiprah TDA, maka kami di Cikarang juga akhirnya membuat komunitas Mutiara Insan Mandiri.

    Saat pembentukannya, kami mengundang juga anggota milis Cikarang Baru, TDA maupun Pengusaha Muslim.

    Kami percaya dengan kekuatan umat yang begitu besar dan “kental”, maka usaha bersama Cimart yang kami buat akan maju dan mampu meningkatkan kehidupan perekonomian di daerah Cikarang.

    Saat ini memang baru sewa toko dan belum mengisi barang di toko, tetapi mesin usaha sudah dipanaskan.

    Silahkan memberi masukan pada usaha bersama kami ini mas, semoga mesin usaha kami lebih cepet panas dan menghangatkan roda ekonomi di Cikarang.

    Silahkan ke http://cimart.blogspot.com/

    Karpet merah digelar untuk mas Nukman dan kawan-kawan yang telah meluangkan waktu untuk memberi masukan pada kami.

    Terima kasih.

    Salam

  9. ah..betul juga, biasanya disaat krisis, justru sebenarnya banyak peluang yang bisa kita ambil yah..

  10. G.S.Ashok Kumar Says:

    Att.Mr.NuKman L. There’s one simple Japanese Vocabulary about ” CRISIS ” is ” KI-KI ” The First ” KI ” is DANGER — The Second ” KI ” is OPPORTUNITY. Meaning for First KI DANGER : in Bahasa jangan pernah anda membangun tanggul atau membuat bendungan di saat lagi banjir besar pasti akan jebol ke bawa air, and akan menjadi sia-sia.Jadi harus tunggu surut dulu kalau mau membangun baru hasilnya perfect.
    Second KI OPPORTUNITY : Begitu juga saat sekarang ekonomi lagi surut harus mulai membangung network untuk usaha/investasi sekalipun. Ini merupakan Peluang.Jadi jangan bertahan harus menyerang kata John Cruff pemain bola dunia belanda, kalau anda tidak menyerang sekarang tidak akan menyetak atau memperoleh score apapun nantinya kedepan. You want to know and get more details with best compliment or freely pls call me directly to my cellullar no. 081319676783. Tq

  11. Justru disaat terdesak seperti inilah biasanya muncul ide-ide yang inovatif ;)

  12. freddy iriawan Says:

    Setuju mas Taufiq, selama kita terus berpikir positif dan mempunyai visi ke depan yang jelas, Insya Allah pasti jalan akan terbuka lebar. Terus semangat dan pantang mundur.

  13. Yang nomor tiga itu saya sepakat banget, nilai tambah btul sekali. Harus ada nilai tmbah dari sebuah produk dan itulah yang nantinya menjadi uniq shg walapun produk sama tapi beda

  14. semoga grafiknya tidak L shape
    kalo memang ada penurunan semoga hanya V shape saja, jadi langsung balik naik lagi

    amin

  15. jadikan diri kita manusia yang tidak gampang mengeluh berusaha beriktiar dan berdo’a pasti akan menemui jalan kesuksesan Optimis dan tidak Pesimis.

  16. Kita harus fight, memang tdk mudah karena memang btuh perjuangan.
    Semangat2

Leave a Reply

Follow   

Twitter FB Email RSS

Search   


Recent Comments   

Rahmat Miftahul Habib:

Well, good luck, Sir… Nice to hear that.. Hope you will be more successful in the...

budi hadmajaya:

feed burner sdh dicentang pak

omagus:

di tunggu artikel kerennya..!

lukman:

wah sampai ada yang berbentuk surat :D tapi yang modusnya seperti ini pasti sudah ada langkah `mempelajari...

greatponco:

Mantaf Bang….