home
Inspirasi

Stop Merokok

Posted on January 7, 2009

commentsComment: 75 Comments

Saya tidak sedang kampanye anti merokok. Hanya saja, di saat krisis ekonomi seperti ini, tiba-tiba saya teringat percakapan kecil saya dengan Sobari mengenai rokok dua tahun lalu. Setiap kali sopir setia yang mendampingi saya lebih dari enam tahun itu mengisap rokok, saya selalu bertanya-tanya dalam hati, seberapa besar uang yang ia bakar setiap hari, setiap bulan, dan setiap tahun. Saya tidak pernah bertanya langsung karena takut mengganggu privasinya. Namun, setelah ia menikah dan punya satu anak cantik, saya memberanikan diri untuk bertanya.

Ia mengaku bukan perokok hebat. Ia hanya menyedot beberapa batang sehari. Ia tak merasa berat mengeluarkan uang beli rokok karena sekali beli paling hanya Rp 9-12 ribu per bungkus. Tidak terasa mahal.

“Jadi sebulan, berapa rupiah buat merokok?” tanya saya penasaran.

Setelah berpikir dan berhitung sejenak, dia menjawab: “Sekitar Rp 250 ribuan pak.”

Dua ratus lima puluh ribu rupiah? Kaget saya mendengar angka itu. Langsung terbayang di benak saya, berapa persen incomenya yang dibakar menjadi abu. 

Kebetulan, sepekan sebelum pembicaraan itu saya sedang dirayu oleh perusahaan asuransi yang menawarkan asuransi pendidikan untuk kedua anak saya. Dengan berbagai skema premi, saya disimulasikan bagaimana kelak anak saya ketika masuk SD, SMP, SMA dan perguruan tinggi bisa menikmati asuransi itu dengan baik. Bahkan ketika saya meninggal sebelum masa asuransi itu habis, anak-anak saya bisa tetap sekolah dengan biaya asuransi. Salah satu skema itu adalah dengan premi asuransi hanya Rp 100 ribu per bulan.

“Tahu nggak Sobari, kalau saja kamu sisihkan Rp 100 ribu perbulan dari uang rokokmu untuk asuransi pendidikan anakmu, nanti pas anakmu masuk TK, SD dan seterusnya, kamu akan mendapat uang dari asuransi yang meringankan biaya masuk sekolah,” kata saya. Dengan demikian, biaya pendidikan anaknya, yang kala itu masih berusia dua tahun, akan lebih terjamin. Hanya dari mengurangi budget merokok! Tidak perlu mengeluarkan budget baru.

Lalu saya ceritakan bagaimana saya mengambil asuransi pendidikan buat kedua anak saya.

Tak lama kemudian, saya agak lupa entah seminggu atau dua minggu kemudian, Sobari memberi tahu saya. “Pak, saya berhenti merokok,” katanya. Rupanya ia tidak hanya memotong budget merokoknya, tetapi mengalokasikan semua budget merokoknya untuk masa depan anaknya.

 

Kenapa kisah dua tahun itu teringat kembali sekarang? Karena saat ini banyak perusahaan harus memotong berbagai budgetnya dalam rangka menghadapi krisis. Krisis finansial di Amerika Serikat yang terjadi akhir 2008 lalu memang merepotkan seluruh dunia karena krisis segera menyebar ke seluruh dunia. Tentu termasuk berimbas negatif ke Indonesia meski skalanya tidak sehebat di negara-negara lain. Namun awal tahun ini sudah banyak perusahaan, terutama di industri tekstil, kayu, serta beberapa industri yang berorientasi ekspor, siap-siap menghadapi kondisi terburuk, termasuk PHK dan gulung tikar.

Apa boleh buat, pemotongan budget dilakukan di mana-mana di segala lini.

Namun, pemotongan sebaiknya tidak dilakukan secara semena-mena. Karena kalau kita telaah sebuah perusahaan, selalu ada saja inefisiensi atau belanja-belanja yang sebenarnya tidak perlu — yang saya ibaratkan sebagai biaya rokok. Misalnya saja, jumlah AC kebanyakan atau karyawan terlalu lama di kantor padahal sudah saatnya pulang sehingga membengkakkan biaya listrik dan lain-lain.  Biaya-biaya inilah yang harus dipangkas dan dipindahkan ke hal-hal lain yang lebih bersifat produktif. 

Sebagai individu, kita pun seringkali tanpa sadar melakukan tindakan-tindakan yang tidak produktif tetapi memakan biaya sehingga menutup peluang melakukan hal lain yang lebih produktif dan bermanfaat. Rokok adalah salah satu contohnya. Contoh lain masih banyak. Silahkan dicari sendiri.

Oleh karena itu, stoplah “merokok” tahun ini. Alokasikan budget secara cerdas dan bijaksana ke tempat-tempat yang lebih produktif.

Selamat tahun baru 1430 Hijriah dan 2009 Masehi.

Bookmark and Share

75 Responses to “Stop Merokok”

  1. idham cholid Says:

    Betul pak, berapa banyak orang Indonesia yg hanya membuang uangnya hanya demi abu rokok.

    Sayangnya dari rokok, termasuk salah satu pemasukan terbesar pemerintah. Sehingga di Indonesia himbauan pemerintah untuk merokok sangat rendah.

    Moga-moga dengan krisis global, banyak perokok yg sadar lebih baik menyisihkan uangnya mungkin untuk pendidikan atau untuk membantu rakyat Palestina…

    Setuju…. STOP MEROKOK

  2. walah, sangkain ini tips berhenti ngerokok, rupanya malah masalah pangkas dana toh om.

    bener juga sih, taon ini kudu mikir mikir buat belanja ini itu. semoga perekonomian makin cepat pulih :D

  3. baru2 ini sy juga sedang berdiskusi dg suami ttg biaya2 apa aja yg bisa di pangkas agar kami bs lbh berhemat krn ingin membeli rumah. Sudah menghitung biaya ini-itu, di akhir2 br ngeh kl biaya merokok suami blm dikurangin. Yang ternyata kl di hitung2 perbulannya lumayan besar juga y.. Sy tanya ke suami “ayah bs gak brenti merokok, lumayan bgt tuh uangnya drpd dibakar gitu aja.” Suami sie cm tersenyum… :)

  4. oo berarti lebih cepat pulang lebih baik ya pak? :D

  5. saya mau berhenti pak… semoga sukses!

  6. Keren om Nukman.

  7. setuju pak, masih banyak orang yg melanggar aturan merokok ditempat umum, mengganggu yg bukan perokok (termasuk saya yg gak nyaman dengan asap rokok)…
    dan rokok hanya buang2 uang, saya juga bingung supir2 angkot habis berapa sehari buat rokok…
    padahal orang2 kecil itu bisa menyisihkan uangnya untuk asuransi pendidikan..

  8. mengingat ucapan teman yg ekspatriat dari Kanada (setelah di terjemahkan):
    “cuma di Indonesia yang merekok sebebas ini, bisa dimana aja, sambil jalan, public transport, dan lain-lain”

    wew…gimana ini??

  9. Berhenti merokok = berhenti beli rokok?
    Wah, istri saya jika terinspirasi ini jangan2 saya disuruh berhenti langganan speedy, dll - atas nama ‘cost cutting’ :D

  10. Happy Hanantoputro Says:

    Mas Nukman, budget traktir buatku jangan dikurangi ya….apalagi dihilangin :)

  11. Salut buat Pak Sobari!
    Terimakasih buat asupan inspirasi dan ilmunya hari ini pak..

  12. saya sudah seminggu lebih berhenti merokok.. segarnyaaa…

  13. saya sudah 5 tahun yang lalu berhenti merokok. betul kita alokasikan ke tempat yang lebih produktif.

  14. Rokok? kenapa harus dilarang? saya kira tidak akan pernah efektif. Merokok itu pilihan, sama seperti orang memilih untuk berolahraga atau justru memilih untuk meditasi, yang tujuannya sama: untuk ketenangan pikiran dan hidup yang lebih baik. Merokok sama seperti itu bukan.

  15. @reza - selamat ! :)
    Dan salut untuk keberhasilannya berhenti merokok.

    Untuk pak Nukman, terimakasih banyak untuk artikelnya ini. Ini bisa sangat membantu banyak pihak.
    Terimakasih.

  16. siapa ya dulu yang punya ide menjual rokok? ide marketing yang bener2 gila..he he he Luar biasa. Kira-kira produk apa ya yang bisa dibuat seperti rokok?

  17. merokok memang enak bagi mereka yang sudah merasakannya, bahkan bagi mereka yang habis makan kalau tidak merokok rasa nya kurang… setiap kali kita menegur atau menasehati ada saja jawaban atau sangkalan yang mereka kemukakan, seolah olah kebal, tapi jika mereka sudah tersudut atau terkena dampaknya mereka akan menyesalinya…. maka dari itu jaga anak saudara kita dari pergaulan atau lingkungan yang tidak sehat seperti mencoba coba untuk merokok.
    bagi saya merokok adalah gaya hidup menuju cepat Mati !!! jangan merokok!!! berbahaya!!!

  18. baru kali ini liat solusinya (ttg rokok) solutif. biasanya pake cerita atau pun segala cara gak mempan saya cerita ama orang. mungkin artikel ini memang bisa bantu.

    *thx for information

  19. naikkan cukai rokok biar harganya mahal sekalian dan orang jadi mikir2 buat beli.

  20. Minggu lalu saya review, pengeluaran pribadi bulanan saya ndak pernah berubah sejak tahun 2003 - 2008. Angka pengeluaran selalu stabil.

    Hidup bersahaja (being frugal) mungkin memang mesti selalu harus dilakoni.

    Know when enough is enough…

  21. wah good inspiration. sedih banget klo liat anak2 sekolah yang masih kecil2, smp, sma, pada merokok, nggak sekolah..
    klo di tanya knapa kecil2 kok udah suka rokok?.. jawabnya “biar nanti klo gede uda lancar..” ha ha ha .. ca pe deeeeehh..

  22. Assalamualaikum wr.wb.
    Pengalaman kecil yang cenderung diabaikan, tapi sangat realistis untuk dipraktekan. Saya sendiri tidak merokok, gara-garanya dulu ketika masih kelas 1 SMP, sedang coba-coba merokok ketahuan bapak dan ditampar pipi kiri dan kanan. Sakit dan malu. Jadilah saya kapok merokok. Illustrasi pak Nukman tentang merokok memang relevan. Hari gene, buang-buang duit. Tapi saya juga punya illustrasi, tentang perokok kuat tapi tetap banyak duit dan lebih mapan daripada yang tidak merokok. Illustrasi ini sering jadi olok-olok, Pak, manakala saya mencoba untuk mengingatkan bahwa merokok dari segi manapun tak ada manfaatnya.
    Salam,

  23. Dalam beberapa penelitian disebutkan bahwa perokok berat memiliki kecenderungan ingin bunuh diri/sakit jiwa lebih besar drpd non perokok. Ini sbg tambahan utk buruknya rokok.

    Saya malah punya persepsi sebaliknya. Tanpa merokok mungkin mereka malah bunuh diri atau sakit jiwa betulan.

    Bagi orang kecil, merokok adalah hiburan dalam jangkauan. Vacation paling mudah dan murah. Antara saat merokok & tidak merokok ada perbedaan kenyamanan yg signifikan. Rokok jadi pelarian yg sukar tergantikan.

  24. Saya pernah kecanduan rokok selama 8 tahun. Penyebabnya sepele, hanya karena bapak saya yang perokok menasihati saya untuk tidak merokok. Saya marah dan malah mejadi seorang perokok. Jadi intinya, jadilah teladan yang baik untuk siapapun. Alhamdulillah sudah 3 tahun saya berhenti dari merokok.

  25. OKE PAK… SAYA COBA DENGAN BERANI, SAYA BERHENTI MEROKOK SAAT INI SEJAK SAYA YANG MEROKOK KIRA KIRA 6 TAHUN YANG LALU

  26. Saya pernah berhenti merokok terus tapi ngerokok lagi. Banyak artikel dan beberapa buku yang saya baca termasuk utk cwe: “Quit Smoking for Chicks”. Tapi blm berhasil.

    Buat teman2 yan sudah berhasil, pertahankan. Karena lepas dr candu nikotin itu sulit sekali.

  27. waduh kok menyudutkan perokok sih…hehehe

    Merokok kadang bisa menghilangkan rasa jenuh, kaya minum kopi, teh dll
    Tp juga ada konsekuensi buruknya jika berlebihan, demikian juga dengan konsumsi yg lain, misalnya makan, minum kopi, teh dll
    Nah…bukan berarti langsung perokok dicaci dari segi kesehatan, etika etc
    Kenapa ngak biaya makan, minum kopi + teh etc saja yang dikurangi ?
    Buat saya, saya akan tetap merokok, tp semoga tidak berlebihan dan tetep tau aturan tempat dan waktu

  28. berhenti merokok ? itu memang saran paling bagus sekali , tetapi kalo orangnya tidak berniat berhenti sepenuhnya buat apa ? nanti kalo tiba tiba 1 tahun lagi merokok itu bakal seperti luka yang dipukul lagi , bila belum menutup sepenuhnya bakal terbuka lebar lagi….

    1 pertanyaan pak Nukman : apakah sopir Anda berhenti sepenuhnya setelah Anda menasehati dia ?

  29. Rokok hanyalah simbol ketidakefisienan mengelola masa depan seorang seperti Sobari, “yang gajinya terbatas tapi masih saja buang2 uang buat merokok meski punya tanggungjawab terhadap masa depan anaknya”.

    Jadi yang saya singgung bukan rokoknya. Tapi itu tadi: “ketidakefisienan mengelola investasi masa depan”.

    Kalau budget untuk merokok misalnya hanya 0,000001% dari total pengeluaran sih silahkan saja merokok. Tapi kalau sampai 10-30% sebaiknya jangan. Masih ada pengeluaran lain yang lebih tepat, misalnya asuransi pendidikan anak seperti yang saya contohkan di atas.

    Meski demikian, jika bisa berhenti merokok sama sekali, seperti Alfarobi #25 saya ikut senang :)

  30. cara merokok saya ekonomis, karena saya ndak pernah beli. cukup nebeng sama teman. modalnya sederhana: muka tembok.

    hahahahahaha.

  31. Suami saya termasuk yang masih sulit untuk menghentikan kebiasaan merokoknya. Artikel sederhana tapi mengena ini bisa jadi inspirasi - semoga ada dampaknya. Thanks Pak!

    Kalau soal budget perusahaan, sekarang memang sudah masanya efisiensi — sebenarnya krisis atau tidak, perusahaan sudah perlu membuka mata. Nggak menghambur2kan biaya, terutama biaya marcomm begitu saja. Return on Investment (ROI) atau hasil yang pasti dari setiap rupiah yang dibelanjakan untuk Marcomm!

  32. hmmm…susah berkomentar, terkunci rapat nih otak, mulut dan jari jemariku. Apa karena aku seorang perokok berat ya???
    Kalo sejak SMP aku tidak merokok, mungkin sekarang aku sudah kaya raya ya..hehehe…
    Tapi entah kenapa…mohon baca disini utk pemikiran lain mengenai rokok http://guawijaya.wordpress.com/2008/11/21/jakarta-neraka-bagi-perokok/

  33. Selain memotong budget rokok, ada satu lagi pengeluaran uang yang sia-sia: Membayar denda!
    Jika anda terbiasa bekerja gaya kodok, “ntar sok”, lalu berhitung untuk satu tahun, uang denda itu cukup bikin sakit hati.
    Jadi biasakan lah bayar bill bulanan sebelum jatuh tempo. Apakah itu internet, pln, kartu kredit, premi asuransi, SPP sekolah anak-anak dll.

  34. Dari materi rugi tapi dari segi kebiasaan mencari inspirasi untuk lebih produktif , merokok sangat berarti juga

  35. Numpang comment ya pak …
    Yg jelas klo mau, ikuti nasihat berdasarkan studi empiris dokter, ktnya perokok dan perokok pasif bisa kena kanker paru-paru.
    Kr sy bukan dokter, sy tidak tahu ada hubungannya atau tidak peristiwa ini. Di kantor ada seorang perokok berat selama kerjanya, setelah pensiun, kankernya baru terasa. Yah, begitulah fisik sudah tidak kuat … uang berobat terbatas kr pensiunan ……

    Maaf, bukan menakut-nakuti …. karena itu pilihan. Tapi kalau merokok di tempat umum, yang lain juga harus punya pilihan yang harus dihormati.

  36. akhirnya mr Sobari gak ngerokok lg….

  37. [...] Disini pun, Pak Nukman Luthfie bercerita bagaimana beliau menginspirasi sopirnya untuk berhenti merokok demi masa depan anaknya. [...]

  38. orang manado bilang: he.. sobari ngana merokok terus yaa.. asapnya seperti kereta uap.. ngana bakar-bakar do’i yaaa…. nandak mama do’rang nandak bakar-bakar do’i lagi… mama

    bakar do’i (bakar duit)

  39. .
    Simple, Kecerdasan finansial™

  40. merokok dapat menyebabkan serangan jantung, impotensi dan yang pasti kangker (kantong kering)
    maaf saya perokok berat tapi setelah saya membaca artikel om Nukman Luthfie saya tersadar berapa besar kerugian yang saya perbuat, dan sekarang saya akan berusaha untuk mengurangi merokok dan saya akan mencoba untuk berhenti. terimakasih om Nukman Luthfie atas artikelnya yang mengingatkan kita untuk meninggalkan rokok, semoga yang lain dapat memahami pemikiran yang sama dengan saya bahwa kerugian yang diakibatkan rokok sangat banyak dalam segala segi, selain merokok dapat merugikan dirisendiri merokok juga merugikan orang lain disekitar kita.

  41. terima kasih atas artikelnya..
    semoga berguna buat orang banyak..

  42. untung sy ga ngerokok, makasih udah menulis ini .. bermanfaat :)

  43. Yg penting menabung ya pak ^^

    Saya si masi ngerokok terus :(, mo ambil asuransi pendidikan berarti harus cari tambahan pendapatan buat asuransi :p bukan cari yg dipotong :D

    peace … [saya juga sedang berusaha berhenti merokok]

  44. Hebat tuh sopirnya pakde, salut saya…
    Sampe bisa mbuang rokok untuk asuransi anaknya..
    Hebat..

  45. seandainya para perokok bisa menyadari spt pak sobary itu, mereka telah memberikan harapan pendidikan yg lbih baik untuk anak-anak mereka ya pak

  46. Memang seharusnya cara melarang dilakukan dengan seperti ini. Memberikan ilustrasi tentang manfaat jika berhenti merokok, saya kira akan lebih diterima daripada melarang secara langsung.

  47. asosiasi yang sangat mengena pak Nukman, utk menggambarkan betapa seringkali inefisiensi terjadi tanpa kita sadari. ini baru mengenai biaya (uang) yg notabene masih terlalu mungkin utk dicari. bagaimana kalau terkait waktu?

    saya sangat bangga terhadap mereka yang, contohnya, ketika menunggu giliran antrean, menggunakan waktu tunggu itu dengan membaca buku berguna.

  48. Bukannya saya tidak setuju untuk berhenti merokok.

    Tapi tolong pikirkan berapa pemasukan untuk negara dari cukai rokok? berapa jumlah karyawan yang bekerja di dalam industri rokok?

    dan tolong diingat juga, jumlah karyawan di dalam industri rokok ini sangat besar.

  49. pipin kuresmiati Says:

    Stop merokok….

    kenapa tidak ada yg berani bilang “stop pabrik rokok “..katanya tembakau indonesia no2…setelah cuba..yg terkenal dg cerutunya..rentetannya tentu banyak dari mulai petaninya,buruhnya,tentu aset perusahannya..sementara masyarakat yg sudah menikmati rasanya merokok tentu berang dg larangan tuk merokok..padahal klo di liat dari kesehatan pun malah merusak..malah hanya membuang uang dan waktu…karena sudah puluhan thn pabrik rokok pun sudah berdiri..katanya salh satu pemasukan negara yg tingi dari beanya..dan bisa menseponsori kegiatan olah raga ..padahal yg membentuk prilaku ini kan akibat ulah pemerintah..sedangkan masyarakat di kita tidah apresaitif klo ada larangan..

  50. Saya tidak bermaksud mengomentari implikasi dari merokok dan tidak merokok. Tetapi sekedar sharing saja. Hingga tahun 2003 saya termasuk ” heavy smoker” alias kereta api. Kebiasaan saya merokok telah memberikan contoh yang buuruk bagi anak saya. Kala itu, anak saya yang bungsu 1,5 Thn. sudah mencoba memankan rokok saya, sementara anak saya yg sulung TK sudah mulai sebagai perokok amatir.
    Saya tidak memaarahi mereka karena peristiwa itu, karena saya pikir saya yg salah kan ING NGARSO SUNG TULODO ?. Tidak berfikir panjang saya menghentikan kebiasaan merokok tahun 2003, hingga saat ini saya masih setia dengan pilihan saya. Cara saya berhenti merokok sangat sederhana … Pada Malam hari Saya Mengatakan kepada diri saya ” Besok saya tidak merokok lagi”, lalu saya berlutut memohon kekuatan pada Nya, dan kata-kata itu saya ulangi dalam hati saya, dan esoknya saya tidak lagi merokok hingga saat ini. Semoga bermanfaat.

  51. saya sebenernya pingin stop untuk merokok tapi sulit rasanya, apalagi saat ketemu sama teman yang sering minta rokok, minta rokok dong 1 batang, mereka kan sudah tau kalau saya orangnya merokok.gimana tips untuk itu trims

  52. Nyesel juga ya nggak merokok. Jadi nggak bisa berhenti merokok (baca: menghemat).

  53. setuju juga. memang merokok tidak bemanfaat sm sekali. tapi masih banyak juga masy kita yang akan jadi pengangguran kalo rokok mulai hilang dari masy..

  54. Tulisan yang bagus Pak.
    Saya di kantor pernah mengadakan sesi untuk awareness kepada para perokok berapa banyak uang yang dibakar setiap bulannya.
    Dan ternyata uang tersebut seperti yang Bapak jelaskan adalah sekian persen income mereka. Betapa besar pengorbanan yang harus diderita oleh keluarga perokok tersebut karena hal yang lebih penting harus digeser demi kenikmatan rokok.

  55. Terima kasih untuk artikelnya Pak, Alhamdulilah saya tidak merokok semenjak kecil hingga sekarang.

  56. Untung dulu saya punya pengalaman buruk waktu pertama kalinya mencoba rokok di pinggir kolam renang bareng temen2 ketika masih SMA dulu. Setelah mencoba rokok tsb saya langsung berenang dan tiba2 ditengah kolam dada saya langsung terasa nyeri hingga saya hampir tenggelam. Sejak saat itu saya berjanji bahwa seumur hidup saya gak akan merokok! Terima kasih pak atas artikelnya…

  57. Setuju pakkkk… di blog saya sendiri saya juga mengkampanyekan Hidup Sehat dengan berhenti merokok.

    Pesan kepada perokok:
    Berhenti merokok itu SULIT dan Terus merokok akan lebih menyulitkan ANDA di masa depan.

  58. Andre Hermawan Says:

    setuju pak,, eyang saya meninggal umur96tahun,, klo dipikir2, misal dia merokok dari umur20tahun, 76 tahun duitnya dikumpulin udah bisa jadi modal cucu nya ini bikin usaha nih(usaha pabrik rokok)hahaha….

    yah dari pada dikampanyekan soal kesehatan buruk, mending dikampanyekan soal uang, orang indonesia masih miskin soalnya…sekalinya sakit biaya berobatnya gede… hehehe

    untuk pak anung(9) ga usah berhenti berinternet pak, ikutin kata pak nukman aja, pemotongan budget, kan ada fastn*t yg lebih murah,hihihi

  59. * Angka kematian akibat rokok di Indonesia mencapai 427.923 jiwa/tahun
    * Berdasarkan hasil penelitian KPAI perokok aktif di Indonesia sekitar 141,4 juta orang
    * Dari 70 juta anak di Indonesia, 37 persen atau 25,9 juta anak diantaranya merokok.
    * Sekitar 43 juta anak usia hingga 18 tahun terancam penyakit mematikan

    [Selebihnya...]

    * Tahun 2006 konsumsi rokok di Indonesia 230 milyar batang atau sekitar Rp 184 trilyun/tahun
    * Untuk kepala keluarga dengan penghasilan Rp 1 juta/bulan dan pengeluaran rokok Rp 240 ribu/bulan, maka pengeluaran rokok mencapai 24% padahal banyak anak kekurangan gizi dan putus sekolah.

    “Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.” [Al Baqarah:195]

    Ternyata penelitian membuktikan perokok pasif (istri, anak, dan orang yang berada dekat perokok) justru mendapat bahaya lebih banyak. Kenapa? Karena para perokok tidak menghirup asap rokoknya. Tapi menghembuskan asap rokoknya sehingga terhisap orang lain (perokok pasif)

    “Dan janganlah kamu merugikan manusia pada hak-haknya dan janganlah kamu merajalela di muka bumi dengan membuat kerusakan” [Asy Syu’araa:183]

    Dari Sa’id Sa’d bin Malik bin ra, bahwa Rasululloh SAW bersabda, “Dilarang segala yang berbahaya dan menimpakan bahaya.” (Hadits hasan diriwayatkan Ibnu Majah, Daruquthni, dan Malik dalam Al-Muwatha’)

    Merokok haram karena selain membahayakan diri dan orang lain juga merupakan pemborosan.

    ”Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya.” [Al Israa’:26-27]

    Silahkan lihat artikel lengkapnya di:
    http://media-islam.or.id/2008/08/20/mendukung-fatwa-haram-merokok-mui

  60. memang masalahnya kompleks ya pak.. rokok tidak ada rasanya, tapi bisa laku keras. gimana tuh pabrik rokok bisa bikin kayak gitu ya pak?

  61. salut buat kang Sobari
    dan sampeyan yang berhasil menggugahnya :)
    salam

  62. pak…mau tnya donk….orang tua saya perokok aktiv dan saya mau dia berhenti merokok tp gimn cara yang paling efektif..thx..

  63. khusbul ma'ad Says:

    saya sih setuju stop merokok, tapi kalo tidak ada orang merokok jangan-jangan pabriknya bisa tutup dong. pengangguran semakin besar dan pendapatan negara juga turun dong.

  64. numpang copas yah, Pak..
    wassalam…

  65. aloysius septian Says:

    Kalau stop merokok semua ?trus buruh pabrik rokok larinya kemana apakah ada alokasinya

  66. Kalau orang pada berhenti merokok memang pabrik rokok tutup. Toh orang bisa kerja di tempat lain.

    Misalkan dari uang Rp 250 ribu yang dihemat itu dipakai untuk menyekolahkan anak, maka orang bisa kerja jadi guru, satpam, atau pekerjaan lain di seklah.

    Misalkan uang yang dulunya buat merokok dipakai beli susu buat anaknya, itu membuka lapangan kerja sebagai peternak susu dan juga pekerja di pabrik susu.

    Dsb..dsb..dsb…

    Sebelum tahun 1500-an pabrik rokok belum ada, toh semua orang tetap bisa kerja. Jadi nanti pas pabrik rokok tutup orang2 tetap akan bisa kerja di tempat lain yang lebih sehat dan bermanfaat.

  67. yg jelas pemerintah saat ini memiliki roadmap kebijakan cukai menuju masyarakat sehat 2020, yg intinya di tahun 2020 ditargetkan jumlah rokok yg beredar di indonesia itu maksimum sekian batang saja. semoga kebijakan tsb cukup membantu. oya, kami di bea cukai, mbok ya sering dipantau perihal tugas kami mengawasi rokok ini, jgn cuma yg di pelabuhan saja. thks pak nukman.

  68. Kabbulampe Says:

    Yang Harus di Kampanyekan adalah “STOP KORUPSI, DAN GANTUNG KORUPTORNYA DI MONAS”

    Salam
    Kabbulampe Tenrirafii

  69. Jiahaa Pa nu’man ..
    mau berhenti mah dari duluuu
    tapi alasannya klise (suesah bangetz)

    tahun ini budget merokonya di share sama budget pergi ke klinik berhenti merokok
    Doakan Ya Pa’

  70. saya mau nanya apakah ada ramuan tradisional untuk menghentikan kecanduan merokok???

    yolong kasih tau jawabannya di alamat imel saya, terimakasih

  71. [...] This post was mentioned on Twitter by nukman luthfie, Astika Puspanigtyas. Astika Puspanigtyas said: RT @nukman: Stop Merokok (ttg sopir saya yg juga berhenti merokok) : http://bit.ly/7l6ruj [...]

  72. Social comments and analytics for this post…

    This post was mentioned on Twitter by nukman: Stop Merokok (ttg sopir saya yg juga berhenti merokok) : http://bit.ly/7l6ruj...

  73. Prof Syafii Ma’arif pernah menulis di Republika, bahwa merokok adalah perbuatan “Mubadhir” !!, seperi kkita ketahui bersama ada hadis yang menyebut bahwa “mubadhir adalah teman setan” bukan?
    Penyair Taufik Ismail pun pernah membuat puisi tentang Indonesia yang sudah menjadi negeri bak surga nya perokok !
    Prof DR dr Ascobat Gani (ahli Ekonomi Kesehatan) pernah melakukan studi, dan menyimpulkan :
    ‘Dari segi ekonomipun dalam jangka panjang, cukai yang berjumlah tidak kurang dari 40 triliun rupiah ternyata tidak sebanding kerugian yang akan ditanggung para pasien yang sakit akibat rokok!’

  74. Info yang menarik.

  75. [...] adalah suatu kegiatan yang begitu susah dilepaskan oleh para perokok, meskipun kita semua sudahStop Merokok : Sudut Pandang - Nukman LuthfieSudut pandang Nukman Luthfie, seorang pebisnis online, mengenai hal-hal di luar Internet Business, [...]

Leave a Reply

Follow   

Twitter FB Email RSS

Search   


Recent Comments   

Rahmat Miftahul Habib:

Well, good luck, Sir… Nice to hear that.. Hope you will be more successful in the...

budi hadmajaya:

feed burner sdh dicentang pak

omagus:

di tunggu artikel kerennya..!

lukman:

wah sampai ada yang berbentuk surat :D tapi yang modusnya seperti ini pasti sudah ada langkah `mempelajari...

greatponco:

Mantaf Bang….