home
Review

Kelihatan Murah Tapi Mahal, atau Kelihatan Mahal Tapi Murah?

Posted on September 14, 2008

commentsComment: 47 Comments

Enam bulan lalu, kantor saya (Virtual Consulting) pindah dari ruangan sebesar 100 m2 di Gedung Cyber, Kuningan Barat, Jakarta, ke Kindo Building, di Duren Tiga, Jakarta, yang luasnya 320 m2. Tiba-tiba ruangan kantor kami naik tiga kali lipat. Pindahan dan penataan ruangan di kantor baru cukup lancar dan memuaskan saya. Namun ada satu hal yang luput dari perhatian saya: pembelian kursi. Ada apakah dengan pasangan setia meja itu?

Selama ini, saya amat ketat dalam hal membeli barang. Prinsipnya: beli yang terbaik supaya nyaman dipakai, enak dipandang dan  optimal secara ekonomi/bisnis. Barang-barang yang murah biasanya cepat rusak. Meja dan kursi kantor misalnya, saya pilih yang memang harganya menengah — tidak terlalu luks, tapi bahannya kuat, kokoh, enak dipakai, dan tidak cepat rusak. Dan, barang yang palsu biasanya merugikan dalam jangka panjang. Contohnya, dalam empat tahun terakhir, kami selalu memakai tinta printer original meski di sekitar kantor bertebaran penjual tinta refill (palsu). Saya sudah kenyang pengalaman: tinta refill yang kelihatannya murah ternyata merusak printer, sehingga usia printer amat pendek dan terpaksa beli printer baru. Suku cadang mobilpun saya selalu membeli yang original meski harganya sedikit lebih mahal dibanding yang tidak original.

Nah, ketika pindah kantor itulah saya tidak memantau pembelian kursi. Yang saya perhatikan hanya mejanya saja — yang kami sewa dari pemilik gedung, terbuat dari jati. Tim pindahan kantor hanya minta persetujuan saya untuk menebus kursi yang ditinggalkan perusahaan lain di gedung yang sama dan segera mau pindah. “Masih baru dan murah pak, sekitar separo harga” kata tim. OK, saya setuju saja tanpa banyak pertimbangan. Begitu kursi berdatangan, saya merasa, itu bukan standar saya. Hanya dengan memandang, dan kemudian memegang bantalan dan strukturnya, saya mengambil kesimpulan, kualitasnya kurang bagus. Tapi apa boleh buat, nasi sudah jadi bubur. Kami pakailah kursi-kursi itu. Apa yang terjadi kemudian? Dalam tempo beberapa bulan saja kursi mulai rusak. Entah sandarannya kendor atau patah. Entah tidak bisa diputar. Entah lainnya. Bahkan, ini yang menyebalkan, ada yang jatuh terjengkang, gara-gara kursinya rapuh.

Kami jelas rugi. Yang tidak berkualitas dan murah itu ternyata jatuhnya mahal. Kami harus membeli kursi baru yang memang menjadi standar kami: kuat, nyaman, enak dipandang, meski relatif lebih mahal. Seandainya dari awal kami ketat menerapkan aturan ini, kami tidak perlu buang-buang waktu dan uang membeli kursi yang cepat rusak. Dan yang penting: tidak ada korban terjengkang.

Untunglah, dalam hal lain kami cukup ketat. Seperti saya ceritakan di awal tadi, kami selalu memakai tinta printer HP yang asli. Tidak mengherankan jika kami printer kami awet. Biaya mencetak kami pun lebih irit karena kemampuan mencetak tinta original HP juga jauh lebih baik ketimbang refill. Dengan volume tinta yang sama, HP original bisa mencetak dua kali lebih banyak dibanding tinta refill.  Sudah begitu, kualitas cetakan yang original jauh lebih bagus ketimbang yang refill. Ini amat penting untuk mencetak dokumen-dokumen legal, perjanjian, dan sejenisnya yang harus disimpan dalam jangka panjang, tahunan. Saya tidak akan mengorbankan bisnis saya dengan menggunakan tinta refill.

Yang menyenangkan, kini HP sedang menggelar promo besar-besaran selama 2,4 tahun bagi pengguna printer asli HP. Hadiahnya? Voucher jalan-jalan senilai Rp 100 juta, HP Mini Notebook, voucher belanja senilai Rp 800 ribu dan lain-lainya. Mau tahu detilnya? Tengok di HP Supplies MegaPromo 2.4.

***

Note: meski tulisan ini agak berbau advertorial, pesan yang saya sampaikan adalah, bahwa apa yang kelihatannya murah, belum tentu murah, dan yang kelihatannya mahal justru sesungguhnya lebih murah dan bermanfaat.

Bookmark and Share

47 Responses to “Kelihatan Murah Tapi Mahal, atau Kelihatan Mahal Tapi Murah?”

  1. betul sie om…
    faktor harga suka nipu di depan…
    tp boleh jg advertorial-nya ttg tinta printer hp yg kebetulan saya pake lagi abis :D

  2. Saya sendiri selalu memakai HP Original Supplies. Lupakan yang lain…:):)

    Btw, HP original tampaknya memang mesti melakukan kampanye yang cukup gencar — untuk menahan gempuran tinta refill (yang pelan-pelan menggerus market mereka).

    Namun, HP kini memang tengah naik daun, dan tahun 2007, sukses menjadi produsen teknologi terbesar didunia, mengalahkan IBM. Filosofi manajemen HP yang mak nyus itu bisa dibaca DISINI.

  3. Menikmati tulisannya saja di pojokan
    :D

  4. “Agak” berbau? Hehe.

    Ngomong-ngomong, kalimat pertama berlebihan kata sambung, Pak: “ke dari”.

    NL: Sudah saya perbaiki mas. Terima kasih:)

  5. jadi ingat..

    Murah..tapi tidak murahan, hehe

  6. Jika yang menjadi ukuran mahal atau murah, menurut hemat saya lebih tepat ditentukan dengan cara menghitung biaya cetak per lembar.

    NL: Betul mas. Data mengenai page yield dan reliability-nya bisa dilihat di sini.

    Dan perlu dicatat juga dengan semakin kuatnya isu global warming, pihak HP sendiri memiliki kebijakan reuse and recycling.

    Gunakan produk ramah lingkungan : Reduce, Reuse, Recyle.

  7. saya mau tanya.
    kalau ada dokumen yang dikirim dengan attachement file, saya lebih suka meneruskannya ke staf saya ketimbang mencetaknya. maunya sih paperless, biar ramah lingkungan. tapi kadang saya bertanya-tanya, apa biaya kirim email tersebut lebih murah dari biaya cetak?

    hasan

    NL: Paperless sudah jelas lebih murah ketimbang cetak. Biaya kirim dokumen melalui sebesar 1 MB hanya sekitar Rp 400. Kalau biaya cetak satu halaman Rp 50 saja, dengan Rp 400, hanya bisa mencetak delapan halaman. Padahal dokumen 1 MB bisa terdiri dari puluhan bahkan bisa seratusan halaman.

  8. Saya pribadi juga berpengalaman dgn tinta refill/infus, sangat merepotkan dan bisa merusak printer, TAPI itu DULU waktu awal awal tinta refill/infus mulai beredar.

    Sesungguhnya yg menyebabkan printer cepat rusak adalah Kualitas Tinta. Tinta refill/infus yg banyak beredar memang rata2 memiliki kualitas yg buruk. Kebetulan saya sudah menemukan tinta yg kualitas nya OK dan hasil cetak nya juga OK. Perlu kombinasi printer + cartridge + tinta yg berkualitas untuk mendapatkan sistem refill/infus yg tidak merugikan.

    Terkait dgn kebijakan ramah lingkungan yg didengung2kan oleh HP, sedikit kondisi nyata dari kacamata kuda saya :
    * apakah cartridge ori yg sudah kosong bisa dikembalikan ke HP supaya bisa didaur ulang ? sepertinya belum.
    * terakhir saya beli printer HP bulan Oktober 2007, dikardusnya menggunakan Styrofoam. Bukankah itu bahan yg merusak lingkungan ?
    * saya pernah beli printer HP sekitar tahun 1997 untuk keperluan skripsi, dikardusnya TIDAK pakai Styrofoam tapi memakai recycle paper. Berarti kebijakan HP tentang lingkungan justru mengalami kemunduran ?.

  9. betul pak…saya juga kapok ama barang palsu dah murahan

  10. Memang barang murah tidak selamanya jelek, kebetulan kami mempunyai perusahaan dalam bidang isi ulang toner printer. disini kami ingin menghapus imej bahwa tinta non original itu tidak layak digunakan, bahkan industri toner non original berkembang dengan pesat di indonesia atau di negara2 yang berkembang. kami juga menyarankan agar berhati-hati membeli toner original, karena orang kadang hanya melihat dari kemasan luar yang kelihatan asli tetapi palsu. dibanding ketipu membeli barang asli tapi palsu, lebih baik menggunakan non original yang berkualitas serta berani menjamin apabila printer rusak kami jamin sepenuhnya printer anda.

  11. buat kang hasan: selama ini, sepertinya belum ada kantor atau organisasi yang paperless, yang paling mungkin ya less paper :-)

  12. Maaf saya komentar sisi lain ya :), menarik juga advertorial lewat blog, karena bisa disanggah oleh orang lain. Kalau sanggahan ‘pihak lawan’ lebih baik bagi pembaca, malah bisa mengalahkan produk yang dibahas, kalau tidak dimoderasi sih. :D

    NL: Biar saja ada yang menyanggah dan tidak perlu dimoderasi sepanjang tidak mengandung unsur SARA. Pembacanya sudah dewasa, bisa memutuskan mana yang baik dan buruk dengan logika. Justru di sinilah indahnya blog :)

  13. Saya ingat ada orang bijak bilang, kalau kita beli baju dengan harga 2 kali lipat yang kita dapat 2 kali lebih awet baik kegunaan maupun modelnya dan dua kali lebih bagus. Jadi harga mahal kalau ditinjau kegunaan dan kualitas seringkali lebih murah.

  14. Saya setuju ama pakde, printerku dulu tak kasih tinta infus, baru dibawa pulang udah gak bisa nyetak :(
    Rugi deh bayar biaya pasang infus :(

  15. waah setuju banget pak dhe.. speti kata adek saya.. emang bner bli printer janga di isi tinta palsu… sbelom2nya ini setiap bli printer yg diisi tinta palsu.. pasti cepet banget rusaknya….

  16. Bagaimana dengan harga printer yang tidak berselisih jauh dengan harga tinta (apalagi segmen printer low end) ?

    Ambil contoh printer ca*** yang kelas low endnya sangat mudah kita dapatkan pada kisaran harga 300ribuan. Sementara giliran tinta habis, kita beli satu set tinta asli utk printer tersebut bisa mencapai harga 250rb.

    Apa perkara awet masih penting utk kasus ini ? Rusak-ya rusak aja bukan ? toh beli printernya juga ngga beda jauh sama beli sepaket tinta. padahal dgn tinta palsu, at least sblm jebol msh bisa disuntik 2-3 ronde. how bout that ?

  17. aku juga pake ca***
    murah meriah hasil lumayan
    beberapa kali pake refill, ga papa tu
    btw,
    kalo soal kursi, jelas :
    ada harga ada rupa
    apalagi KASBE alias b e k a s . . .

  18. yup..saya sangat setuju,yang mahal kwalitasnya pasti bagus.jadi klo mo beli barang,cari yang original aza..biar mahal tapi awet,kitapun belinya ga nyesel…

  19. Lanjutannya adalah urusan garansi, terutama mobil. Apa mau diberi garansi 10 tahun, tapi harus masuk bengkel terus tiap beberapa bulan sekali. :)

  20. Emg kalo urusan printer suka nyebelin…., dari pengalaman teman2x & pengalaman sendiri membuktikan kalo printer nyang diisi ma Refill murahan ga bakalan tahan lama…, dah ganti printer 2-3 kali n pake tinta refill pengennya ngirit ternyata hasilnya…rusak smua…
    hehehe….
    Thats true…

  21. Met Mudik Pak Nukman.
    Meskipun komentar saya ini terkesan nggak nyambung dengan topik, tapi justru disitulah kelebihan Plurker’s…

  22. Produk HP memang bagus-bagus..Saya juga pakai printer HP dan tentunya tinta yang asli…:)

  23. Wah lagi ngomongin HP ya :)
    Saya baru saja beli laptop Compaq HP untuk pekerjaan sehari-hari. Pilihan saya jatuh ke merek tersebut karena pengalaman sebelumnya menggunakan monitor merek Compaq sampe bosen gak rusak rusak :D

  24. printer HP..?
    saya pakai printer Ca*** Infus. sdh 6 bln dg harga tinta yg super murah cm 10rb. sampe skrg awettt….
    printer kedua pake Ep*** dan infus jg.
    sampe skrg awet jg, ga da mslh.

    apa kata dunia?

  25. Feedback saja mas, sedikit melenceng dari topik diatas tapi bisa masuk juga di murah tapi mahal atau mahal tapi murah. yaitu PC untuk kerja khususnya staf pelaksana. Pengalaman waktu saya masih aktif kerja di kantor, orang cenderung hanya “memakai” PC nya saja untuk bekerja tetapi lupa untuk “maintenance” PC yang digunakan untuk bekerja. Dampaknya PC baru maupun yang sudah di up-grade pun akan cepat sekali menurun “kemampuan kerjanya”. Kalau sudah menurun tentunya “kinerja” juga ikut kena imbas nya. Hal ini sederhana, tetapi “sulit” memberi pengertian pada pemakai untuk “memelihara” PC nya masing2. Mudah2-an di tempat anda tidak demikian, salam !

  26. Bagus sih pak, kalau pake tinta original. Tapi buat kami mahasiswa (apalagi kost), kayaknya terlalu mahal tuh pak. Harganya kadang sampai setengah harga printernya pak. :)
    Jadi, ngisi ulang pakai tinta suntik tetap jadi alternatif jitu pak. :)

  27. Saya terakhir beli HP tahun 1999 dan rusak tahun 2001 karena memang sering pakai tinta suntikan. Maklum anak kos , he he he. Dari tahun 2002 itu saya pakai Canon dan selalu pakai tinta kompatible yang bagus..nih baru tengah tahun ini gak bisa dipakai lagi.

    Dan karena memang butuh dipakai untuk bisnis, tengah tahun ini saya beli printer HP lagi, sayang seribu sayang Printer HP saya sering mendeteksi bahwa Cartridge nya Error. Padahal Saya sudah ganti 2 kali cartridge itu dengan yang original, walau yang lama saya sangat yakin belum habis tintanya karena baru saya pakai tidak lebih dari 20 lembar. Saya rasa entah kesalahan apa.. HP pun ( barang mahal lain) tak luput dari kekurangan dan defek yang membuat konsumennya rugi, tanpa ada garansi apa2 terhadap cartrige yang rusak tersebut.
    Masalah lain memang… DI indonesia tidak ada UU dan petunjuk perlindungan konsumen yang memadai.

  28. Menggunakan tinta refil tetap lebih murah, efisien dan tidak merusak printer, yng penting bagaimana kita melakukan pemeliharaan terhadap catridge yang kalau sering dipakai lebih baik,tetapi perlu sering dibersihkan headnya sehingga tdk terjadi overflow, mengering di permukaannya dan kalaupun dipasang infus perlu penanganan khusus agar selang tidak mengganggu gerak catridge, dan tidak terjadi overflow tinta karena proses capilarisasi yang berlebihan.
    Setahu saya printer rusak jarang akibat tinta refil tetapi lebih sering karena salah perlakuan terhadap mekanismenya yang tidak bisa dikasari.
    Saya sudah membuat dan mencari cara yang baik untuk memelihara printer, yang terbaik adalah , cartridgenya disimpan kalau printer tidak sering dipakai hindari tinta mengering di headnya. kalau sering dipakai harus rutine dilakukan pembersihan sama halnya dengan alat genital wanita yang harus dibersihkan setiap habis dipakai (cebok) ha ha ha. selamat berargumentasi. I can tell you because I know it very well, technically, commercially don’t believe to the seller, they always tell their product is the best.

  29. waktu saya masih kuliah pake tinta refil 4 tahun sampai saya lulus ga rusak2. harga printer deskjet 3325 waktu itu saya beli 375rb, harga tinta satu buah 175rb, satu printer ada dua buah cartridge berarti 350rb. untuk ukuran mahasiswa ga mungkin beli tinta ori yang harganya hampir seharga printer baru, mending beli printer baru sekalian ya ga. 4 tahun saya pake printer sudah puluhan kali saya suntik, jadi mau ngeprint bukan sayang tinta tapi sayang kertas. misal 10 kali saya ganti cartridge sudah menghabiskan 1,75jt wow mending duitnya buat makan2 hehe…

  30. kalo soal OS gmn pakde.. apa bagusan yang original atau piracy tapi sudah jadi original …secara banyak crack betebaran :-)

  31. lebih keren lagi gratis tapi kelihatan mahal.. ha3..

  32. Setuju pak, barang yang harganya murah belum tentu murah… bukan saya merek minded tp seringnya kita mendapat barang sesuai dengan yang kita bayar (you get what you paid)..mungkin awalnya kita invest agak mahal tuk dapetin kualitas yang lebih baik, tapi biasanya barang tsb juga tahan lama…so..kalo di hitung2 ya sama aja..jd inget saran Ibu saya heheh..o ya sukses untuk semuanya..

  33. ha ha duch kayak kena godam dech waktu baca posting ini,
    secara saya suka banget belanja barang (kayak sepatu ma baju) yang murah2. Emang siy cepet banget rusaknya, (terutama sepatu). he he he

  34. hahaha.. saya ada pengalaman pribadi. kisah nyata soal murah jadi mahal begini. Terima order pakaian seragam suster, ditawar-tawar, diiming - iming order besar, jadi ok lah, kasih harga murah, tapi tidak mungkin pakai penjait yang saya bayar mahal untuk produksinya. jadi saya keliling cari penjait murah, bikin lah seragam yang ukuran tiap orangnya saya ukur sendiri, seperti biasa. waaaak… hasilnya, “you pay peanut, you got monkey!” ada yang gedomboran, kekecilan banget spt celana pensil,belom lagih jaitannya kasaar.. ampun. selain malu sama klien, NOMBOKNya itu loh. mau murahhh.. jadi maahaaall…. kapoookkk… jangan pernah nurunin harga demi order. !! hehehe

    http://www.noviantiiskandar.blogspot.com

  35. haha,,, kalau saya juga doyan nih beli yang murah2, tapi untuk baju2 gitu beli di Blok M/ITC kan dapetnya banyak tuh, abis mikir nya sayang kalau beli yang mahal soalnya bentuk badannya suka berubah-rubah (cepet gendutnya hiks…).

  36. Share pengalaman yang bagus. Waktu kuliah dulu pernah sih, pengen ngirit mslsh tekor :mrgreen:

  37. Ooooo, ini iklan tinta printer toh… kirain apaan …?

  38. Kebiasaan orang jawa senengane sawang sinawang.

    Kadang2 kurang perhitungan, saya sendiri juga koq :D

  39. Saya setuju sekali dengan pendapat Pa Nukman, terkadang kita hanya melihat keuntungan sesaat dan pada akhirnya salah berhitung.
    Ada baiknya memang sebelum memutuskan sesuatu kita pikirkan betul kedepannya, atau berdiskusi dengan teman2 kita untuk mendapatkan keputusan terbaik.
    Makasih pencerahannya Pa Nukman….

  40. postingan yg ini kurang sreg,
    harusnya mahal malah jadi murah

  41. Saya bergerak di bidang foto.

    Sekedar sharing saja, di kantor kami, mengeprint draft album dan dokumen luar biasa banyaknya. Bayangkan kami mengprint 100 lembar kertas yang isinya penuh dengan foto (seukuran A4).

    Kalau pakai tinta asli tentu memberatkan buat saya :D

    Saya pakai EPSON R320, yang bisa ngeprint CD-printable. Tinta memakai refill langganan kami di Mangga Dua, hasilnya selama ini baik-baik saja. Kualitas gambar masih paten :D baik di kertas biasa maupun di kertas foto.

  42. Ono rego, ono rupo, terkadang yang murah bisa bagus tergantung kita pintar mencarinya (ada biaya pencarian)dan akhirnya adalah Trust. Bangsa Indonesia, paling banyak berbisnis sesuatu yang bisa di ulik atau di modifikasi, tetapi sebagus apapun pasti tidak sebagus yang aslinya. Tinggal mau pilih yang mana, prefer yang mana. Hehehehe…selamat memilih.

  43. Yang Penting Rasakan Kenyamanan dan Test Kekuatan Barang Tersebut Sendiri, Terkadang Saya Dapat Barang Murah Tapi Kualitas Bagus dan Kelihatan Mahal, Tetaplah Berhati2 Memilih …

  44. saya sependapat tuh ama komen 24 rino dan 28 zboysatrio.sy lgi mendesain ide2 saya dengan AUTOCAD dan di kantor saya suka ngumpulin kertas bekas. trus minjam printer teman[epson stylush 5500]saya iseng nyetak desai2 tersebut dengan kertas bekas dan tinta refill[infus] belinya di mg2 .karena klo mo beli tinta ori kantong saya bisa robek sampai ujung kaki .berhubung karena saya ngeprint make tinta murah dan kertas bks ,maka saya pun ga segan2 ngeprint ampe beratus2 halaman sampai tinta yg 4 botol ditenggak habis.abis itu ya ngisi lagiabis lagi baru printernya di balikin ama teman ,tapi tentunya ga kenapa2 lho.ha ha ha

  45. cie si om,iklan nih ye…….

  46. Great post … I love this site…Thanks

  47. iya betul, ono rupo ono rego. tetapi dalam dunia printer agak lain. Perhatikan sekarang, harga 1 buah cartrij bisa mencapai 100-200ribu, coba bandingkan dengan tinta refill yang hanya 10-20ribu. Kalo saya katakan, harganya antara langit dan sumur, bisa sampai 10X atau 100% lipat atau bahkan lebih. Terlebih untuk untuk printer HP (yang kebetulan diiklankan dalam tulisan ini). Beda dengan harga kursi, mungkin selisihnya 10-40%. Untuk itu, pihak Hp mengiming-ngiming dengan hadiah rekreasi….Kesimpulannya, semua tergantung kebutuhan dan anggaran yang kita.

Leave a Reply

Follow   

Twitter FB Email RSS

Search   


Recent Comments   

Rahmat Miftahul Habib:

Well, good luck, Sir… Nice to hear that.. Hope you will be more successful in the...

budi hadmajaya:

feed burner sdh dicentang pak

omagus:

di tunggu artikel kerennya..!

lukman:

wah sampai ada yang berbentuk surat :D tapi yang modusnya seperti ini pasti sudah ada langkah `mempelajari...

greatponco:

Mantaf Bang….