Posted on March 11, 2008

Ini sudut pandang Mumu Rumputeki mengenai “Menulis itu Gampang”.
Arswendo Atmowiloto adalah orang yang paling bertanggung jawab atas meluasnya keyakinan bahwa menulis itu gampang. Masalahnya, keyakinan semacam itu sebenarnya tidak banyak membantu dalam praktiknya –kecuali sekedar menjadi jargon yang menghibur.
Faktanya, menulis tetaplah sesuatu yang sulit, setidaknya bagi sebagian orang. Bagi sebagian yang lain lagi? Memang tidak sulit, melainkan “sangat sulit”. Oke, lupakan saja. Ketika kita “tiba-tiba” menghadapi suatu zaman yang memungkinkan semua orang bisa menjadi penulis (lewat teknologi blog), maka sudah tidak diperlukan jargon apapun dalam soal menulis itu sendiri. Sehingga, masalahnya sekarang tinggal, bagaimana menulis dengan bagus, itu saja.
Kita sering memuji orang lain, atau sebaliknya, mendengar orang lain memuji kita, “Tulisan lu bagus deh!” Tapi, ketika diminta merumuskan tulisan yang bagus itu seperti apa, kita kelimpungan. Mungkin ini isyarat bahwa tulisan yang bagus memang tak ada rumusnya, atau tak perlu (atau tak bisa?) dirumuskan. Melainkan, hanya bisa dirasakan. Ah, tapi pernyataan seperti ini pasti bohong juga. Sebab, paling tidak secara teknis, pasti ada semacam kriteria atau katakanlah syarat-syarat yang harus dipenuhi agar sebuah tulisan bisa disebut bagus. Dan, kita mungkin memang harus merumuskannya, untuk memudahkan pemahaman dan praktik.
Baiklah, mari kita coba rumuskan sama-sama. Nanti, yang keberatan atau tidak setuju langsung saja tunjuk jari.
1. Tulisan yang bagus adalah tulisan yang jujur, hasil dari penggalian yang tak henti terhadap gaya sendiri, dikembangkan dari kepekaan personal –sesuatu yang tidak bisa ditiru dari (dan oleh) orang lain, karena datang dari dalam diri.
2. Itu filosofinya. Praktiknya, tulisan yang bagus –dalam bahasa Srimulat– adalah tulisan yang “tunjep poin” alias langsung menukik ke pusat inti masalah, atau kadang bahkan langsung ke dampak suatu masalah.
3. Atau, kalau Srimulat terlalu ngocol untuk urusan menulis, saya pinjam rumusan kritikus sastra Nirwan Dewanto deh biar lebih puas: tulisan yang bagus itu dimulai dari tengah.
Oke, sampai di sini, untuk sementara, kita sudah menemukan satu rumusan: menulis dari tengah. Artinya apa? Jangan pernah memulai tulisan dengan pernyataan-pernyataan atau klaim-klaim atau premis-premis yang klise. Kata Kholid Hussaini (penulis novel best seller “The Kite Runner”): hindari klise seperti kau menghindari penyakit menular.
Contoh pembukaan tulisan yang klise:
Seiring dengan kemajuan teknologi….atau, Di zaman globalisasi seperti sekarang ini…atau, Seperti kita ketahui bersama kita hidup di era informasi…
Pangkas habis klise-klise seperti itu. Mengatakan sesuatu yang sudah teramat-sangat jelas hanya akan membuat perut kembung dan akhirnya muntah-muntah. Plis, jangan siksa pembaca tulisanmu!
4. Yang bagus itu bukanlah isinya, melainkan cara menyampaikannya. Menulis tentang pengalaman cinta pertama tidak lebih hina –atau pun lebih hebat– ketimbang misalnya kenangan seputar peristiwa G 30 S/PKI. Semua tema, materi, pengalaman, perasaan dan sebagainya punya tempat dan derajat yang sama dalam tulisan; yang membedakannya adalah bagaimana semua itu dituturkan.
Ya, jadi, bagaimana semua itu “harus” dituturkan –agar menjadi tulisan yang bagus?
– Gunakan sudut pandang yang berbeda, unik, orisinal, detail. Ibaratnya, melihat sebuah pohon dari atas batu dengan dari helikopter yang terbang tentu hasil penglihatannya akan berbeda.
– Perkaya, pertajam dan perkuat dengan kosa kata yang terjaga. Banyak-banyaklah membaca puisi. Chairil Anwar, Rendra, Sitor Situmorang tentu wajib. Rekomendasi: Goenawan Mohamad, Dina Oktaviani. Lainnya: cari sendiri.
– Beri sentuhan lain: humor nyaris selalu diperlukan. Kontradiksi-kontradiksi dan ironi-ironi memberikan kedalaman pada tulisan. Sinisme kadang-kadang membuat tulisan bercahaya seperti kristal. Sarkasme, bitchy bisa asik asal sesuai dosis.
– Pertimbangkan aspek “visual” –yang memungkinkan pembaca seolah-olah “merasakan sendiri” atau “hadir”, dan bukannya sekedar memberi tahu mereka.
———————————
Tulisan di atas adalah sudut pandang Mumu Rumputeki , yang coretan pena dan ketikan keyboardnya amat sangat saya sukai, mengenai Menulis itu Gampang. Dipersembahkan khusus untuk Sudutpandang.com.
Tulisan terkait:
Well, good luck, Sir… Nice to hear that.. Hope you will be more successful in the...
feed burner sdh dicentang pak
di tunggu artikel kerennya..!
wah sampai ada yang berbentuk surat
tapi yang modusnya seperti ini pasti sudah ada langkah `mempelajari...
Mantaf Bang….
March 11th, 2008 at 11:58 pm
pada akhirnya semua kembali kepada selera kita ya pak …
mau nulis yang bagaimana ..
March 12th, 2008 at 7:38 am
Tulisan Mumu terakhir di blog-nya yang bertajuk : “Dia Melihat ke Arahku (Atau: Mengapa Kita Bisa Bahagia dengan Hal-hal yang Sederhana?)” mungkin salah satu contoh tulisan yang teramat brilian.
Bloger lain yang tulisannya punya “nyawa” mungkin adalah Wicaksono Ndoro Kakung
Saya juga suka dengan gaya tulisan Roni Yuzirman
Untuk dunia off line, nama-nama seperti GM, Seno Gumira, Sapardi Djoko Damono, Sitor Situmorang, dan Nirwan Dewanto mungkin merupakan nama yang patut dijadikan referensi.
March 12th, 2008 at 1:53 pm
tulisan yang bagus itu bisa “mengkampak” muka pembacanya kata kafka.
March 12th, 2008 at 3:36 pm
Setuju Pak Yodhia. Tulisan Mumu itu keren. Menghipnotis pembaca.
Terima kasih atas apresiasinya terhadap tulisan saya. Saya masih belajar kok. Tapi paling tidak, saya berusaha cerita apa adanya, kepada teman.
Pak Nukman, saya menikmati blog anda yang satu ini. Kenapa nggak dari dulu aja pak…
March 12th, 2008 at 4:20 pm
tulisan bagus atau jelek yang tergantung yang membaca tulisan kita…
biar nulisnya jelek, kalo dibilang bagus oleh orang lain ya bagus….
yang lebih penting kan manfaat dari tulisan tersebut…
March 12th, 2008 at 7:08 pm
tulisan bagus itu menurut aku yang bisa membuatku tertawa ….hahahahahaa,,,baik inspirational,tragik,motivational,enlightment…dan mampu me-cas semangatku …dan meluaskan wawasanku…dan memberiku sudut pandang yang lain…dan membuatku tersenyum tatkala memngingatnya…dan mampu mendewasakan aku lewat isi yang terkandung di dalamnya…so,menulis emang gampang kok!
dan itu ada pada tulisan pak roni yuzirman yang selalu memunculkan hal2 baru bagiku sejak 2005 silam.terus nulis pak…
March 12th, 2008 at 8:08 pm
Kita hanya butuh penulis yang menulis untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan penting, bukan menulis sekedar untuk menulis. Blog yang bertebaran membuat siapapun penulis merasa dirinya menjadi “center of the universe”, sehingga kemudian berbagai hal remeh temeh seolah menuntut sang penulis untuk mendedikasikan waktu dan perhatiannya, menulis tentang hal tsb. Contoh : membahas gaya bicara Cinta Laura. Ketika hal seremeh itu menjadi “buzzwords” di blogosphere, maka hal itu menjadi penting, kalau Anda tidak ikut, Anda keluar lingkaran. Saya sedih melihat begitu banyak penulis merasa hebat dengan tulisannya hanya karena efek “flocking” (banyak comments, banyak yang lihat, banyak yang suka dsb.). Sangat menyedihkan. Generasi ‘penulis blog’ boleh berpesta dengan jaman bebas ini, tapi mereka melahirkan generasi yang semakin dangkal dan dangkal…
March 13th, 2008 at 1:34 pm
siap siap minta tanda tangane mumu nih.
March 24th, 2008 at 7:54 pm
Bener pak, menulis itu tidak sulit tetapi ama sangat sulit. dari satu titik masalah harus dijabarkan menjadi 1500 bahkan lebih 2000 kata. tetapi bukan banyaknya kata . melainkan roh tulisan itu sendiri yang mengena dipikiran dan pemikiran pembaca. trimakasih.
April 7th, 2008 at 4:23 pm
menurut gw berkomentar juga merupakan suatu tulisan, ini juga bisa menjadi awal latihan buat bikin tulisan. pertama adalah merangsang persepsi pribadi mengenai suatu masalah yang dibaca kemudian mengkritisinya (bisa pro atau kontra). soo lansung aja nulis kolom komentar yang disediakan, tanpa basa basi. oke
May 17th, 2008 at 10:10 am
bagaimana caranya ya masukkan ‘roh’ itu?
August 11th, 2008 at 6:25 pm
sungguh di luar dugaan, tulisan yang singkat tpi bobot dengan makna, saya seakan menemukan pencerahan, untuk mempertajam teknik penulisan saya,,,
May 27th, 2009 at 2:25 pm
boleh nggak tulisan ini saya posting di blog saya???
May 28th, 2009 at 12:57 am
boleh saja Dimas asal disebutkan sumbernya dan link ke original postingnya
June 3rd, 2009 at 5:58 am
Pak Nukman, mohon izin menulis ulang tulisan bagus ini di blog kami. Terima kasih sebelumnya.
July 14th, 2009 at 7:11 pm
Tulisan Yang ada di sudut pandang bagus-bagus susah milihnya, besar manfaatnya, sukses selalu.
mohon izin copy paste, terimakasih.
October 13th, 2009 at 3:29 am
inspirasional sekali…
saya juga lagi belajar nulis yang baik dan bermanfaat…
terima kasih mas…