Posted on September 16, 2008
Dua pekan lalu, AstroTV beberapa kali menayangkan film Pirates of Silicon Valley, yang mengisahkan bagaimana Bill Gates dan Steve Jobs muda mulai merintis bisnisnya, dan kini menjadi raja-raja di Lembah Silicon. Bill Gates menjadi raja peranti lunak melalui Microsoft Corp dan selama 13 tahun menjadi orang terkaya sejagad. Sementara itu Steve Jobs menjadi raja peranti keras melalui Apple Macintosh, dan kini meraja-lela dengan iPod dan iPhone. Ternyata, kedua orang hebat itu menjadi raja dari “mencuri”.
Film ini amat menarik. Bukan hanya menggambarkan perbedaan karakter Bill Gates dan Steve Jobs. Tetapi juga dilengkapi dengan berbagai kutipan orang-orang top. Misalnya ada kutipan kalimat gembong mafia: “Keep your friends close, but keep your enemies closer“. Kalau mau berhasil, kita mesti lebih mendekat ke pesaing daripada ke teman-teman kita sendiri. Ada juga kalimat “Good artists copy, great artists steal” yang sangat terkenal dari Picasso.

Foto: Steve Jobs dan Bill Gates muda di Pirates of Silicon Valley
Nah, sahabat saya, Burhan Sholihin, Redaktur Utama Koran TEMPO, menuliskan pandangannya yang terinspirasi oleh film tersebut khusus untuk Sudutpandang.com.
Di bawah ini tulisan lengkapnya:
————————————————————————————-
“Good artists copy, great artists steal.” Begitulah kata pelukis dan pematung asal Andalusia, Spanyol, Pablo Picasso. Ungkapan itu mungkin terkesan naif, tapi begitulah yang kerap terjadi di dunia ini. Banyak bukti yang menunjukkan bahwa banyak seniman atau penemu hebat lahir karena “mencuri” ide. Persis seperti yang dikatakan Picasso.
Kehebatan temuan Steve Jobs dan Bill Gates adalah contoh kecil tentang berlakunya “hukum” Picasso itu. Lihatlah Steve Jobs, bos Apple Inc, saat dia masih muda. Dia baru saja mencukur jenggot lebatnya saat komputer Apple pertama mulai diminati orang. Tapi resep cukur jenggot itu tak langsung melambungkan namanya, juga perusahaannya. Apple tetap secuil kuku dibandingkan dengan IBM, yang dikenal sebagai Raksasa Biru.
Penjualannya baru benar-benar mengguncang daratan Amerika Serikat setelah Steve Jobs dan timnya melahirkan komputer dengan tampilan grafis yang memukau, saat itu. Ya, Macintosh-lah yang telah menuliskan sejarah kehebatan Jobs. Saat IBM atau Altair, penemu komputer meja pertama yang menggandeng Microsoft, menyodorkan tampilan melulu teks yang membosankan, Apple muncul dengan desain grafis cantik. Tinggal klik dengan mouse, semua urusan beres.
Tampilan grafis dan tetikus (mouse) itulah temuan terhebat pertama Jobs. Tapi, tunggu dulu, dua temuan terhebat ini ternyata bukan temuan orisinal Steve Jobs dan gengnya. Mereka menjiplaknya atau mencurinya dari Xerox yang tak memanfaatkan temuan itu. Begitulah menurut film Pirates of Silicon Valley. Film ini diangkat dari buku Fire in the Valley: The Making of the Personal Computer yang ditulis oleh Paul Freiberger dan Michael Swaine.
Begini kisahnya: di sebuah siang, saat matahari menyapa langit San Francisco yang kerap membikin orang menggigil, Jobs dan teman karibnya, Steve Wozniak, serta beberapa programmer Apple Inc duduk bersama. Otak-otak mereka sedang beradu ide untuk melentingkan penjualan komputer dengan sebuah temuan baru. Seperti biasa, Jobs meniupkan dogmanya. “Kita harus menulis ulang sejarah manusia dengan temuan kita.”
Lalu sebuah ide brilian–dan sedikit nakal–menyambar otak mereka. “Mengapa kita tak mengambil ide tampilan grafis Xerox saja,” kata salah satu dari mereka. Lalu mereka pun meluncur ke pusat riset Xerox dan mengantongi temuan yang tak dilirik Xerox itu dengan harga sangat murah.
“Good artists copy, great artists steal,” kata Jobs menirukan ucapan Picasso. Sejak itulah kejayaan komputer Apple dengan cita rasa seni tinggi berkibar-kibar.
Bill Gates dan Microsoft saat itu masih remah-remah. Mereka tak bisa mengalahkan nilai seni–serta uang–Apple Inc. Keadaan itu baru berbalik setelah Bill Gates “mencuri” ide Apple tentang tampilan grafis dengan melahirkan Windows. Era Windows adalah titik kebangkitan Microsoft.
Kini orang terkesima kepada seniman hebat yang juga “pencuri”. Ia adalah Cina. Negeri ini kerap dicemooh sebagai tukang jiplak. Apa saja ditiru, dari yang kecil-kecil, seperti peniti dan jepit rambut, hingga kacamata Oakley, tas Gucci, dan mobil. Tapi lihat apa yang dilakukan Cina. Kini mereka menjadi eksportir terbesar di dunia. Juli lalu, menurut Guardian, nilai ekspor Cina mencatat rekor tertinggi, naik 16,8 persen dibanding tahun sebelumnya.
Apa kita harus jadi “pencuri” agar jadi seniman hebat?
Well, good luck, Sir… Nice to hear that.. Hope you will be more successful in the...
feed burner sdh dicentang pak
di tunggu artikel kerennya..!
wah sampai ada yang berbentuk surat
tapi yang modusnya seperti ini pasti sudah ada langkah `mempelajari...
Mantaf Bang….
September 16th, 2008 at 11:57 am
Nice Artikel pak,
sebenarnya lebih tepat kalau kita sebut fenomena ini sebagai “Reborn” bukan “Mencuri”
Melahirkan sebuah bisnis memang wajib menyontek sebuah ide yang telah dilakukan oleh pebisnis lain, selama masih dalam box legal atau tidak menyalahi etika bisnis.
Sayangnya hal ini tidak diberlakukan pada kurikulum pendidikan kita, aneh kan, menyontek dilarang, pakai kalkulator dilarang…hmm…
ngomong2 dimana bisa beli film ini yah ?
September 16th, 2008 at 12:25 pm
sayangnya belum ada RUU Pencurian Ide. Orang2 sekarang lebih suka RUU Pornografi.
ahh.. seandainya..
@The Dreamer, kayaknya filmnya bisa didonlot pak. Tapi saya lupa alamatnya.
September 16th, 2008 at 12:45 pm
Omong2 soal mencuri:
Sting dituduh telah mencuri ide untuk beberapa lagu The Police, dari seorang penyanyi asal Kanada, Roy Smith.
Simon Cowell, juri American Idol dituduh ‘mencontek’ merek dan konsep dari sebuah acara berjudul ‘Million Dollar Idea’ yang ditayangkan di AS. Tuntutan itu diajukan ke pengadilan oleh Jean Golden dan Todd Walker, selaku pencipta sekaligus pembawa acara program tersebut
220 Labs mengklaim Kate Hudson telah mencuri ide mereka yang sangat rahasia mengenai sebuah perawatan rambut yang dikenal dengan nama volcano ash.
Penyanyi sekaligus aktris Jennifer Lopez telah digugat oleh Jack Bunick, seorang penulis naskah, yang menyatakan bahwa Lopez telah mencuri idenya untuk sebuah film seri televisi.
Zuckerberg, pendiri situs jejaring sosial Facebook, dituduh telah mencuri ide Facebook dari temannya semasa kuliah. Hal ini termuat dalam laporan majalah alumni Universitas Harvard, 02138 (http://www.02138mag.com/index.html).
Bahkan, Alexander Graham Bell yang selama ini kita akui sebagai penemu telepon ternyata diindikasikan mencuri ide itu…
Jadi, lebih baik mencuri lalu melahirkan sesuatu yang bermanfaat bagi orang banyak, daripada tidak mencuri tapi nyusahin orang banyak.
Nyambung gak ya? He hehe he…
September 16th, 2008 at 1:03 pm
Terima Kasih Mas Burhan atas sharingnya.
Pirates of Silicon Valley memang sangat segar! Saya selalu menjadikan film ini sebagai materi pembuka kelas entrepereneur di FE UNPAR.
Dari sisi spirit entrepreneur, film ini secara rapi menuturkan pelajaran berharga yakni:
untuk memulai usaha kita tidak perlu menunggu semuanya sempurna. Memulai usaha dengan modal seadanya. Apple dimulai dari garasi, Microsoft menyewa motel murahan sebagai kantor perdananya. Yang penting tangkap peluang dulu. Take action, miracle happen. Perbaikan bisa sambil jalan.
Lalu, statement lantang dari Picasso, “Good artists copy, great artists steal”. Nampaknya emang banyak benarnya. Dalam kacamata inovasi, sah-sah saja kita mengambil ide darimana pun lalu meracik kembali dengan cara yang beda dan elegan untuk melahirkan suatu produk/jasa yang lebih baik.
Inspirasi tampilan grafis xerox, memicu lahirnya grafis mac. Keberhasilan kopiko(permen kopi), merangsang lahirnya kino (gantinya permen kopi).
Kita tidak harus jadi “pencuri” agar jadi seniman hebat? Tapi kita harus tahu seni dari “mencuri”–tidak sekadar menjiplak, tapi meracik kembali dengan cara yang beda dan elegan
September 16th, 2008 at 2:18 pm
Dibutuhkan kreatifitas dan inovasi untuk menjadi hebat dari sekedar mencuri/menjiplak ide.
“Andy OrangeMood is Online Advertising & Business Consultant”
September 16th, 2008 at 2:58 pm
Kreatifitas bisa datang dari mana saja dan siapa saja. Motivasinya bisa dari ingin menghasilkan sesuatu yang belum ada atau sekedar ingin membuat ulang atau menyempurnakan yang sudah ada dengan versinya sendiri (ini mungkin yg masuk kategori ‘mencuri’).
Tapi jaman sekarang memang begitu, apalagi semua ide, inovasi, penemuan sudah bisa dicari (contoh melalui Google Patent Search), jadi kita bisa mencari basis ide dari situ juga untuk dikembangkan, disempurnakan atau sekedar ingin membuat ulang lagi
Tinggal sekarang perang marketing produk agar disenangi dan dibutuhkan orang banyak.
September 16th, 2008 at 3:18 pm
Saya setuju dengan comment nya ‘The Dreamer’ di atas..
Banyak Orang yang mempunyai ide untuk membuat kompor.., tapi terkadang dia belum tentu bisa memasak..
Nah apakah para koki2 termasuk pencuri ide pembuat kompor??
go figure!
September 16th, 2008 at 6:57 pm
Ide boleh sama tapi hasil akhirnya berbeda.
Kalau resep pak Purdi ATM (amati, tiru, modifikasi)
Modifikasi itu butuh Inovasi, dan gak selalu yang muncul pertama selalu menang.
September 16th, 2008 at 8:15 pm
Ada sebuah buku yang sangat memikat mengenai Strategi Imitasi. Setiap marketer/product developer mestinya wajib membaca buku ini : Managing Imitation Strategies.
Saya pernah menulis kisah tragis inovasi Xerox yang dicuri Apple disini.
September 17th, 2008 at 3:38 am
[...] ini sudutpandang.com menyajikan tulisan tamu berjudul “Seniman Hebat” yang ditulis Burhan Sholihin, Redaktur Utama Koran TEMPO. Burhan, menulis ini, konon kerena [...]
September 17th, 2008 at 3:41 am
Lah postingannya pak Nuk ini “separo nyolong” blog tetangga ! khan..?
NL: Seperti saya sampaikan di atas, memang ini tulisan Burhan.
September 17th, 2008 at 12:40 pm
Mencuri Ide ? sebuah kalimat yang menarik. Karena bisa jadi ide tsb memang belum ‘mengkilap’ sebelumnya, sampai ada seseorang yg ‘berjodoh’ dgn ide tersebut dan memberikan sentuhan sehingga jauh lebih ‘mengkilap’ dan siap untuk di realisasikan.
September 18th, 2008 at 6:21 pm
Sebuah ide bisa menjadi hal yang mentah bila cara pemasarannya tidak jitu. Sama seperti MCD banyak hal yang sama dengan fast food lain, tapi dengan pemasaran yang tepat mereka lebih menuai sukses.
September 19th, 2008 at 1:30 am
memang ide yang bagus belum tentu jadi baik kalo di tangan yang kurang tepat, seperti xerox yang punya ide tetapi tidak bisa menindaklanjutinya..
karena apple bisa menindaklanjuti maka jadi gemilang, tetapi hukum alam pun berlaku pada apple juga ketika ide dia kemudian dicuri bill gates
September 19th, 2008 at 2:55 pm
Hehe, baru aja saya DL film itu kemaren…
Keren filmnya..
Xerox dengan bodohnya menolak ide Computer grafis, betapa bodohnya CEO Xerox saat itu…
Kadang kita bisa buta untuk melihat hal yg mengagumkan di depan mata, peluang di depan mata karena kita silau dengan diri kita sendiri, cool!
September 20th, 2008 at 7:38 pm
Kalau yang terakhir-terakhir ini, seniman kita lagi “pinter-pinternya” nyolong desain poster film. Kayak film ROH, ngejiplak The Prestige, film LOVE, ngejiplak Love Actually, Film Namaku Dick, ngejplak Hot Chick dan masih banyak karya2 jiplakan lainnya. Bagus lah, udah film2nya crappy, posternya jiplakan pula *lho kok malah ngomongin film*
September 22nd, 2008 at 10:26 am
pingin nonton filmnya…
linknya dong ?
September 22nd, 2008 at 2:01 pm
hahaha… dan pada saat komentar di atas bertebaran saya mulai mencuri ilmu mereka
September 23rd, 2008 at 11:36 am
setuju ama mas adam… he2
September 23rd, 2008 at 3:46 pm
emang seniman yang hebat. ga cuma yang nulis tapi juga yang komentar di atas….
banyak banget idea yang muncul ketika membaca komentar2 senior2 di atas.
thank smua….
September 23rd, 2008 at 3:48 pm
wuiks…. bos burhan solikin tambah lemu … ae.. hik.. hik…
September 24th, 2008 at 2:46 am
kira2 ide pak nukman apa ya yang potensial untuk di curi
heheheh
September 25th, 2008 at 3:40 pm
kalo saya mo curi-curi pandang dulu ajah..
September 26th, 2008 at 11:18 am
masalah *stealing idea* ini masih dalam kondisi ambigu kalo menurut sayah.. seperti 2 sisi mata koin yg berlawanan,, butuh penafsiran lebih yg mengarah pada sisi positif itu sendiri..
September 26th, 2008 at 10:14 pm
film jeboot banget nich dari 2004. saran saya nonton lagih kevin mitnic (mitnicnya lupa nulisnya gimana).
masih ada saya videonya. pelajarannya bagus banget apa lagi kalo ditambah baca buku sejarahnya mereka.
steve jobs yang arogan tapi memang dia kunci dari apple.
saya suka filmnya sayang jarang film sebagus ini ada
September 30th, 2008 at 6:45 pm
nice nice
mw donk video ny
October 1st, 2008 at 10:28 pm
Emang kayaknya selalu eksekutor handal yang dapat manfaat lebih. Ketik - ketik ide, ngerancang ini itu, trus ga diapa - apain ya tetep aja miskin kucel.
October 8th, 2008 at 1:41 pm
adakah sesuatu yang baru yang bisa kita buat murni dan pure dari hasil pemikiran kita sendiri, terutama dan terlebih bagi kita yang hidup di jaman sekarang ini??? TIDAK ADA
yang bisa kita lakukan hanyalah MEREHAB segala sesuatu yang sudah ada menjadi yang baru.
KARENA SEMUA SUDAH TERSEDIA
October 9th, 2008 at 3:32 pm
biasanya ide datang disaat setelah kita membaca dan mencermati penomena alam (ide-ide orang lain), akan sedikit ide keluar jika kita tidak melihat perkembangan alam dan lingkungan kita, ide banyak datang tatkalan kita tertindas dan ingin berkembang dan lebih maju.
October 9th, 2008 at 9:09 pm
Memang ATM (Amati Tiru Modifikasi)itu perlu banget dalam bisnis..
October 10th, 2008 at 11:49 am
At First
Terima kasih buat Pak Nukman yg inspirasional.
Semoga Bapak selalu dalam keadaan sehat. BIar idenya selalu bisa menyegarkan kami yang selalu haus akan kata2 penuh inspirasi
Back to Topik
Bukannya orang Indonesia termasuk salah satu Pirate terbesar di Dunia terhadap karya2 Silocon Valley Company?
Dan terbukti dengan menjadi pirate/pembajak banyak sekali anak2 muda Indonesia mengenal-mempelajari-memahami dan megkomersilkan ide2 mereka. He..he..he
October 10th, 2008 at 9:04 pm
“Keep your friends close, but keep your enemies closer“
yang ini apa gak nyeremin yah?
October 11th, 2008 at 5:07 am
Gula Tiruan juga Manis, iya kan?
October 18th, 2008 at 11:51 am
tulisan yg menarik..hmm kreatifitas yg datang dr modifikasi…dan menjadi sesuatu yang baru…
Mantap !
October 22nd, 2008 at 6:20 am
nice posting bos…
bener-bener sebuah inspirasi.pengen juga lah saya kayak mereka hehe…
salam hormat pak. oya, mohon ijin ya pak, saya link-kan blognya di rumah saya yang masih sepi kyk kuburan hehe…
:shakehand:
October 25th, 2008 at 8:45 am
Nice and inspiring post. Saya jadi tahu kalo orang terkaya di dunia dari hasil ‘mencuri’ ide orang lain.
October 25th, 2008 at 8:49 am
Good point is belajar dari kesuksesan orang lain. Dan Bill Gates berhasil melakukannya.
October 25th, 2008 at 11:48 am
saya kutip pernyataan dari Bpk Mario Teguh.
” Anda tidak akan pernah bisa menghindari keharusan untuk meniru, maka meniru lah, tapi pastikanlah bahwa anda sulit ditiru, dengannya anda menjadi original.”
October 29th, 2008 at 10:39 am
Sebenarnya dengan ada nya tindakan mencuri ide, hal itu membuat tingkat persaingan menjadi lebih ketat. Dan menjadi katalisator kreator untuk lebih kreatif lagi dalam menciptakan sebuah ide, hal itu menciptakan kesinambungan dalam desain.
Yang penting semua penciptaan untuk kebaikan dan kemudahan dalam penggunaan, serta mempunyai nilai plus bagi pengguna.
October 29th, 2008 at 10:41 am
Selamat Siang.
Istilah kerennya untuk jiplak-menjiplak dan tiru meniru adalah Reverse Engineering.
Beberapa kampus di Indonesia telah menerapkan hal itu.
November 6th, 2008 at 4:15 pm
Klo di dunia saya, design itu adalah abstrak. Mungkin hal ini berlaku juga untuk bidang lain, jadi terkadang temuan-temuan baru itu adalah penyempurnaan dari temuan-temuan lama.
Dalam dunia saya yang lain, sebuah ide cerita/naskah cerita sulit untuk diklaim sebagai milik satu orang. Hanya saja, siapa yang pertama menuliskannya dan mempopulerkannya, dialah yg diakui.
Ide atau tema tentang cerita anak yang selalu mengalami penderitaan hidup, kemudian berjuang dengan keras dan akhirnya menemukan nasib baiknya dengan menjadi orang kaya, bisa dikembangkan ke dalam ratusan bahkan ribuan bentuk cerita oleh ribuan penulis lainnya.
Semoga berkenan dan saya menyampaikan terima kasih atas artikelnya yang motivatif bagi saya.
November 7th, 2008 at 11:48 pm
Artikel ini sangat membantu utk membangkitkan kepercayaan diri…
thx
November 10th, 2008 at 3:39 pm
Pencuri yah tetap saja pencuri…hmmm
November 13th, 2008 at 10:07 am
Beda donk…..kan yang dicuri gak ada bentuk fisiknya… heheheh
November 20th, 2008 at 12:58 am
wah kita harus pandai2 mencuri dong.. biar jadi great artist.. ha3..
November 21st, 2008 at 10:52 pm
di dunia kesenian sendiri para peniru… susah sekali untuk maju…. peniruan malah menjadi bumerang buat dirinya…leading artist tetap melambung tinggi harganya,, (seorang tokoh siiih ).. dan follower artist .. relatif tdk terlalu dianggap ..dikalangan seniman itu sendiri… dianggap pengrajin……
kalo… bung picasso… dia seorang leading artist ..yg memiliki style..tapi yng dia curi cuma content… thema…dari seniman2 teman atau adik juniornya… hal yg berbeda khan?
November 21st, 2008 at 10:54 pm
yang payah tentunya …para pencuri style… juga thema… hahahahaah bener bener… tak punya harga diri,,
November 25th, 2008 at 4:30 pm
mungkin bukan mencuri sih..nyatanya Steve Jobs tetap membeli ide Xerox meski dengan harga yang sangat murah.
Di dunia ini ga ada yang benar-benar original kok..Kecuali penciptaan dunia oleh Tuhan,semua yang baru selalu hasil dari pengembangan sesuatu yang pernah ada sebelumnya.
November 30th, 2008 at 8:30 am
Tidak sekedar mencuri namun bagaimana memberikan nilai tambah dan memberi manfaat kebanyak orang…dan yang pasti menambah profit juga dong hehehe…
December 1st, 2008 at 11:41 am
uhm,.. aku liat pilm ini dari vcd bajakan juga,.. ^_^
December 5th, 2008 at 1:40 pm
ada perbedaan tipis antara penjiplak dan kreatif memang seperti pepatah “tak ada yang baru di bawah matahari” siapa yang paling dulu menangkap peluang dengan kreatif dia yang lebih unggul
December 13th, 2008 at 3:17 am
Bukannya, meniru dan membuatnya menjadi suatu yang lbih baik, lebih murah, lebih mahal dan seglanya adalah suatu seni creativitas. Karena orang yang meniru dan menjadikannya lebih baik adalah orang yang hebat dan luar bisa.
Maka Mulai dari sekarang tirulah kreativitas orang hebat, maka kamu akan menajdi hebat. itu garansi lho….
January 5th, 2009 at 4:33 pm
[quote]Banyak Orang yang mempunyai ide untuk membuat kompor.., tapi terkadang dia belum tentu bisa memasak..
Nah apakah para koki2 termasuk pencuri ide pembuat kompor??[/quote]
emang bener2 gemilang pemikiran stevejob ataupun bill gates , tapi yang lebih gelmilng komentarnya mbak chaca… sipz… inspiratif…
January 6th, 2009 at 10:31 am
Mas menurutku ide ini sama dengan ATM = Amati Tiru Modifikasi, but it’s great idea.
salam
January 18th, 2009 at 9:29 pm
kalo ingin dapat CD film-nya bagaimana ya?
February 7th, 2009 at 2:48 am
“Mencuri” dan “diilhami”. Mungkin cuma persoalan sudutpandang. Seperti halnya “cerdik” dan “licik”. Kalau hal itu dilakukan oleh kawan kita, kita menyebutnya “cerdik”, sedangkan hal yang sama tapi dilakukan oleh lawan kita, kita menyebutnya “licik”.
Saya sependapat dengan (48) Maruria, Steve Jobs bukan mencuri. Bukankah dia membeli? Meski dengan harga yang sangat murah. Ini, kan persoalan niaga? Saya juga tidak menangkap pernyataan Steve bahwa tetikus itu temuannya.
Jadi kalau saya sebut Steve Jobs cerdik, apakah itu karena saya pakai Apple Macintosh untuk menulis komentar ini? Bagaimanapun, dia memang cerdik, kreatif, gila, inovatif, atau licik?
February 22nd, 2009 at 6:05 pm
Kita di dunia tidak bisa hidup tanpa orang lain, begitu pula bisnis dan perkembangan teknologi, terinspirasi oleh kehebatan/kemajuan yang membuat nilai tambah bagi para customer tentunya.
Teknik ATM (Amati Tiru dan Modifikasi) seperti inilah yang mempercepat perkembangan dunia…
Orang bijak berkata “Success leaves track” kenapa harus susah-susah menemukan sesuatu yang baru jika kita bisa meniru dan mengembangkan penemuan tersebut….
February 26th, 2009 at 4:49 pm
Tapi, terkait dengan apakah kita harus menjadi “pencuri” sepertinya memang sah-sah saja, toh kita tidak ‘mencuri’ secara mentahnya—kalau berbicara mencuri cerdas—, tetapi persoalannya adalah ketika dihadapkan pada sisi nilai inovasi yang terkadang jauh lebih mahal dari sekedar “ngejiplak”.
Lagi, sah-sah saja namun menjadi inovatif lebih baik. Saya menerjemahkan, jika dengan “ngejiplak” kita bisa menjadi hebat, namun bekerja dengan inovasi akan mengantarkan kita menjadi figur HEBAT. Tentu terdapat perbedaan definisi antara hebat dengan HEBAT. Nah, tinggal kita memilih yang mana?
Kebiasaannya, seseorang akan tertarik untuk ngejiplak saat ia sudah berada di ambang keputus-asaan, tetapi inovasi hanya bisa digapai dengan kegigihan yang tidak setengah-setengah, seperti yang dicontohkan oleh Thomas Alfa Edison. Dan, menjadi sosok inovatif memang tidak mudah. maka kenapa figur inovatif seringkali menjadi figur yang juga LEBIH MAHAL
Just masukan untuk sesama kita=)
May 16th, 2009 at 9:26 pm
saya setuju dgn komentar saudara Zulfikar .betul sekali bung
May 29th, 2009 at 1:16 pm
aduuuh,,, saya binun Mas Nukman
saya hanyalah pengguna yang baik
NB : intinya sih, tidak ada yang mutlak orijinal di planet bumi ini (entah kalo di sesuatu tempat di jagatraya ini yang serupa di bumi…)