home
Menulis Itu Gampang

Menulis Itu Gampang: Magnitude

Posted on April 4, 2008

commentsComment: 15 Comments

Asal sudah memenuhi rumus 5W+1H, sebuah tulisan memang telah memenuhi syarat sebagai tulisan yang memenuhi kelengkapan informasi. Ibarat membangun rumah, kita sudah bisa melihatnya sebagai rumah yang layak: memiliki fondasi, tiang, dinding yang membentuk ruangan-ruangan, atap, pintu dan jendela.

Ketika kita menulis, sudah hampir pasti tujuannya ingin dibaca orang lain sebanyak mungkin. Jarang sekali orang nulis kemudian disimpan sendiri dan suatu saat dibakar. Agar orang lain mau membaca, tulisan tersebut haruslah menarik minat mereka. Untuk menjadikan sebuah tulisan menarik minta banyak orang yang menjadi target kita, perlu tambahan faktor lagi. Yakni magnitude — yang terjemahan bebasnya: daya tarik bagi banyak orang. Tulisan yang memenuhi 5W+1H saja tak akan mampu menarik banyak orang membaca. Mungkin melihat judulnya saja sudah langsung ia lewatkan.

Menulis Itu Gampang: Magnitude

Magnitude biasanya telah tersedia karena ada kejadian. Bagi kalangan perbankan, politisi, dan pebisnis, Boediono menjadi magnitude karena sang Menko Perekonomia itu satu-satunya calon Gubernur Bank Indonsia saat ini. Mayangsari, di sisi lain, menjadi magnitude bagi para penggemar gosip. Geger pelengseran Muhaimin Iskandar, tak pelak lagi merupakan magnitude bagi warga Partai Kebangkitan Bangsa, kalangan Nahdiyin, serta petaruh. Roy Suryo, sebagai contoh lain, sedang menjadi magnitude bagi pengeblog karena ia semena-mena menuduh pengeblog ada di belakang penyusupan situs Golkar dan Depkominfo. Contoh magnitude lain sangat banyak.

Meski demikian, sumber magnitude bukan hanya kejadian/peristiwa yang memang tak terelakkan. Magnitude juga bisa kita ciptakan, asal kita bisa memahami sumber-sumber magnitude. Hampir semua orang misalnya, pingin kaya (kalau Anda ndak pingin kaya, mungkin perlu konsultasi sama psikolog). Dan sebagian (kalau tidak bisa dibilang sebagian besar) orang miskin pingin kaya secara cepat, mendadak. Itu sebabnya SMS berhadiah laku kayak kacang goreng dan menyedot pulsa miliaran rupiah setiap hari dari orang miskin. Janji-janji kaya mendadak yang bertebaran di Internet juga mampu menjaring banyak pengguna Internet yang ingin meraup dolar dalam sekejap. Maka, di balik fenomena itu ada sebuah magnitude cepat kaya. Cara-cara cepat kaya merupakan tulisan yang amat digemari banyak orang. Nah, gali magnitude-magnitude yang terpendam dalam banyak orang, jadikanlah sebuah tulisan, maka akan banyak yang tertarik membacanya.

Pemahaman terhadap magnitude ini sangat penting ketika kita ingin tulisan kita dibaca, ditanggapi, disimpan oleh pembaca, dan melekat di hati mereka.

Tulisan kita akan menarik keinginan orang membaca adalah ketika apa yang kita tulis pas dengan apa yang ingin dibaca mereka. Dalam sebuah milis yang didominasi banyak pencari kerja, tulisan tentang lowongan kerja dan ngudi karir akan mereka tunggu dengan rasa lapar. Membuat tulisan yang memiliki magnitude besar dalam komunitas yang seragam relatif lebih mudah. Tidak mengherankan jika milis berbasis minat, seperti marketing club, manajemen, keluarga serta milis khusus lainnya sangat aktif. Sebagian besar anggotanya dengan mudah melontarkan ide/tulisan/komentar menarik. Sebaliknya, mencari magnitude tulisan untuk komunitas gado-gado relatif lebih sulit.

Memang butuh seni dan pengalaman khusus untuk memahami magnitude di setiap target pembaca.

Jadi, kini rumus tulisan yang baik menjadi: 5W+1H+1M.

Cukupkah? Bisa saja dianggap cukup. Tapi kalau mau enak dibaca masih ada lagi yang syarat diperlukan. Yakni struktur tulisan.

Tunggu di postingan berikutnya…

Tulisan terkait:

Menulis Itu Gampang: Rumus 5W + 1H
Menulis itu Mudah : 3 Blogger dengan 3 Gaya Menulis
Menulis Itu Gampang: Mulailah Sejak Dini
Menulis itu Mudah: Menulis itu Bukan Bakat Namun Kompetensi
Menulis itu Gampang: Memberi “Roh” pada Tulisan
Menulis Itu Gampang: Mulailah dengan Blog
Menulis Itu Gampang

Bookmark and Share

15 Responses to “Menulis Itu Gampang: Magnitude”

  1. Tapi sulit tuh nyari magnitude, butuh pengalaman dan keahlian. btw, Pertamaxxx…

  2. Kok saya melihat current issue yang banyak menjadi magnitude ya pak?
    Jadi, “agak susah” menggali magnitude yang tidak “nge-terend”

  3. Dear bung Nukman Luthfie,

    Boleh dong kasih input buat blog interiorkantor.com apakah sudah sesuai seperti artikel di atas, kalau belum, apa dan di mana kekurangannya…

    Thank you & terima kasih

  4. Bagi pemula,hal yang paling mudah untuk dijadikan magtitude adalah hot current issue. Sebagai contoh, jika saat ini isu banyaknya kasus korupsi yang berhasil di endus oleh KPK mungkin bisa menjadi magtidute. Atau Fenomena film Fitna juga mungkin bisa menjadi magtitude. Benar tidak pak? mohon bimbingannya
    Kalu pemula seperti saya rasanya koq susah ya untuk mengcreate magtitude. Mohon bimbingannya lagi. Nuwun.

    Buat Vandy salam kenal sesama Orang Blitar Hehehe.

  5. waduhh… awalnya saya mau nulis yang “niche” tapi malah jadi tulisan gado-gado, benar kata mas relatif sulit, soalnya sering kehabisan ide sich…

  6. “Ya pak tuk menemukan magnitude yang mudah diterima pembaca tulisan kita memang butuh strategi yang jitu ya,…”

  7. kadang-kadang untuk membuat judulnya aja membutuhkan semedi ditempat “strategi”. :D .keluar dengan perasaan lega tapi tetep masih bingung untuk judulny :)…

    atau mungkin wawasan juga mempengaruhi ya?

  8. Wah…wah…Pak Nuk, jadi inget Bung Arswendo nih…

    Emang bener koq, menulis itu gampang. Yang sudah itu memulainya…

    Sayangnya, 90% itulah penyebab orang ‘terbelenggu’ dengan ketidakmampuan untuk menghasilkan tulisan…

    Terima kasih banyak Pak Nukman, atas artikelnya…

  9. Saya jarang terlalu memikirkan rumus 5W+1H karna saya hanya memikirkan dgn having fun and let it flow as normally like mother natur.

  10. Ya, dunia ini banyak sekali “pancingan” untuk menulis, ambil saja secuil dari satu peristiwa yang anda paling perhatikan atau satu paragraf mas Nukman lalu kembangkan sendiri. Yang penting kenali dulu diri sendiri. Dari mana? Mau kemana? lalu perhatikan sedang menulis apa kita? Thanks mas Nukman.

  11. Hehehe Mas Nukman,
    Akhirnya aku dah buat blog nih. Postingan pertama saya rada relevan dengan posting Mas Nukman ini. Yaitu mengenai gimana akhirnya saya bisa buat postingan yang pertama setelah beberapa tahun hihihi. Mungkin bisa jadi sudut pandang lain selain 5W+1H spt yg Mas Nukman tulis.
    Terkait Magnitude, Hhmm ini masukan yg berharga untuk saya. Karena selama ini saya lebih mementingkan menuangkan ide dlm pikiran saya ketimbang mencoba menarik perhatian pembaca.

    Thx Pak. Sampe ketemu lagi di postingan yg lain. hehehe

  12. ohhh, gitu…

    terimakasih pak atas tipsnya, akan segera saya coba. sukses buat bapak

  13. Boleh dong kasih input buat blog interiorkantor.net apakah sudah sesuai seperti artikel di atas, kalau belum, apa dan di mana kekurangannya…

    Thank you & terima kasih

  14. 5w+1H+o.m.ba.k
    ombak=”Opo Manfaatnya BAgiKu”(opo=sebuah bahasa dari planet jawa yang berarti “apa”.
    Menulis bermanfaat bagi saya untuk “membuang” unek-uneg yang mengganjal dihati.Setelah menulis,”plong” rasanya.Tidak saja sekedar bermanfaat untuk diri sendiri,tapi alangkah lebih baik bila bisa bermanfaat bagi pembacanya.

  15. [...] Cukupkah? Bisa saja dianggap cukup. Tapi kalau mau enak dibaca masih ada lagi yang syarat diperlukan. Yakni struktur tulisan. (net) [...]

Leave a Reply

Follow   

Twitter FB Email RSS

Search   


Recent Comments   

Kreshna Aditya:

Wowww, nggak nyangka masih banyak aja yg salah kaprah soal homeschooling. Padahal kalo mau googling...

Firman:

FB merupakan sarana promosi termurah dan terukur untuk produk-produk UKM seperti http://taskertas.com dengan...

firman:

pilih sekolah formal, setuju dengan comment di atas..

firman:

orang yang bijaksana mengerti apa yang akan dilakukan dan akibatnya nanti.

ikhsan:

saya juga termasuk korban facebook, akun saya ada yang ngebajak dan bikin status yang nggak sopan...