Entrepreneurship, Inspiring Person

Menjadi Entrepreneur Bukan Sekadar Memperkaya Diri Sendiri

Posted ons August 9, 2008 |

Pekan lalu, dua andalan Virtual Consulting — yakni Iim Fahima dan Tuhu Nugraha — terpilih sebagai finalis IYCEY 2008, yaitu sebuah ajang pemilihan Young  Creative Entrepreneur  yang diadakan setiap tahun oleh British Council. Sepuluh finalis kebanyakan berlatarbelakang CEO, Founder, GM  maupun Director dengan usia dibawah 35 tahun ini. Iim Fahima sendiri adalah founder, direktur, dan online marketing communications strategist Virus Communications, sayap usaha Virtual Consulting di bidang online marketing communications yang ia lahirkan bersama suaminya, Adhitia Sofyan, dua tahun lalu. Sedangan Tuhu Nugraha adalah senior web consultant Virtual Consulting yang banyak memberi terobosan baru Web 2.0 marketing pada klien-klien Virtual Consulting, termasuk Toyota Astra Motor.

Meski tidak menang, keduanya sangat terkesan dengan ajang tahunan tersebut dan bertekad akan mengikuti lagi tahun dengan dengan semangat yang tak kalah menggebu dibanding tahun ini.

Bagaimana kesan Iim? Di bawah ini penuturannya:

Para finalis, buat saya, adalah sekumpulan anak muda brilian yang membuat saya begitu  bangga dan bersyukur bertemu dengan mereka. Kreatifitasnya, pemikiran-pemikirannya yang tajam, semangat untuk menerobos  kemapanan adalah segelintir attitude yang membuat saya thrilled. Jangan menduga dengan attitude seperti itu, mereka adalah  orang-orang yang ’serius’. No. Mereka sangat jauh dari sifat serius atau pun kaku. Mereka ‘bocor’ dan ‘gila’ =).

Oleh-oleh yang paling berbekas di benak saya dari event ini ada 2:

Pertama: Saya semakin disadarkan dan diingatkan bahwa menjadi entrepreneur bukan hanya untuk memperkaya diri.

Triawan Munaf, salah satu Juri IYCEY sempat ngobrol selintas dengan saya tentang perlu ditonjolkannya pemikiran dan action terkait aktifitas Corporate Social Responsibility (CSR).

Irfan Amalee, Founder dan CEO Mizan Publisher yang menjadi pemenang di sektor komunikasi, mengangkat sebuah success story Mizan Publisher dalam membuat ‘Peace Generation Program’ yang eksekusinya berupa buku-buku interaktif untuk anak-anak yang isinya  sarat dengan pesan moral perdamaian. Lewat promosi door to door yang zero funding, saat ini sudah lebih dari 10.000 pelajar  dari Jawa, Kalimantan dan Aceh terlibat di program ini, juga 100 peace agent yang terdiri dari guru, trainer dan donatur menyebar di seluruh Indonesia. Irfan bercita cita suatu saat program Peace Generation ini bisa mendunia.

Dua hal diatas, somehow kembali mengingatkan saya perlunya sebuah perusahaan memiliki sebuah VISION, yang buat saya adalah sebuah spiritual objective yang diturunkan dalam spriritual statement, spiritual action. Vision ini yang akan  menjadi tujuan akhir perusahaan, memberi hati pada setiap aktifitas dan pada akhirnya membuat perusahaan memiliki dampak  positif terhadap lingkungan. Bukan sekedar memperkaya diri.

CSR ‘hanya’ sebuah eksekusi amal baik. Di balik CSR, harus ada sebuah dorongan yang lebih besar. Vision. Hal ini lah yang akan membuat CSR betul-betul dilakukan dengan hati, bukan topeng untuk menarik simpati publik.

Memiliki visi yang jelas dan bulat, bukanlah hal mudah. Membuatnya mendarah daging dalam diri kita is another hard work,  apalagi membuatnya mendarah daging di para pegawai. Tapi itulah tantangan entrepreneur, karena menjadi entrepreneur bukan  hanya untuk memperkaya diri sendiri, tapi lebih besar dari itu, membuat bisnis kita memberi dampak positif  terhadap lingkungan, negara, kemanusiaan.

Kedua: Luangkan waktu untuk berpikir hal-hal strategic.

Salah satu acara selama masa karantina IYCEY adalah diskusi tentang business strategic yang dipandu oleh Wayah PhD dari  Universitas Bina Nusantara. Dalam diskusi tersebut, pak Wayah menyebutkan bahwa hal yang biasa terjadi pada pengusaha yang  baru membuka bisnisnya adalah tuntutan untuk memantau bahkan ikut terlibat secara detail setiap aktifitas bisnis.  Akibatnya, setiap hari kita sibuk tenggelam dalam hal-hal yang sifatnya eksekusi dan lupa meluangkan waktu untuk berpikir  strategic untuk mengembangkan bisnis. Ketika kita sadar, pasar sudah berubah, kompetisi sudah bergeser, dan kita gelagapan  mengantisipasi perubahan itu.

Sebuah paparan yang insightful.

Kata salah seorang finalis, berikan waktu untuk bengong, alias keluar dari rutinitas dan berpikir kreatif. Ipod adalah hasil bengong Steve Jobs. Bengong tidak akan membuat produktifitas menurun. Sebaliknya, justru akan membantu kita stay alert dengan perubahan-perubahan yang terjadi dan bukan tidak mungkin, ditengah bengong kita malah mendapatkan ide kreatif  untuk mengembangkan bisnis.

foto: Tuhu Nugraha, Iim Fahima, Citra Yuliasari

Itulah sudut pandang Iim, yang memutuskan pindah kuadran dari profesional iklan menjadi entrepreneur dua tahun lalu. “Being an entrepreneur is not only about making yourself rich“, katanya. Menjadi entrepreneur bukan sekadar memperkaya diri sendiri.

Sayangnya, saya masih sering mendengar, motivasi mereka yang ingin pindah kuadran ke pengusaha adalah uang, harta, kekayaan dan sejenisnya. Memang, jenis-jenis kekayaan kasat mata ini merupakan motivasi paling manjur. Itu sebabnya banyak motivator yang laris manis karena menawarkan jurus-jurus dan motivasi kaya mendadak — kalau perlu, tanpa modal.

Di tengah arus yang seperti itu, saya senang mendengar sudut pandang Iim. Saya bahagia ada ajang seperti IYCEY yang membekali pengusaha mudah belia dengan semangat untuk menjadi lebih dari sekadar kaya, untuk lebih banyak memberi manfaat kepada yang lain. Semangat ini yang terus digembar-gemborkan oleh segelinir pengusaha atau kelompok pengusaha seperti Roni Yuzirman dan kawan-kawan melalui Tangan Di Atas, dengan tagline-nya “Bersama Menebar Rahmat”, serta Jamil Azzaini dengan visi “Sukses Mulia” nya.

Bookmark and Share
Comment: arrow

58 Responses to “Menjadi Entrepreneur Bukan Sekadar Memperkaya Diri Sendiri”

  1. Motivasi lain untuk pindah kuadran adalah: “9 dari 10 pintu rejeki berada di pedagang”..
    plus punya waktu lebih banyak bersama keluarga.

    “Menjadi Entrepreneur Bukan Sekadar Memperkaya Diri Sendiri” merupakan tulisan yang dahsyat.

  2. Tulisan yang bagus, Pak Nukman.

    Senang sekali melihat semakin banyak orang-orang kreatif masuk ke ranah enterpreneurship.

    Saya melihat banyak teman yang kreatif dan pintar tetapi saya masing ragu-ragu untuk melakukan breaking throuh.

    Maju terus Iim dan Tuhu!

    Anda beruntung bisa belajar langsung dengan Pak Nukman - gali terus ilmu pengalaman dari dia.

  3. Wah…, saya selalu kagum melihat Mbak Iim yang begitu tenang dan berisi (tapi kadang bisa “gila” juga). Maju terus, mBak Iim dan Mas Adhitia!

    Kalo Mas Tuhu sih emang dari dulu sering jadi teman diskusi di Jogja. Maju terus Mas Tuhu!

  4. Brilliant Smart Womanpreneur!! Pertama kali liat Mbak Iim di seminar perdana Pak Nukman saya sudah melihat aura keangunan dan kecerdasannya, saya sempat terpana melihat sorot mata yang penuh semangat, cekatan, dan bersahaja. Maaf mas Adhitia, kekaguman saya bukan dalam bentuk asmara, ini murni kekaguman pada sebuah karismatik wanita yang menjadi idaman setiap pria muslim di Indonesia.

    Selamat pada Indonesia telah memiliki wanita bertalenta seperti mbak Iim, semoga ini akan menginspirasi wanita-wanita Indonesia lainnya untuk mulai berkarya di ranah Womanpreneur.

  5. benar pak. uang memang sering menjadi motivasi utama dalam melakukan sesuatu, tetapi kita hanya bisa melakukan ‘hal-hal besar’ jika kita sudah mampu melampaui hal-hal yang sifatnya material. bahkan Guy Kawasaki, mentor bisnis yang mantan evangelis Apple pun sering menegaskan betapa pentingnya ‘idealisme’ untuk bisa melahirkan produk-produk hebat: hasrat untuk mengubah dunia, mengubah sesuatu.

    NL:
    Justru yang disampaikan Kawasaki itu sejalan dengan semangat “bukan sekadar kaya”. Apa yang anda sebut sebagai “hasrat mengubah dunia” itu digolongkan Jamil Azzaini sebagai “to be”, sementara hasrat kaya itu disebut “to have”.
    Kalau hanya mengutamakan “to have” kita akan sulit mengendalikan diri. Karena kalau hanya kaya, banyak jalan menuju ke sana, dengan cara apapun, termasuk yang merugikan pihak lain.
    Tapi kalau mengutamakan “to be”, maka “to have” akan mengikuti dengan sendirinya.

  6. Mereka memang hebat dan mempunyai guru yang hebat juga *pak Nukman. Ajari saya juga donk pak… :)

    “Andy OrangeMood is Online Advertising & Business Consultant”

    NL:
    Lha saya malah pingin belajar sama Andy

  7. Dahsyat. Greeaatt. Amazing.

  8. [...] sempat berbicara dengan Pak Nukman dari Virtual Consulting, lewat blog pribadinya tentang definisi sukses. Sebagian besar orang pasti berpikir tentang uang, atau maunya kaya raya. [...]

  9. Dhea Novanda Says:

    Aaaaaahhh…. artikelnya membuat saya bersemangat Pak…… :D

  10. Semakin sering kita mendengar tentang cerita sukses di atas, maka akan semakin membangkitkan keinginan bagi para entrepreneur lain untuk berkompetisi secara sehat dan menelurkan ide-ide baru yang secara tidak langsung akan mengharumkan nama Indonesia. Karena internet bukan lagi dilihat secara nasional, namun sudah secara internasional.

    Selamat bagi para pemenang!

  11. Kalau anda bisa membuat orang lain kaya, maka anda sendiri udah kaya secara sendirinya.

    *kaya bukan berarti materi atau uang :)

  12. Saya hanya ingin mengutip kalimat dua kawan saya.

    “Bukan seberapa banyak yang kita punya tapi seberapa besar yang bisa kita bagi” EcoDezign

    “Bukan Seberapa lama, tapi seberapa bernilai” Ayip

  13. Ya ucapan terima kasih tentunya pertama ke Pak Nukman, karena tanpa adanya kesempatan dan kepercayaan untuk memegang proyek itu, maka saya tidak punya portfolio meyakinkan juri memilih saya sebagai finalis. Kedua, tentunya Mas Agus, karena berkat Yogyes.com lah saya pertama kali belajar bagaimana sih dunia online ini. Dan karena Yogyes juga saya ketemu dengan Pak Nukman. Mas Agus kenapa tidak ikut? Padahal sangat bagus loh buat brand building kalo jadi finalis hehehe. It’s free publication, dan bisa menjajaki kerjasama dengan para finalis lainnya.
    Jujur saya juga banyak dapet pelajaran sebagai finalis kemarin, bertemu dengan orang-orang brilian, bervisi jauh ke depan, dan gila-gila bin kreatip. I enjoy my time so much…

  14. ….“Being an entrepreneur is not only about making yourself rich“…..
    jadi intinya harus jadi yang bermanfaat bagi siapapun, apapun, kapanpun dan dimanapun….

  15. dari judulnya saja sudah terkesan tujuannya mulia ;)

  16. Saya juga prihatin dengan kondisi manusia akhir-akhir ini yang semkain gila dengan segala sesuatu yang instan (cepat saji, cepat jadi, cepat sukses). Fenomena ini kemudian ditangkap sebagian dari motivator juga blogger untuk menjadi ladang bisnis, dengan menawarkan program “cepat sukses” atau “cepat kaya” kepada orang lain. Bahkan menawarkan garansi, “tidak sukses, uang kembali”.
    Padahal semua itu menipu. Seperti menipunya iklan obat, begitu minum obat langsung sembuh.
    Karena sebagai sesama pengusaha kita semua tahu dan merasakan bahwa untuk menjadi sukses membutuhkan proses, dan jusru seharusnya motivasi digunakan untuk membuat orang mampu melewati rintangan atau tantangan menuju sukses. Dan bukan menyesatkannya dengan program-program instan.
    Padahal si penulis seringkali juga adalah seorang pengusaha yang membangun bisnis secara perlahan dari nol, dan tidak instan.
    Padahal untuk mencapai yang instan itu terjadi pemotongan sebuah proses alami, dan menawarkan kenikmatan-kenikmatan sesaat, namun mengandung “racun” bagi orang lain.
    Mungkin itulah dunia iklan, dan siapapun sah-sah saja untuk mendapatkan uang dari sana. Karena tidak melanggar hukum.
    Namun saya yakin bahwa ke depan orang akan berubah secara alamiah, untuk mampu bersikap kritis terhadap program-program instan. Termasuk juga karena masih ada upaya dari orang-orang yang masih memiliki tujuan mulia, dengan menwarkan visi yang lebih baik.
    Tidak hanya menawarkan motivasi, tetpai juga membangun visi.

  17. Selamat (lagi) ke Iim n Tuhu.. hihi.. sampe jumpa tahun depan. Mudah2an kita ikutan “tanding” lagi..:D

  18. Selamat kepada Ibu Iim dan Mas Tuhu, luar biasa…

    Di tunggu sharingnya di TDA yah…

    Thanks Pak Nukman pencerahannya.

  19. waah… manteb banget mbak iim itu yaa…

  20. mba iim , i proud to be one of your friend !

  21. kreatif..itu kuncinya :-)

  22. Sangat inspiratif. Congrats ya..

  23. Pak, kapan-kapan kalo saya ke Jakarta boleh mampir ya? Mau ketemu para jagoan Bapak dan Suhu-nya sekalian. Baca tulisan Bapak bikin saya tertantang lagi untuk terus lapar dan (dengan senang hati) merasa terus bodoh. Salam, Arief

  24. Coba bayangkan, dia sendiri membangun dan mengembangkan bisnisnya dengan susah payah dan sampai saat ini juga masih berjalan lambat bahkan mandeg tapi kok bisanya membujuk ke orang lain agar bisa bergabung dan menuruti caranya dengan jaminan uang kembali klo tak berhasil menjalankannya. Apa itu tidak pembodohan dan penipuan dan tidak mendidik mayarakat.
    Jadi kesimpulanya klo memang ingin membantu kesusahan orang lain bantulah dengan bimbingan yang mendidik jangan yg menjerumuskan seperti itu,ya ujungnya pembodohan dan mencari kekayaan sendiri ya……. penipuan lagi.
    Akhirnya banyaklah korban - korban berjatukhan.
    Apa tak merasa berdosa ya?
    Ya mudah-mudahan dengan adanya TDA ini akan muncul enterpreneur yang memang benar-benar mau mentransfer ilmunya ke yg membutuhkan bukan sebagai monster yang melahap korbanya dengan dalih iming-iming keuntungan tadi.

  25. Setujus sekali dengan point “bahwa menjadi entrepreneur bukan hanya untuk memperkaya diri”
    Karena kalau tidak, ujung ujungnya bisa menghalalkan segala cara untuk memperkaya diri sendiri.

  26. yeah, saya setuju, menjadi entrepreneur bukan sekedar untuk memperkaya diri, tapi juga untuk menjadi orang yg bermanfaat,,seorang entrepreneur harus bisa bermanfaat bagi lingkungan sekitarnya..

  27. Pertama: Saya semakin disadarkan dan diingatkan bahwa menjadi entrepreneur bukan hanya untuk memperkaya diri

    Itu yang kadang tidak semua orang mengerti

  28. Secara naluriah seorang Entrepreneur memang orang yang suka berbagi, disadarai atau tidak.

    1. Berbagi rejeki dengan karyawan
    2. Berbagi rejeki dengan supplier
    3. Berbagi rejeki dengan buyer

    Uang hanyalah hasil akhir dari suatu tindakan yang berpijak pada sebuah visi usaha itu sendiri dan mimpi sang eksekutor.

    Sukses dan salam kenal untuk pak Nukman

    Nugroho
    =============================
    The Dreams Of Mine
    Sell More, Work Less
    http://www.siswonugroho.com
    =============================

  29. Lagi meng-google iim fahima, malah nemu blog ini.

    Dari dulu saya ngefans berat sama mba Iim. Dari postingan-postingannya di milis dan di blog, keliatan sekali kalo mba Iim ini ‘berisi’ dan tenang. Pas ketemu langsung di Jogja waktu beliau jadi pembicara di Pekan Iklan UGM, makin nge fans saja karena ternyata mba Iim ini juga cantik, fashionable abis dan ramah!

    Cerdas, tenang, cantik, muda, pengusaha, low profile. Mba iim is my new idol!

  30. wah, boleh magang di virtual consulting ga?

  31. semula baca tulisannya di milis TDA kirain saudaranya pak Iim rusyamsi, ternyata banyak tulisannya dimaya… ooh ternyata “Iim fahima” ini selebrity juga too.., tadi siang saya di telp. ktnya, Iim fahima dari virtualnya pak Nukman krn komen saya tentang SOS contest disini, kaget donk, Hah.. ingat liputan video saya ada cewe dekat pak Nukman… ternyata “dia” ada disana hihi.. liat deh dibagian akhir clip video youtubenya disini http://www.denken.co.id/

  32. bagus banget ulasannya

  33. Tjokro Gunadi Says:

    Pak Nukman, yg tersurat sudah “TOP”, yang tersirat “LUAR BIASA”.
    Kekayaan memang untuk dibagikan, karena makin dibagi ternyata malah semakin kaya.
    Kaya materi, kaya ilmu, kaya “memberi”, kaya sahabat, kaya strategi, kaya macam2…. dan terakhir kaya berkah, rahmat & amanah dari Allah yg mahaKasih.
    Teriring doa utk semua yg rajin mebagi kekayaan.

  34. kita bangun mujahid - mujahid entrepreneur. menjadi entrepreneur tidak hanya sekedar memperkaya diri. tapi, menjadi entrepreneur adlah menjadi pribadi yg berarti.
    pantang mundur…
    sekali entrepreneur, tetap entrepreneur

  35. Inspiring article…
    buat anak muda belia…mjd entrepeneur adalah lebih dari sekedar kaya…
    Ayo Mencoba….

  36. Artikel yang sangat menggugah hati :D Sebelumnya aku memiliki semangat untuk menjadi seorang Entrepeneur dengan motivasi utama adalah UANG. Tapi setelah baca artikel ini aku sadar, menjadi Entrepeneur tidak boleh hanya terpaku pada uang semata, namun juga harus memperhatikan orang lain dengan cara berbagi kepada sesama.

    Thanks Mbak I’im yang sudah menginspirasi aku ^.^

  37. [...] Consulting, sebagai senior web consultant.  Cerita penemuannya adalah ketiaka blog walking ke sudutpandang.com akhirnya melihat fotonya Tuhu Nugraha jadi ingat seorang senior di HI yang terkenal sangat pintar [...]

  38. Salam …

    Tulisan yang menggugah pak … menjadi enterpreneur merupakan sisi menjemput rizqi yang syarat akan pembelajaran … runing business with heart, dahulu saya fikir salah karna mengandalkan sisi emosi, ternyata merupakan pedoman, dan akan terus saya terus terapkan … terima kasih

    Wassalam


  39. Sayah Imam dari Madzab Bocor Alus™

    Tapi sayah belom kaya, lho boss…. :mrgreen:

  40. Jadi semangat neh..
    Terimakasih atas pencerahannya :)

  41. Para finalist IYCE tahun ini memang bagus2… ditunggu ya partisipasi Iim dan Tuhu tahun depan, Wahyu Aditya aja finalis di tahun 2006, ikut lagi di 2007 jadi local champion dan berangkat ke UK dan berhasil menjadi World Champion :)

    Sedikit soal entrepreneurship ala IYCE, adalah memberi penghargaan bagi para young entrepreneur yang bisa menjadi inspirasi buat entrepreneur lainnya dan ke depannya bisa menjadi agent of change di industrinya.

    Sungguh menyenangkan melihat banyaknya monumental project yang sudah lahir di Indonesia… dan fyi… banyak juga entrepeneur yang secara skala business sudah sangat besar namun tidak berhasil masuk final IYCE ;-)

  42. Hebat deh semoga tiap langkah hanya untuk Nya.

    Salam,
    Cak Arif

  43. Selamat buat sahabat terbaik kita Mba Iim Fahima dan Mas Tuhu Nugraha. Mudah2an tahun depan bisa memenangkan IYCEY 2009, tapi yang lebih utama bagi kita adalah mempunyai jiwa pemenang….

  44. Potensi sumber daya manusia dan alam yang terbentang luas akan menjadi barokah bagi masyarakat mandiri yang utuh bagi bangsa kita.
    Semoga

  45. ipan_al_ayyubi Says:

    subhanallah, dahsyat, ruar biasa,
    betul2 inspiring begitu membacanya saya merasa menemukan sesuatu yang hilang,
    pencerahan dan zemangath di paghi hari….

  46. Waah salut deh sama pemikirannya pak nukman..
    Good inspirasi..

  47. bagus menggugah

  48. MOHON BIMBINGNNYA YA PAK….,
    KARENA SAYA MASIH SANGAT KURANG DALAM DUNIA YANG DEMIKIAN

  49. saya trainner-konsultant usaha eceran untuk usaha kecil (warung/kios/toko/minimarket), dilapangan banyak saya temukan, kasus-kasus pengelolaan usaha yang masih salah kaprah mengenai persaingan usaha seperti kehadiran outlet modern dan mengeluhkan keberpihakan pemerintah pada usaha kecil, sangat kecil (minim) juga pengusaha besar nasional, seperti supplier/distributor,perbankan dan kebijakan pemerintah sendiri, kayaknya tidak ada advokasi bimbingan dan pembinaan yang benar-benar ingin memperbaiki nasib orang kecil, malah hanya dijadikan obyek proyek atau karena maksud-maksud politik penguasa. lewat forum ini saya ingin membantu saudara kita yang menginginkan informasi cara-cara mengelola usaha eceran, saya siap berbagi ilmu dan informasi. silakan hubungi email saya disini. mohon tanggapan bapak.

  50. Inspirational… great..

  51. Assalamualaikum Wr. Wb.

    Saya angkat topi buat mba Iim Fahirna, telah memiliki kesadaran yang demikian mendalam tentang arti sebuah kesuksesan bin keberhasilan. Saya ingat, ketika saya harus memutuskan untuk tidak meneruskan ikut tanda tangan kontrak kerja pada sebuah bank ternama selepas kuliah, namun bersama 2 orang teman yang juga masih muda sepakat mendirikan sebuah lembaga keuangan mikro syariah yang lebih dikenal dengan nama BMT, yang kami beri nama BMT Cengkareng Syariah Mandiri. Hanya dengan modal 60 jutaan ditahun 2006, alhamdulillah kini beraset 1,3 Miliar di 2008. Lembaga tersebut bergerak pada pembinaan, pengembangan dan pembiayaan bagi Usaha Kecil Muslim yang selama ini kesulitan dalam mengakses lembaga perbankan untuk modal usahanya. Dengan motto “Bersama Berbuat Terbaik untuk Kebaikan Bersama” kami yakin bisa berbagi manfaat dan menebar maslahat bagi masyarakat. Hingga kini hampir kurang lebih 1000an orang yang kami layani. Dan ternyata lebih mudah membuka lapangan pekerjaan daripada mencari pekerjaan. Selamat Buat Mba Iim & Terimakasih buat Pak Nu’man.

  52. Wuih .. benar2 bermanfaat tulisan ..diatas, mendapat pencerahan, wawasan baru, inspirasi baru .. moga2 tidak akan pernah kehilangan motivasi untuk menulis seperti ini …

  53. #51 “Dan ternyata lebih mudah membuka lapangan pekerjaan daripada mencari pekerjaan”

    Membuka lapangan pekerjaan memang mudah, tapi menjaganya untuk tetap konsisten dan berada pada jalan yang benar (baca: tidak membodohkan/membodohi orang kebanyakan)…?

    Oom Nur emang tipe orang yang punya sifat high integrated kali ya..

  54. sekaranglah saatnya membangun bangsa ini dengan entrepreneur yang sejati, jangan takut menjadi entrepreneur dan mimpikan yang besar dengan memulainya dari yang kecil.

  55. GOOD…Saluttt…cap jempol 2 tangan dan 2 kaki.
    Jgn mau kalah ama entrepreneur2 asing.Kita bisa….

  56. Iya setuju!
    Jadi Entrepreneur, selain membuat diri sendiri kaya raya, juga tentunya ikut mengayomi para pegawai agar mereka juga merasakan kebahagiaan dan bisa hidup layak.

    Kemudian masyarakat di sekitar kita juga harus ikut merasakan kemakmuran kita selaku entrepreneur. Kita semestinya ikut membangun kesejahteraan lingkungan sekitar bahkan lingkungan yang jauh dari kita pun perlu kita ayomi juga.

    Jadi Entrepreneur memang bukan untuk memperkaya diri sendiri. :D

    Salam Sukses Penuh Berkah dari Surabaya,

    Wuryanano :)
    Motivational Blog - Support Your Success
    Entrepreneur Campus - Support Your Future

  57. Menjadi Enterpreneur di masa awal tidak terlepas dari keinginan untuk memperkaya diri sendiri, hal tersebut manusiawi dan tidak dapat ditampik, mengingat sesesorang yang memutuskan memilih menjadi enterpreneur menginginkan usahanya untuk maju dan otomatis membukukan laba yang berlebih.

    Tujuan lain dari menjadi enterpreneur di masa awal bervariasi, ibadah, membuka lapangan pekerjaan, menambah penerimaan negara dengan membayar pajak dari usahanya (yg ini jarang terjadi, hehehe) dll.

    Seiring dengan kemajuan yang dicapainya baik materi maupun kematangan berbisnis, seorang enterpreneur tidak lagi berfikir teknis secara rinci tentang apa yang harus dilakukannya…..IDE…hanya ada IDE dan IDE tersebut harus mendatangkan MANFAAT (tidak harus selalu PROFIT.

    In the end…..KEPUASAN….dan kembali lagi ke IBADAH….

    let see…..happy life….

  58. nyanyi dulu ah. .tergugah . .aku tuk menulis. . .semua coment dan yg dcomentari ok banget . . .seperti itulah yg di inginkan tuhan . . .segala sesuatu yg kta lakukan dengan tujuan menyembah kepadanya begitupun ktka kta kaya . . .harus berbgi kpd mahluk tuhan lainnya . .amiin

Leave a Reply



Recent Comments

didi:

betul pak….passion adalah kekuatan ntk hasrat tanpa batas.. sayang susah menemukan passion …itu...

theo:

gak bagus

Rio:

Slank kpn maen ksby? Bim2, aq pgen ktmu lgsg ma qm. Aq sllu brnynyi lgu yg engkau cptkn kw nynyikan. Kw sllu jd...


フレッツ光 | FX | バイク買取 | FX初心者 | 債務整理 | 住宅ローン | 結婚相談所 | ホームページ制作 | フラット35 | アスクル

Copyright © www.sudutpandang.com 2008 - Powered by Virtual Consulting | Valid XHTML - CSS