Entrepreneurship

Di Sudut Angkringan Jogja: Berinvestasilah!

Posted ons March 12, 2008 |

angkringan yogyes

Angkringan di sudut bundaran Universitas Gadjah Mada, Jogja, punya makna khusus buat mereka yang mencari segepok US$ — bukan sekadar sesuap nasi — dari Internet. Di situlah mereka menggelar ritual Jumatan setiap Jum’at malam. “Tempat kami bercerita, ngobrol, curhat dan berdiskusi apa saja yang bisa menghasilkan $$$ dari internet“, begitu semboyan yang disisipkan di Jumatan.com. Ke sudut itu pulalah, Jumat pekan lalu saya ikut menggelar tikar bersama mereka.

Sambil nyeruput teh jahe yang begitu sedap di dinginnya malam — hujan rintik-rintik baru saja reda — saya, Keke, juragan MarketBiz dan Agus owner portal wisata terbesar di Jogja, Yogyes, ngobrol ringan dengan Isnaini pentolan adsense Kota Gudeng sambil menunggu jemaaah Jumatan berdatangan satu per satu. Okto, pemilik toko buku online Otakkiri.com datang berdua dengan Yodi yang sedang berjibaku untuk bisa memiliki bisnis online. Menyusul kemudian pentolan online affiliate Wawan Pogung177, penggiat online Ray, Ilham Salibi dan lainnya.

angkringan ugm jogja

foto: saya (kiri) dikerubuti jemahaan Jumatan.com

Sebagai tamu, saya ikut saja ritualnya, ngobrol ke sana kemari, mengisap kepulan asap rokok yang mereka hebuskan, mencicipi wedang jahe panas, sambil ngemil kacang rebus. Saya mendengarkan saja, dan sesekali menjawab beberapa pertanyaan. Okto dan Yodi, yang saya golongkan sebagai aliran dotcomers lebih banyak mengajak berdiskusi bagaimana membangun bisnis dotcom lokal. “Saya punya ide bagus, tapi sulit mencari pendananya,” kata mahasiswa Fisika Nulir UGM Yogyakarta ini. Ia sedang pontang-panting mencari lembaga pembiayaan. “Kok sulit ya mencari venture capitalist yang mau di dotcom,” keluh Yodi. Saya tahu, gagasannya cukup bagus. Tapi saya juga tahu bahwa modal ventura memang enggan membiayai dotcom sejak badai bisnis dotcom yang melanda dunia pada awal tahun 2.000-an lalu.

Sementara dengan aliran lain — yang murni mencari US$ via Internet — saya lebih banyak bertanya karena memang kurang paham dengan lika-liku dunia itu. Saya lebih banyak bertanya ke Isnaini yang sepertinya dianggap sebagai informal leader Jumatan.

“Ini semuanya pemain adsense?” tanya saya sambil menunjuk ke arah temen-temen Jumatan.

“Tidak. Ada juga yang online affiliate. Ada yang paid review,” jawab Isnaeni.

Kalau domain parking?

“Oh itu sudah tidak menarik lagi,” sela Wawan. “Sekarang yang menarik adalah paid review, kita dibayar setelah mereview sesuatu di blog kita,”.

Seberapa bayarannya?

Bervariasi. Tergantung pada seberapa tinggi page rank situs kita. Ada yang cuma US$ 10. Tapi ada juga yang sampai US$ 100 per review.

Review itu dalam bahasa Ingrris?

Iyalah..

——

Menarik, pikir saya.

Mereka masih muda-muda. Ada yang masih kuliah. Ada yang sudah lulus dan memutuskan menjadi pendekar di bidang ini dan tak mau kerja jadi karyawan. Wawan misalnya, sudah menggeluti online affiliate sejak lima tahun lalu dengan income ribuan US$ setiap bulannya. Dia juga suka mengikuti kontes SEO tingkat dunia. Tahun lalu ia masuk peringkat enam. Tahun ini ikut lagi dan berjibaku agar juara SEOContest2008.

Uang ribuan US$ per bulan amatlah besar bagi jomblo di Jogjakarta.

Buat apa uang sebesar itu?

Kebanyakan nyengir mendengar pertanyaan saya itu. Tapi saya pernah mendapat cerita, ada yang beli motor bahkan mobil dari profesi itu.

Tiba-tiba saja sesuatu melintas di benak saya.

“Berapa total pendapatan kalian semua per bulan?” tanya saya ke Isnaini.

Ia berkenyit sebentar, mencoba menghitung pendapatannya plus teman-teman seperjuangannya.

“15-20 ribuan US$” jawabnya lirih.

WOW.

Lalu saya memandang ke Okto dan Yodi, anak muda yang punya gagasan menarik untuk bisnis online. Kemudian pandangan saya kembali tertuju ke Isnaini.

“Bagaimana jika kalian menyisihkan 10% income USD itu untuk investasi?” tanya saya.

Investasi ke mana?

Ke ide bisnis online Okto atau Yodi atau anak Jogya lain yang punya ide bisnis dotcom tetapi kesulitan mencari dana,” jawab saya.

Wajah Okto dan Yodi langsung sumringah.

Saya hanya melemparkan ide agar sebagian kecil uang yang didapat dari online diinvestasikan ke bisnis online juga –yang sesuai dengan passion mereka –, agar bisa beranak-pinak, bukan habis dikonsumsi.

Pada saat yang sama, saya mempertemukan pemilik ide bisnis dotcom yang lagi butuh pendanaan dengan pemilik dana.

Saya tidak sempat berlama-lama duduk di tikar bersama mereka. Saya biarkan mereka berdiskusi.

Malam kian merambat. Saya pamit.

Saya mau bersilaturahim dengan geng blogger Jogja , CahAndong, yang juga sedang melakukan ritual sejenis bernama Juminten — Jumat Midnite Tenguk-tenguk — di kilometer nol Jogja.

note:

foto angkringan di atas bukan foto angkringan di UGM, kebetulan hasil jepretan saya buram, jadi saya ambil foto angkringan yang ada di Yogyes.

Bookmark and Share
Comment: arrow

41 Responses to “Di Sudut Angkringan Jogja: Berinvestasilah!”

  1. Nah betul itu pak, bagi para pejuang online mendapatkan sen demi sen pada awalnya memang sangat sulit, tapi kalo sudah jalan lama dan tekun pasti dapat $ banyak juga.

    betul itu bagi yg sudah sukses jangan lupa untuk investasi, dengan membantu rekan lainnya untuk mendapatkan modal ;)

  2. Wah kalo venture capitalnya cuman 10% dari 15-20 ribuan US buat orang Jakarta mah kecil segitu Om.

  3. Kayaknya harus siap - siap bikin kontrak kerjasama nih.. :P

  4. 10% itu bukan sekali lho, tapi setiap bulan 10% selama jangka waktu yang disepakati — misalnya 12-24 bulan sampai cashflow perusaahaan positif.
    Angka itu memang relatif kecil memang. Tapi sangat berarti buat start-up di Jogja.

  5. Wiih, tempat berkumpulnya para master… aku jadi pengen ikut, supaya ketularan pinternya…+penghasilannya :D

  6. Oh, pantas fotonya keren :D

  7. menggiurkan sekali 15 rb US. salut. :)

  8. weh weh. jika konsisten uang mengalir ribuan dollah ke jogja, bisa pindah ibu kota ini. :D

  9. Angkringan yang enak di Jakarta dimana ya?

  10. bener tuh om. memang harusnya disisihkan untuk investasi lebih lanjut. *lirik lirik okto yang udah sumringah duluan*.

  11. menarik ini, mas..

    ini lagi nyari-nyari ide.. hwehehehe..

  12. Wawan Pogung177 is an amazing story. Dalam ajang SEOContest2008 yang akan berakhir April ini, semoga dia jadi JUARA 1. That will be WONDERFUL. Saya sungguh berharap someday dia mau menulis buku tentang CJ Affiliate.

    Isnaini juga top.

    Mereka berdua adalah pendekar-pendekar online yang saya hormati.

  13. saya (kiri) dikerubuti jemahaan Jumatan.com
    Kayak pepatah ada gula ada semut paak heheheeh…

    Kira-kira, kalau modal ventura masih nyimpan duitnya, sebagai startup harus memulai dari mana pak?
    Mengerjakan dulu hal2 yg minim modal dahulu? Setelah “kelihatan” baru mencari pemodal?

    Mohon pencerahan pak…

  14. Buat business plan terlebih dulu. Sebisanya.
    Lalu kita eksekusi secara bertahap sesuai dengan kantong kita, sambil mencari pemodal.

  15. Gile….15-20ribu US$, aku aja mesti merantau jauh ke negeri seberang…buat ngais2 $…ninggalin keluarga…muantaap habiiis….

  16. wah, ketinggalan nih, kapan kapan ikut ah jumatannya…

  17. semoga dengan ada sudut pandang baru tentang investasi di dunia online membuat para investor mau membuka peluang dan yakin seperti yang dikatakan pak nukman. :)

  18. Betul juga ya kepikiran buat usaha koperasi simpan pinjam atau layanan hosting dan domain saweran buat yang masih baru
    Nb.
    Jumatan itu sebenarnya ada artinya JUMpa Ana Teman ADsense pada awalnya memang khusus problogger atau pubhliser adsense.

  19. [...] lengkapnya, silahkan liat dari Sudut Pandang nya Pak Nukman. Tulisan Yang BerhubunganNew pricing structure for Adsense ReferralsYang udah baca [...]

  20. asyiknya bisa diskusi santai kayak gitu. Tentu saja semakin meningkat semangat, motivasi, pengetahuan, kreasi dan inovasi. Great great!…

  21. Wah.. asyik ngumpul2 sambil bagi ilmu :D mengenai pembiayaan… ya emang wajar sih pada enggan karena badai dotcom. Saya dulu pernah membiayai teman yg masih kuliah utk bisnis online. Gak banyak sih.. tapi ya akhirnya dia males2an juga setelah idenya kurang berjalan. Intinya, kalo proposal dan niatnya jelas… kenapa tidak? saya juga mau sisihkan tabungan utk investasi.

  22. wah keren ketemu para pendekar pendekar sakti di jogja… ngirir saya pgen kesana….

  23. saya setuju sekali idenya. Seharusnya memang begitu, yg sudah sukses membantu yg sedang belajar. Gak perlu dengan investasi, dengan menjawab pertanyaan saat dikirimi email saja rasanya sudah lebih dari cukup koq.

  24. mas knp domain parking sdh tdk menarik lg???

  25. gagasan yang menarik pak… kalau semua bersatu dan saling membantu… maka semua akan jadi kenyataan…. akan muncul bill gates, jerry yan, dll baru dari Indonesia …. Awal yang bagus buat blogger Indonesia. Ayo diwujudkan saya dukung deh….

  26. halo. . . mas2, mbak2. . . bisnis online kayaknya sangat menjajikan di musim paceklik seperti ini. tapi bisnis online it apa? dan bagaimana prosedurnya? trus ko ada investasinya maksudnya bagaimana? ? ? tolong bimbing aku ya, mas2 dn mbak2. . . . tlong jwbin di email aku: opotooo@yahoo.co.id . thank sblmny.

  27. OOoo… tak kirain invesstasi di angkringan. hehehe….

  28. Sementara dengan aliran lain — yang murni mencari US$ via Internet — saya lebih banyak bertanya karena memang kurang paham dengan lika-liku dunia itu

    ——-

    sama om…saya juga kurang faham , tp om lebih enak bisa ketemu langsung dan bertanya ama pakar2nya , sedangkan saya hanya bisa mencari segala info dengan surfing ,kalaupun dapat info buat nyari dollar rasanya tanpa praktek dan ketemu langsung kurang siip…hehehe

    btw , Investasi di dunia online kayaknya memang bagus deh , hanya saja butuh kerja keras untuk membangun citra positif.Untuk itu mari kita terus belajar dan berinvestasi …!!! jadinya kan dapat ilmu juga dapat duit …salam sukses selalu…

  29. sedikit urun rembug saja; permasalahan dari pihak bank untuk terjun ke bisnis online adalah dikarenakan bank kita umumnya masih tidak bisa menerima konsep ‘clean basis’ (tanpa jaminan) terutama (apalagi) usaha yang baru mulai,belum punya nama n soon, tapi yang berduit bukan cuma bank kan……

  30. komunitas jogja yang seksi…tapi apa forum ini khusus orang jogja? gimana yang diluar jogja seperti saya yang di blora ya

    setahu saya forum angkringan terbuka untuk siapa saja. coba saja gabung ke sana.

  31. “Bagaimana jika kalian menyisihkan 10% income USD itu untuk investasi?”

    Cimik tenan, idenya situ boss…. :D

    ***ngiler [dot] com…***

  32. Dari dulu pingin banget dapat sen$ dari internet. Minta ada yang mandu dong. Salam Sahabat.

  33. gimana sih caranya biar bisa ikutan paid review itu?

  34. waaah master2 lagi mengadakan “ritual” neh… hehehe

  35. halo..kalo liat hasil kumpul jumat jadi pengin ngumpulin IM solo nih…ayo kontak kita dong Im solo…

    pengusahasolo.com

  36. setuju banget ni sama temen2 yang udah duluan terjum di netpreneur… buat kita yang pengen terhun dibisnis ini (seperti yang saya coba) karena berbagai alasan bantuin n bimbing kita donk….

  37. Luar biasa, semangat online dari Yogya
    kerajaan online terbesar di Indonesia

    Keep smart en More Succes

  38. melu, aku..

  39. mas hari ini hari juma’at malam, dan saya baru saja ke angringan depan bunderan ugm, saya sebenarnya baru pertama, jadi saya bingung ternyata angringanya banyak,…lalau angkringan yang ada mas isnaininya yang mana?

  40. saya daftar kok ga bisa ya…pengen bgt gabung

  41. [...] pendapatan mereka per bulannya. Denger-denger sih total pendapatan komunitas ini sudah mencapai puluhan ribu dolar setiap bulannya. Omong-omong terakhir malah sekarang ini omzet pebulan sudah bisa mencapai 0,5 M per bulan. [...]

Leave a Reply



Recent Comments

didi:

betul pak….passion adalah kekuatan ntk hasrat tanpa batas.. sayang susah menemukan passion …itu...

theo:

gak bagus

Rio:

Slank kpn maen ksby? Bim2, aq pgen ktmu lgsg ma qm. Aq sllu brnynyi lgu yg engkau cptkn kw nynyikan. Kw sllu jd...


フレッツ光 | FX | バイク買取 | FX初心者 | 債務整理 | 住宅ローン | 結婚相談所 | ホームページ制作 | フラット35 | アスクル

Copyright © www.sudutpandang.com 2008 - Powered by Virtual Consulting | Valid XHTML - CSS