home
Entrepreneurship, Inspirasi

Jalan Mudah Yang Menjebak Entrepreneur

Posted on June 1, 2008

commentsComment: 56 Comments

Apa salah satu godaaan terbesar bagi mereka yang sedang mulai merintis usaha? Kalau menyimak penuturan Agus Suprijadi, bos Yogyes.com, adalah godaan untuk bekerja menjadi karyawan.

Ia merintis usaha hanya berbekal uang enam ribu rupiah pada tahun 2000, separonya habis untuk beli bensin, separonya untuk buat proposal yang ia tawarkan ke berbagai hotel di Jogjakarta. Amat sulit meyakinkan pelaku industri pariwisata Jogja agar bergabung di portal pariwisata asli Kota Gudeg itu. Di saat sulit, tanpa uang, tanpa kepastian masa depan, tawaran bekerja berdatangan. Tanpa mental bisnis, ia sudah pasti akan menerima tawaran itu. “Kalau ingin menjadi pengusaha, harus tangguh,” katanya pada seminar Being a Dotcomer di Jogja Sabtu, 31 Mei 2008 kemarin.

Jelas ia tolak kesempatan itu, meski ia dalam posisi amat butuh uang menunjang hidupnya. Ia memilih bertarung melawan diri sendiri. Dan kini ia memetik hasilnya: Yogyes.com menjadi portal wisata terbesar di Jogja, dan mendapat pujian dari koran dunia The Washington Post, sebagai portal yang wajib dikunjungi sebelum berwisata ke Jogja. Pundi-pundi rupiahnya semakin banyak, sehingga ia berani membeli mobil baru yang kemudian diberi logo Yogyes.com, sebagai media promosi berjalannya.

puzzle.jpg

Jika anda orang kaya, atau anak orang kaya, barangkali agak sulit membayangkan kekerasan hati Agus. Mahasiswa Ilmu Komputer Universitas Gadjah Mada ini perantauan dari Bangka Belitung Medan, yang selama kuliah menghidupi dirinya sendiri. Ia harus menjaga irama antara kuliah dan hidup. Kekerasan itulah yang membentuknya untuk tangguh memilih jalan sebagai pengusaha. Ia mampu melewati godaan-godaan untuk cepat berhasil mendapatkan uang. Ia, antara lain, menolak menjadi orang gajian.

Lebih dari itu, ia juga berhasil menolak godaan berupa jalan mudah lain: suap. Ia menolak praktik suap-menyuap untuk mendapatkan proyek. “Sekali kita melakuan hal itu, kita tidak akan pernah membangun kompetensi menjadi yang terbaik,” katanya.

Saya sepakat soal itu. Sekali kita membangun jalan mudah mendapatkan rezeki dengan suap, maka kita akan melupakan upaya membangun kompetensi kita sendiri. Kita bisa abai terhadap kualitas layanan dan jasa kita karena merasa sudah menyumpal mulut klien dengan uang suap. Kompetensi yang kita kembangkan akhirnya bukan kompetensi untuk kualitas, tetapi kompetensi untuk menyuap. Mereka yang terjebak di sini akan menjadi usahawan yang tanpa kompetensi. Begitu pasar dibuka, suap diberangus, mereka akan hilang dari peta persaingan.

Saya jadi teringat kisah Paulus Bambang, Vice President Director PT United Tractor ketika membangkitkan perusahaan tersebut dari keterpurukan. Kecuali melakukan langkah-langlah strategis, perusahaan juga melarang praktik-praktik suap yang sudah biasa terjadi di dunia pertambangan. Semula, langkahnya melarang suap ditertawakan banyak orang. Namun, hasilnya luar biasa. United Tractor bisa berubah jadi penyedia alat-alat berat menjadi perusahaan solusi untuk pertambangan. Sudah begitu, perusahaan mampu lolos dari jebakan kerugian dan kebangkrutan. Bahkan, perusahaan publik itu berhasil mencatat pertumbuhan penjualan dan laba yang luar biasa tahun lalu.

Saya sendiri termasuk yang keras dalam hal suap. Pernah pernah menolak mengerjakan sebuah proyek yang kami menangkan hanya karena masalah suap. Saya memilih mundur dan kehilangan peluang mendapatkan proyek yang nilainya cukup besar untuk ukuran perusahaan saya. Hati saya kecewa waktu itu, karena kehilangan profit dan cashcow yang bagus. Tapi sekarang saya justru senang, karena dengan menghindari jalan mudah itu, tim saya makin bagus, kesempatan kami mengerjakan proyek lain yang bersih dari suap makin banyak. Rejeki kami tidak kurang.

Dalam dunia usaha, banyak jalan mudah untuk kaya dan berlimpah uang. Tapi jalan mudah seringkali menjebak. Pindah haluan, suap, dan banyak lagi jalan mudah lainnya (misalnya menipu dan memberi janji-janji sorga kaya mendadak tetapi sesungguhnya kita hanya mengeruk uang mereka yang terpesona janji cepat kaya), memang cara cepat menjadi kaya. Namun Agus berhasil menunjukkan, tanpa jalan mudah ia berhasil membangun bisnis yang menarik. Sementara Paulus Bambang bukan hanya berhasil mengubah dari rugi menjadi laba, bahkan membangun United Tractor wajah baru sebagai perusahaan solusi dengan penjualan Rp 18 triliun (delapan belas triliun rupiah) pada tahun 2007.

Di tengah munculnya tantangan baru (kenaikan harga minyak, kenaikan harga barang modal, kenaikan gaji karyawan, penurunan daya beli masyarakat), inilah momentum untuk makin berkeras hati membangun kompetensi perusahaan dan tim agar perusahaan makin memiliki daya saing yang bagus dan solusi yang makin prima.

Saya jadi teringat sebuah kalimat menarik — entah siapa yang membuatnya. “Jika anda lunak pada diri sendiri, maka dunia akan keras kepada anda. Sebaliknya, jika anda keras pada diri sendiri, dunia akan lunak kepada anda”.

Bookmark and Share

56 Responses to “Jalan Mudah Yang Menjebak Entrepreneur”

  1. Memang menjadi karyawan bergaji besar memberikan penawaran yang menggiurkan. Namun, saya malah baru tahu kalau di dunia bisnis, suap adalah jebakan yang mematikan. Wah, masih perlu belajar terus neh…ditunggu artikel berikutnya pak!

  2. “Saya sendiri termasuk yang keras dalam hal suap. Pernah pernah menolak mengerjakan sebuah proyek yang kami menangkan hanya karena masalah suap.”

    Saya setuju dengan etika bisnis seperti itu, karena investasi sejati adalah visi menuju surga, selain berbisnis dengan manusia kita juga harus berbisnis dengan Tuhan.

    Seorang visioner sejati harus belajar memahami ini, termasuk saya yang masih harus terus belajar dari waktu ke waktu.

    Bisnis dengan suap menyuap baik uang, wanita, dan barang haram lainya tidak akan membuat kita menjadi kaya, justru akan membuat kita semakin miskin di mata Allah.

  3. Thanks Om, inspirasinya..keren sekali tulisan ini. Benar-benar menohok di mana pengusaha kita terbiasa menggunakan suap untuk mendapatkan proyek. Istilah kickback, hanky panky, bonus, dan sejenisnya sudah menjadi jargon umum dalam berburu klien..seandainya semua pengusaha mulai keras hati seperti Om Nuli ini, rasanya iklim usaha yang lebih sehat dan kompetitif akan mendorong pertumbuhan dunia usaha di Indonesia ke arah yang lebih baik.

    Maju terus Ooom…

  4. “Jika anda lunak pada diri sendiri, maka dunia akan keras kepada anda. Sebaliknya, jika anda keras pada diri sendiri, dunia akan lunak kepada anda”

    *nice quote om… :)

  5. tidak menerima ato memberi suap juga sudah menjadi prinsip saya dan kantor saya. pernah saya dapat tawaran utk mengerjakan sebuah multimedia utk salah satu bank swasta, asalkan harus memberi fee ke ‘orang dalam.’ Halah, mending gak usah dapet saja sekalian. Setidaknya saya nggak kehilangan nurani saya.

  6. dalam project cukup mudah untuk menolak memberi / menerima suap, paling2 resikonya ga jadi dapet project tersebut … hiks yang ini sudah sering kali dialami.

    2 Bulan lalu saya mencoba memulai ga mau pakai pelicin saat ngurus KTP baru (sebelumnya khusus dalam hal KTP & SIM saya selalu pakai calo hehehe), hmm walaupun cukup susah karena harus bolak balik sana - sini, karena ada aja yang dibilang ‘kurang’ kemudian mencoba terus mengikuti permintaan dan harus mengorbankan banyak waktu, tapi pas dapet rasanya bangga banget hehehe, bodoh atau apa ya saya melakukan ini ? :)

  7. kok saya belom pernah ada yang nawarin suap ya ?
    hehehe
    salut untuk pak Nukman atas prinsipnya, semoga bisa menjadi pelajaran bagi kita semua

  8. Quote itu kalo gak salah diungkapkan oleh ANDRIE WONGSO pak…

  9. Eh, bukannya Mas Agus dari Bangka Belitung Pak? Kok tertulis dari Medan?

    NL:
    terima kasih koreksinya mas Okto.

  10. quote yang sangat bagus Pak Nukman, untuk sukses tentunya harus sabar, jujur, kerja keras dan doa..

  11. Memang betul pak Nukman. Bajigur!, majalah kreatif berbasis PDF (didownload gratis), yang berusaha eksis secara online, juga merasakan betul godaan tersebut. Apalagi ketika bisnis yang kita jalani ini belum menguntungkan secara ekonomi. Apalagi kita tidak didukung modal yang kuat sehingga sejauh ini secara sadar memanfaatkan media gratisan.
    Memang sih kita sudah mulai mendapatkan beberapa klien yang bersedia memasang iklan, tetapi kebanyakan masih barter dan belum ada yang mau secara fresh money, dengan segala macam alasan mereka.
    Mungkin pak Nukman ada tips dan saran untuk bisnis Bajigur! ini ke depan?
    terima kasih

  12. Cara lain untuk menghindari SUAP : sebisa mungkin punya bisnis yang TAK BERHUBUNGAN dengan pemerintah atau BUMN.

    Dengan kata lain, pilihlah bisnis retail, bisnis recehan, semacam jualan es dawet, jualan sate, jualan batik via online, jualan handicratf ke luar negeri via Ebay, dst, dst. Retail business, intinya.

    Dengan itu, kita akan TERHINDAR dari “preman-preman berbaju pejabat”…dan itu artinya kita bisa bilang SAYONARA buat uang SUAP/UPETI/KOMISI.

  13. wah sebuah tulisan yang inspiratif banget.. Sangat berguna neh buat yg baru mo mulai usaha..

  14. Hmm .. suap itu di mana2 ada. Di amerika juga pake suap koq.

    Suap untuk pelicin itu masih normal, meskipun melanggar prinsip. Kebanyakan di dunia usaha dianggap sebagai imbalan, atau ungkapan terima kasih atas kerjasamanya. Tapi suap untuk memutar balikan hasil / fakta, itu yang ngga benar dan ga boleh.

    Bukan berarti saya setuju dengan praktek suap yah. Cuman ungkapan dari apa yg bener2 terjadi di dunia ini.

  15. dengan hanya Rp.6000 tahun 2000an sekarang bisa sehebat itu….wik…wik… Aku dengan modal yang jutaan tahun 2007 kok belum besar-besar ya…. ada yang salahkah…?..
    Trims Om… Sangat inspiratif…

  16. saya setuju dg yodia.

    langkah termudah menghindari suap adalah dengan tidak terjun ke bisnis yang berhubungan dengan pemerintah.

    pengusaha jujur bakal mati jika menganut sikap anti-suap tapi usahanya berhubungan dengan pemerintah. Sebagus apapun proposal yang kita ajukan, yang menyuap paling besar lah yang akan menang di sebuah tender.

    saya yakin pengusaha kita mampu kok bersaing tanpa suap. tapi pejabatnya itu dulu yang harus dibersihin. ga mungkin dimulai dari pengusaha. akan selalu ada orang yang mau menyuap.

  17. “Setuju, dengan artikel ini yang memberikan pencerahan hidup, suap itu bagaikan bom waktu, pak.”

  18. memang hidup itu harus kerja keras.. n harus fokus ama sesuatu yang kita impikan.. benar apa kata bondan prakoso n fade 2 black “hidup berawal dari mimpi..mimpi yang tersimpan dalam ruang dimensi”..
    lho malah nyanyi..he

  19. Setuju mengenai sulit menjadi entrepreneur karena tawaran menjadi karyawan terkadang sangat sulit untuk ditolak karena beberapa hal.

    Oleh karena itu kita harus pandai2 menyiasati hidup, sebelum terjun menjadi entrepreneur hebat, tidak ada salahnya belajar menjadi karyawan yang hebat kan?.

    Kalau menjadi karyawan hebat saja tidak bisa, jangan bermimpi jadi entrepreneur hebat. :)

    Andy OrangeMood is Online Advertising Consultant

  20. Bravo buat Agus, aku pernah baca di itnet, kalo mr. nukman beserta team, merupakan salah satu orang yang memberi motivasi & tips dalam memperkenalkan yogyes di belantara cyber.
    Koq pak nukman gak munculin dalam artikel ini.
    Bravo all netter.
    GBU

  21. great posting.. n nice quote… sangat memberi inspirasi :)

  22. Sayah segh setuju banget boss. Masalahnya, kita kadang kebentur tembok birokrat nyang tebelnya luwar biyasa.

    Saat sayah memulai Tempat Sayah Ngitung Duwit Receh duwa taon lalu, hal-hal nyang mestinya sayah hindarin ndak kuwasa sayah lawan.

    Dengan berat hati, sungguh terpaksa, dan ndak ikhlas seumur hidup, sayah ngasegh uwang pelicin…

    WTF !!! :shock:

    ***btw, Ada nyang pernah sukses ngelawan birokrat ???***

    :roll:

  23. Saya juga tidak setuju dengan masalah suap. Sudah terbukti negara ini susah maju (salah satunya) karena suap.
    Hanya saja bagaimana membedakan komisi dan suap?
    Apakah suap adalah ‘komisi’.

  24. Tulisan yang bagus buat inspirasi.

    Saya pikir tantangan terberat di dunia bisnis adalah fase “survive”. Persaingan ketat dan kadang-kadang tidak sehat membuat enterpreneur mencari jalan pintas mendapat klien untuk melanjutkan bisnisnya. Dengan keuntungan tipis sekalipun.Survive itu banyak godaannya. Idealisme juga banyak godaannya.

    Saya harus banyak belajar. Ditunggu tulisan yang lain mas… :)

  25. betul pak nl, terutama ditulisan bagian bawah itu saya pernah dengar waktu belajar entrepreneurship di EU, saya dapatkan kalimat tersebut.
    semoga memberi inspirasi bagi semua terutama generasi muda ya pak

  26. Tulisannya keren banget, Pak. Inspiratif. Perlu keyakinan besar untuk menjalankan prinsip “menolak suap”. Kalau semua kayak gini, high cost bisa economy bisa dihindari ya (salam kenal Pak)

  27. saya kenal mas Agus Suprijadi pada taun 2000 kali, saya minta dibuatkan web yang namanya “pasti laku”. Kemudian ktemu lagi, dan saya tanya apakah sudah lulus mas dia bilang Alhamdulilah belum …. apakah sekarang juga masih belum lulus saya nggak tau

    Yang jelas pembayarannya sudah lunas … he he

  28. Bpk.Agus kapan ada rencana kekota Malang atau kalau ingin call.di nomor telp. berapa. Trima kasih

  29. Memang cara untuk kaya itu tidak mudah,tetapi menjadi kaya itu mudah bila kita mempunyai impian, tujuan hidup, visi misi yang jelas, serta niat untuk berubah dalam diri dan mengubah cara kerja kita yang biasanya. Karyawan bekerja dengan otot tapi kita harus bekerja dengan otak. yang penting …… JANGAN MAU JADI ORANG GAJIAN SEUMUR HIDUP. Success.

  30. Agus Sumadanu Says:

    Tulisan anda sangat inspiratif, saya menjadi tambah termotivasi membaca tulisan anda, ditunggu artikel selanjutnya ya….

  31. mantap infonya euy

    thank’s

  32. artikel yang sangat menarik, sangat setuju….tapi saat ini saya masih memberi suap.
    Padahal dulu waktu jadi karyawan saya sangat anti dengan suap. hari pertama yg saya lakukan pada saat saya menjabat posisi strategis di suatu perusahaan adalah mengumpulkan seluruh rekanan dan memberi tahu mereka kalau saya tdk akan menerima suap, kalau mau berikan saja potongan harga dari yang mereka suply. Tapi yang terjadi setelah saya menjadi entreprenuer saya malah memberi suap……Saya ingin bisnis saya bersih,,,tapi kondisi yang membuat terjadinya suap….(MENERIMA SUAP SAYA ANTI TAPI MEMBERI SUAP SAYA MASIH MELAKUKAN)

  33. Setubuh dengan Agus Suprijadi karena sayapun acap kali mengalami hal seperti itu (ditawari perkerjaan dengan gaji menggiurkan untuk ukuran saya).
    Memang paling tidak enak bila dalam situasi semacam ini, diantara dua pilihan dan mencoba meyakinkan diri sendiri untuk tetap teguh di jalan bisnis yang dipilih.

    Namun selalu saja “kepala” ini dulu sempat menoleh ke tawaran yang diajukan.

    Amin, saya masih bertahan hingga saat ini. Entah apa yang terjadi bila dulu saya mengiyakan tawaran-tawaran tersebut.

    Akan selalu saya ingat kata-kata Agus: “Kalau ingin menjadi pengusaha, harus tangguh,”

  34. Very inspiring, pak.

    Lagi nabung nih, mau ikut seminar bapak.
    Hope to see you soon in one of your workshops.

  35. Haduh…haduh..
    Alhamdulillah saya ketemu tulisan ini.
    Sama dng yg saya alami. Waktu memutuskan mulai usaha sendiri dan berhenti kerja (krn saya sangat tak cocok kerja kantoran), tekanan datang darimana-mana terutama dari keluarga sendiri yg mau saya kerja kantoran dng gaji bulanan yg pasti dapat.

    Sekarang saya masih terus mengukuhkan diri utk menjadi wiraswastawati. Dng membaca tulisan ini saya jd lebih teguh lagi utk terus berusaha keras.

    Terima kasih ya!

  36. Kita butuh orang-orang inspiratif yang menghidupkan hati nurani.

  37. Artikel ini telah memberi inspirasi dan memotivasi untuk terus berjuang mencapai kesuksesan. Thx for this great motivatation

  38. “Jika anda lunak pada diri sendiri, maka dunia akan keras kepada anda. Sebaliknya, jika anda keras pada diri sendiri, dunia akan lunak kepada anda”.

    kata2 itu pernah saya dengar dari Mario Teguh (motivator)

  39. bener kok pak….klo sejak awal mau usaha tp dg cara suap-menyuap..biasanya gak bakal langgeng usaha itu. saya pernah diajak kawan lama di SMA dulu gabung di perusahaan dia, ngembangkan bisnisnya. dia kerja disalah satu BUMN besar bagian pengadaaan barang…basah banget kursinya deh…ntar dia yg cari order2 pengadaan barang/jasa sekalian ngasih fee2..lalu saya ditunjuk jd kayak pimpronya. saya tolak soalnya dari awal udah gak enak prosesnya.
    gpplah..sekarang ngrintis usaha sendiri kecil2an tp hati tenang..dapet duit buat makan jg perut gak mules..hehe.
    ditunggu lagi pak nu…tulisannya….
    sukses….:-)

  40. Susahnya, kenapa sebagian BESAR orang memilih jadi karyawan, karena jadi karyawan itu enak :-)

    Sampai kemudian terjadi:
    - Pemutusan hubungan kerja sepihak.
    - Perusahaan bangkrut
    - Adanya direktur baru yang ’sadis’nya minta ampun…
    - dlsb, dlsb, dlsb…

  41. BUAT KAWAN2KU BAJIGUR CREATIVE
    teruslah berjuang bro!!!, setelah kalian eksis dan melebarkan sayap ke beberapa daerah maka klien2 secara otomatis posisi tawar akan naik dan kita bisa mulai pasang tarif,

    berbagi pengalaman bro:
    cobalah mendokumentasikan dan mereview distribusi edisi2 bajigur creative dan sisipkan pada edisi bajigur creative yang akan datang harapanya adalah pembaca lama maupun baru dapat melihat seberapa jauh progress positif bajigur creative sehingga bs meningkatkan posisi tawar

  42. wah..seneng bisa menemukan komunitas yg bisa me maintenance mindset…
    selamat berjuang para pahlawan2 generasi baru..!! :)

    salam sukses!!

    http://www.mesintepatguna.co.cc

  43. ada 2 kata yang hampir mirip, tp mempunyai makna yg hampir berbalikan. “kemampuan” dan “kemauan”
    orang yang mempunyai kemampuan bagus, tp kemauan ndak ada, maka sama saja, dia ndak bisa bertarung dalam dunia ini.
    orang yang punya kemampuan biasa2 aja, tp mempunyai kemauan yang kuat dia akan bisa bertarung dalam kerasnya terpaan dunia ini.
    So bangun kemauan yang kuat.
    jangan lengah untuk mendapatkan kemudahan2 yang sifatnya sementara.

  44. apa bedanya SUAP dengan Fee/komisi/thanks gift…?

  45. wah ini masalah yang sama yang saya hadapi sekarang ini, sebagai art director di sebuah agency tentu saya tidak akan kekurangan uang buat hidup sehari-hari tapi pada saat bersamaan saya jg mengelola website jg. memang kliatannya saya belum berkeras hati pada diri sendiri. salut atas artikelnya memberikan contoh2 yang real. suatu saat mungkin saya akan mengambil keputusan yang sama dengan bapak agus diatas.

  46. Hari ini senyum saya makin lebar, perlahan sy mulai mengerti quotes yg sering sy baca, krn indah bunyinya…
    Modal saya kayany sdh lengkap untuk mencoba mengalahkan diri saya sendiri…untuk memulai langkah pertama sy menggapai cita2
    Makasih Pak,

    Something that has always puzzled me all my life is why, when I am in special need of help, the good deed is usually done by somebody on whom I have no claim. –William Feather

  47. [...] garment dan ini ordernya justru lebih sering. Selain stress godaan lainnya ya kaya’ artikelnya Pak Nukman yang kemaren aku kirimkan ke kamu itu. Jadi Harus bener-bener kuat hatinya, tekadnya, mimpinya, [...]

  48. ipan_al_ayyubi Says:

    “Jika anda lunak pada diri sendiri, maka dunia akan keras kepada anda. Sebaliknya, jika anda keras pada diri sendiri, dunia akan lunak kepada anda”.

    point yang telak untuk diri ini supaya berubah lebaih baik lagi !!!!!

  49. ngejalaninnya emang berat. tapi apa guna kita hidup hanya demi uang.. uang yang didapat dari hasil kerja yang sesuai dgn cita2 itu yang siip….

  50. Waw..!!sungguh kata penutup yg Indah,yg membuat saya tergugah dari tidurku….

    Benar sekali pak nukman, klo kita bermanja2(melunakkan diri kita) maka dunia akan keras dgn kita alias sulit untuk kita raih…

    tapi…klo kita keras pada diri kita(disiplin),maka dunia lah yg akan mencari kita..bukan kita yg mencari dunia…

    oy, pak nukman saya bingung…
    sebenarny sudah lama punya keinginan berbisnis OutbondTraining…tapi,saya bingung memasarkannya…

    gmn ya pak??
    Mohon bantuan dan dukunngannya..
    Trimakash-DiMaz-

    (roverboy_gooqil@yahoo.com)

  51. Halo Bung Nukman,
    Salam Kenal …
    Komentar dikit : Sepertinya Bung Andrie Wongso yang ngomong gitu …

    Salam

  52. Benar suap adalah salah satu bentuk hawa nafsu manusia akan duniawi, yang tak ada puasnya sampai berapapun jika dituruti terus. Dan membuat pihak yang terkait tidak ikhlas dalam berbuat di segala hal, apalagi untuk orang lain. Membuat manusia semakin egois, selalu apa yang menguntungkan dirinya sendiri saja. Jikalau sudah begitu kompetensi, abiliti serta aktualisasi diri sendiri tidak terimplementasi secara maksimal.
    Akibatnya berefek global pada negara kita yang semakin terpuruk dalam segala hal, dan semakin sulit bersaing dengan negara siapapun dengan kata lain takkan pernah bisa jadi negara maju alias berkembang yang trus mengglembung tapi tak ada isinya selain udara saja, yang siap meledak kapan saja dan akhirnya hancur lebur jika sundut jarum.
    Ini adalah peringatan keras bagi birokrat, pegawai pemerintah, serta pejabatnya dan para wakil rakyat agar segera bertobat. Karena tabiat kalianlah yang membuat negara ini semakin terpuruk.
    Sadarlah wahai “manusia” sebelum azab Allah akan datang lebih hebat/keras lagi, baik di dunia maupun di akhirat nanti.
    “Bravo untuk mas Agus untuk trus selalu memberi pencerahan di dunia usaha.”
    NB: Oh ya jawaban untuk “Pemula” :Fee/komisi/thanks gift sama saja dengan suap jika niatnya untuk melancarkan suatu proyek atau usaha.

  53. Saya sangat setuju dengan sikap menghapuskan suap karena itu tindakan orang2 yg bodoh dan sangat di larang Allah.Allahu Akbar.

  54. Wow . . .. SETUJU banget dah kalo artikel mengulas tentang kerja keras seseorang,Ampe Sukses kayak pak Agus :D

    Semoga saya bisa juga mengikutinya, amiin
    Salam Hormat pak,
    Semoga Sukses Terus

  55. Sulit tuk jaga nurani tetap bersih !!
    tapi hidup akan lebih mudah jika nurani kita bersih.

    makacih… buat inspirasinya

  56. yah itulah masalah bangsa ini,good goverment masih sgt jauh,yuk kita dukung institusi yg mengontrol pemerintah.Aku sdg dilanda susah beerhubungan dg birokrasi, ngurus sertifikat tanah udah satu tahun ngak selesai.karena aku coba ngurus sendiri, dari satu meja kemeja lain.hasilnya bikin kesal,nyebelin,dan yang paling susah rugi waktu.AKU SGT TERPAKSA ngasih uang bensin, makan ratusan ribu,karena TANAH TIDAK disurvei-survei.Aduh giman nich???.Smoga KPK segera menertibkan BPN.

Leave a Reply

Follow   

Twitter FB Email RSS

Search   


Recent Comments   

Rahmat Miftahul Habib:

Well, good luck, Sir… Nice to hear that.. Hope you will be more successful in the...

budi hadmajaya:

feed burner sdh dicentang pak

omagus:

di tunggu artikel kerennya..!

lukman:

wah sampai ada yang berbentuk surat :D tapi yang modusnya seperti ini pasti sudah ada langkah `mempelajari...

greatponco:

Mantaf Bang….